Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 81 ~ Sabar ~


__ADS_3

Kevin pun akhirnya tiba di ruamh sakit, kebetulan saat Annisa menelepon, Kevin berada di Singapura. Kevin pun melihat Pak Amir dan Bu Ratih yang sedang duduk dengan wajah penuh kekhawatiran, Kevin segera menghampiri mereka.


" Pak Amir, Bu Ratih, bagaimana kondisi Darren dan Annisa, dimana Annisa?" tanya Kevin dengan wajah yang khawatir dan mata berkaca-kaca.


" Annisa tadi pingsan dan sekarang ada di ruang rawat," ucap Bu Ratih dengan isak tangisnya.


" Ya Allah, musibah apa ini," Kevin pun segera menemui Annisa di ruang rawat inap.


" Annisa, Ya Allah adikku. Kamu harus kuat, Kakak disini ada untuk kamu. Kakak akan temani kamu, kasihan kamu, Annisa," ucap Kevin dengan menitikan air matanya, begitu sakit melihat keadaan Annisa.


" Darren," teriak Annisa yang bangun dari tidurnya.


" Annisa, ini Kakak. Kamu mimpi apa?"

__ADS_1


" Darren, Kak. Darren mau ninggalin aku," kata Annisa memeluk Kevin dengan terisak.


" Sabar ya, dek. Kakak yakin kamu kuat dan kakak yakin kalau Darren akan sembuh. Kasihan bayi kamu, kamu harus jaga dia. Kakak mohon," ucap Kevin yang sudah tak sanggup lagi menahan air matanya.


" Kakak keluar dulu ya, menunggu kabar dari Darren," Kata Kevin yang mencoba membaringkan Annisa kembali. Kevin pun keluar dan menunggu operasi yang tak kunjung selesai. Wajahnya terlihat sangat murung, Kevin pun melihat Raja dan segera menghampirinya. Raja pun langsung memeluk Kevin dengan erat dan ketakutan, Raja pun masih shock dengan kejadian yang terlihat di depan matanya.


" Kak Kevin, Kak Darren di tabrak mobil. Tadinya mobil itu ingin menabrak Kak Annisa tapi Kak Darren menyelamatkan Kak Annisa dengan mengorbankan dirinya. Tapi mobil itu kabur, Kak." Cerita Raja dengan polosnya yang di dengar oleh Pak Amir dan Bu Ratih.


" Apa kamu melihat siapa yang menabrak Kak Darren?"


" Bagus, Raja. Kakak akan mencari tahu siapa yang berusaha mencelakai Kak Darren dan Kak Annisa. Sepertinya ada yang tidak beres," gumam Kevin dengan amarahnya. Kemudian Rio dan Tori pun datang.


" Gimana kondisi Darren?" tanya Rio dengan nafas terengah-engahnya.

__ADS_1


" Sumpah gue kaget dapat kabar dari lo, tadi kita udah di jalan,eh ada kecelakaan dan macet, mobilnya masuk jurang," imbuh Tori.


" Tori, Rio, tolong kerahin anak buah kalian buat nyari siapa yang berani nyakitin Darren dan Annisa. Darren korban tabrak lari tapi kata Raja, mobil itu ingin menabrak Annisa tapi Darren berusaha melindungi Annisa. Gue nggak bakal lepasin siapapun itu," kata Kevin dengan geram.


" Oke, Kevin. Terus gimana Darren dan Annisa?" tanya Tori lagi.


" Annisa tadi shock dan pingsan terus ikutan di rawat juga dan Darren masih di ruang operasi," imbuh Kevin.


" Ya Allah semoga keadaan Darren segera membaik begitu juga dengan Annisa," doa Rio.


Dokter pun akhirnya keluar dari ruang operasi. Mereka semua pun segera menghambur ke arah dokter.


" Gimana dokter kondisi, adik saya?" tanya Kevin.

__ADS_1


" Kami sudah melakukan yang terbaik dan berusaha melakukan yang terbaik. Dan kami sudah melakukan tindakan operasi namaun cedera di kepala pasien sangat berat sehingga menyebabkan gegar otak parah dan saat ini pasien sedang dalam kondisi koma. Semoga segera ada mukjizat, kita berdoa saja karena kondisi koma seperti ini tidak bisa di prediksi, bisa hitungan hari, hitungan minggu, bulan atau bahkan tahun. Setelah ini, pasien akan kami pindah ke ruang ICU supaya mendapatkan perawatan intensif dan untuk sementara jangan jenguk pasien dulu ya . Saya permisi dulu, maafkan kami," kata dokter yang kemudian pergi berlalu.


__ADS_2