
Masih di panti asuhan, setelah makan. Pak Usman mengajak untuk sholat isya' berjamaah dan Pak Usman meminta Adam untuk menjadi imam. Annisa pun tidak bisa ikut karena sedang berhalangan. Darren bersyukur setidaknya Adam tidak menjadi imam untuk Annisa sekalipun itu sholat berjamaah. Annisa memilih menunggu duduk di ruang tengah di temani oleh Rachel. Di situ Rachel pura2 minta maaf dan bersikap baik pada Annisa.
" Hei, Annisa. Gue mau minta maaf. Gue udah banyak salah sama elo." Ucap Rachel sambil mengulurkan tangannya.
" Iya, Kak. Sebelum Kak Rachel minta maaf Annisa udah maafin kok." Kata Annisa sambil membalas uluran tangan Rachel.
" Teman?" Kata Rachel.
" Iya, teman." Jawab Annisa.
" Syukurlah aku jadi lega bisa baikan sama kamu. Oh ya, apa bener dulu Adam ngajak kamu taaruf." Tanya Rachel penuh selidik.
" Iya, dulu sebelum aku kenal Darren dan sebelum aku tau di jodohkan. Itu sudah masa lalu kak."
" Kalau aku jadi kamu, ya aku bakal milih Adam. Dia itu baik, sangat menghargai perempuan. Ya meskipun aku baru kenal tadi, tadi aku jatuh dan dia nolongin aku, pijit kaki aku tapi sebelum menyentuhku pun dia bilang "maaf". Ya heran aja. Daripad sama Darren. Aku kenal Darren kan juga udah lama, begitu juga Darren. Jadi udah tau busuk2nya lah, makanya aku kaget kok dia sampai mau sama kamu yang seperti ini." Kata Rachel panjang lebar namun Annisa tidak goyah sedikitpun dengan kata2 Rachel.
__ADS_1
" Aku udah nrima Darren apa adanya kok. Semua baik buruknya aku sudah tau."
" Oh gitu. Syukurlah." Jawab Rachel sikat.
" Sial, dia tidak terpengaruh." Batin Rachel.
" Oh sholatnya udah selesai." Seru Annisa karena melihat Darren dan yang lain datang.
" Ayo kita semua pamit." Kata Kevin.
" Ok jangan khawatir." Kata Rio.
" Gue tadi udah pamit sama Pak Usman kalah mau duluan." Kata Darren.
" Kamu sakit?" Tanya Annisa pada Darren penuh dengan perhatian.
__ADS_1
" Mungkin aku kecapekan." Jawab Darren singkat.
" Aku juga pamit duluan, permisi ya, Annisa aku pamit. Assalamualaikum." Kata Adam.
" Iya Kak Adam. Waalaikumsalam. Hati2, Kak." Jawab Annisa dengan rasa iba pada Adam. Pasti sulit bagi Adam untuk melupakan Annisa apalagi melihat Annisa selalu mesra dengan Darren. Mereka semua pun segera pamit untuk pulang. Annisa menatap Adam pergi dan Darren memperhatikan itu. Please Annisa jangan goyah yaaaaa, hehehee
Sesampainya di apartemen, Darren langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Sedangkan Annisa lebih memilih membersihkan diri dulu sebelum pergi tidur. Setelah semuanya selesai, Annisa pun menyusul Darren yang telah berbaring.
" Tumben kamu diem hari ini." Batin Annisa sambil memandang wajah Darren begitu dekat.
" Maaf untuk kejadian hari ini, kamu pasti tidak nyaman bahkan mungkin kamu terluka." Gumam Annisa sambil menyentuh wajah Darren dengan jari telunjuknya. Membuat garis di wajah Darren, mulai dari alis,mata, hidung dan bibirnya.
" Ternyata suamiku ini memang sangat tampan. Tumben kamu juga tidur lebih awal biasanya godain aku dulu. Aku lebih seneng kamu yang resek daripada diem gini. Kalau lihat kamu resek, bikin aku lebih semangat." Annisa terus bergumam sampai akhirnya tangan Darren tiba-tiba meraih tubuhnya. Annisa pun kaget.
" Udah gitu doang? Cepetan tidur. Nanti kalau angry bird aku bangun tapi sarangnya masih di lockdown gimana cara kamu tanggung jawab." Ucap Darren pada Annisa yang masih tetap memejamkan matanya sekalipun tangannya masih memeluk erat tubuh Annisa.
__ADS_1
" Iya.. iya... aku pikir kamu udah tidur tapi malah pura2." Gumam Annisa yang kemudian menenggelamkan kepalanya di dada suaminya.