
Inilah style Annisa, ini contoh visualnya saja ya, ya sama ujung roknya sebenarnya ada kombinasi songket. Berusaha memvisualkan baju Annisa dan jilbab yang di pakai Annisa pun kombinasi dengan songket, silahkan di imajinasikan sendiri kombinasi songketnya di taruh mana. Berhubung Annisa kan syar'i jadi tentunya nggak mungkin pakai kebaya yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, lagian kan ini Darren yang membelikannya, serba DIOR..... 😘😘😘😍😍
Darren begitu takjub melihat Annisa, Annisa sangat cantik dengan make up yang flawless dan dengan gaun warna yang serasi dengan setelan kemeja Darren. Ternyata istrinya sangat berbakat di dunia fashion.
" Hmmmm kenapa dia sangat cantik, luar biasa cantik." Batin Darren.
" Bagaiman kalau kita foto sekarang saja, foto di rumah nggak usah di kampus." Kata Annisa.
" Ya harus dong Annisa, itu kan momen penting kelulusanku. Tapi boleh juga kita foto di rumah. Sebentar aku ambil tripod dulu." Kata Darren sambil berlali mengambil tripodnya. Mereka berdua segera berpose bak Raja dan Ratu sangat serasi. Darren menyuruh Annisa merangkul lengannya dan menyuruhnya berpose yang anggun.
" Ayo kita berangkat sampai kapan mau selfi terus, kamu benar-benar banci kamera ya." Annisa sangat kesal dengan sikap Darren.
" Aku akan mengirimkannya ke mama dan papa. Oh ya kamu kan juga akan pidato, mewakili gadis muslimah modern kan. Aku juga bangga sama kamu, usia kamu masih muda tapi sangat berprestasi."Kata Darren dengan semangat.
" Tapi nanti kamu akan menjadi pusat perhatian cowok2." Tambah Darren seolah tidak terima Annisa menjadi pusar perhatian.
__ADS_1
" Terus aku harus bagaimana,memakai topeng monyet. Ayo berangkat." Ajak Annisa.
Sesampainya di kampus, Darren mencari tempat parkir yang sepi supya tidak terlihat banyak orang.
" Kamu disini dulu, biar aku yang keluar dulu untuk memancing keributan karena pesona tampanku. Terima kasih Annisa." Kara Darren sambil mencium pipi Annisa. Annisa pun tersenyum malu. Dan benar saja, saat Darren menampakkan batang hidungnya, semua cewek berhamburan mendekati Darren.
" Ya ampun, Darren tampan sekali. Aku pangling." Kata salah satu cewek yang mengerumuni Darren.
" Aku minta foto Darren. Warna rambutmu jga berbeda." Tambah cewek yang lain. Dari dalam mobil Annisa mengamati Darren. Dia memang sangat tampan hari ini, tidak salah cewek2 mengidolakannya. Annisa pun segera keluar dari mobil Darren dan mengendap-endap supya tidak ada yanh curiga jika dia satu mobil dengan Darren.
" Assalamualaikum Annisa, kamu cantik sekali Annisa." Kata salah satu cowok. Annisa hanya membalasnya dengan senyuman. Dela&Reva pun terpana melihat Annisa hari ini. Semua yang di pakai Annisa dari ujung kepala. sampai ujung kaki bermerk semua.
" Annisa, sayanngku, cintaku." Sapa Dela sambil memeluk Annisa.
" Kalian cantik banget sih." Puji Annisa.
" Apalagi kamu, An. So beautiful. Apalgi dari ujung kepala sampai kaki bermerk semua, DIOR pula." Kata Reva dengan heboh.
__ADS_1
" Kalian nggak usah berlebihan, ini semua imitasi, mana mungkin aku bisa beli yang asli. Ini juga sponsor yang minjemin kan hari ini aku ngisi sambutan perwakilan muslimah modern kampus." Kata Annisa yang mencoba mengelak.
" Udah lah mau asli apa nggak tapi kamu cantik banget kayak princes." Puji Dela.
" Udah nggak usah berlebihan."
" Eh,Rev. Itu siapa coba Bad Boys..... Ya ampun mereka ganteng banget. Dan itu, Kak Darren. Subhanallah ganteng banget, dia beda banget, rambutnya juga. So handsome. Style dari ujung kepala sampai kaki juga super keren pasti fashion stylishnya orang terkenal." Kata Dela sambil melihat ke arah Bad Boys yang berjalan akan menuju gedung utama kampus.
" Assalmualakum, Annisa." Sapa seseorang. Adam.
" Walaikumsalam Kak Adam. Wah Kak Adam beda banget ya." Kata Annisa yang terpesona dengan Adam. Melihat Annisa dari kejauhan yang tengah di dekati Adam, membuat Darren cemburu di tambah Annisa memuji Adam.
" Sial, Adam lagi, Adam lagi. Annisa juga ngapain kecentilan bilang Adam beda. Dia kan istri gue." Batin Darren.
" Kamu cantik banget Annisa. Kamu sangat berbeda hari ini." Puji Adam.
" Ya udah, ayo kita menuju ke gedung." Ajak Annisa. Mereka berempat pun segera menuju gedung utama.
__ADS_1