Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 16~ IDAMAN ~


__ADS_3

Sesampainya di rumah Darren. Bu Mita mengajak Annisa tidur bersama di kamarnya. Annisa pun melihat deretan foto yang tertata di buffet jati yang tebal. Annisa melihat foto masa kecil Darren yang begitu lucu, matanya yang sipit,hidungnya yang memang mancung dan kulitnya yang putih. Maklum Mamanya Darren masih keturunan Korea, wajahnya sangat khas wanita Korea. Annisa dan Bu Mita duduk bersama di tepi kasur.


" Dulu, sebenarnya kami semua non muslim termasuk Darren dan Papanya. Kami dulu Katolik." Kata Bu Mita yang membuat Annisa kaget.


" Katolik tante."


" Maaf, sayang. Kalau kamu merasa di jebak dan di bohongi. Kami mualaf baru sekitar 3thn lalu begitu juga Darren."

__ADS_1


" Lalu apa yang membuat tante,om dan Darren memutuskan muslim."


" Dulu kami hampir 1 tahun berada di Dubai, relasi bisnis kami semua mayoritas muslim. Entah kenapa hati kami merasa nyaman ketika melihat mereka beribadah, membaca al qur'an, cara mereka memandang kami tanpa melihat kami muslim atau tidak, toleransi mereka sangat tinggi, sedikit demi sedikit kami mulai mengerti antara yang halal dan haram. Dan apa yang di haramkan pun sudah jelas ada maksutnya, baik buruknya untuk tubuh kita. Dan di situlah kami memutuskan untuk menjadi muslim dan tentunya Darren kami paksa, dia sangat marah pada kami. Jadi dia hanya sekedar muslim tanpa tahu arah, dia masih suka mabuk,minum wine,alkohol,anggur. Mungkin itu bentuk protesnya pada kami, kami yang terlalu sibuk dengan bisnis, hingga kami lupa memberinya bekal untuk akhiratnya,, kami hanya memberinya bekal duniawi. Dia sebenarnya anak yang baik tapi dia terlalu lama kesepian dan tanpa arah. Tolong ajari Darren, ajari dia islam, berjihadlah untuknya, untuk itulah Papanya Darren memilih kamu sebagi istrinya. Tolong, nak." Kata Bu Mita dengan air mata yang berderai sambil memegang erat tangan Annisa.


" Insya Allah tante. Insya Allah, Annisa akan berjihad untuk Darren dan semata-mata karena Allah SWT."


" Ya Allah, aku sungguh tidak menyangka jika imamku kelak buta, buta akan agama, bagaimana nanti dia membimbingku, sedangkan tugas dan kewajibannya adalah membimbingku. Ya Allah jika ini memang jalan jihad ku untuk meraih ridhomu, aku akan melakukannya Ya Allah. Melakukannya dengan ikhlas&sabar semata-mata demi Kau Ya Allah." Batin Annisa dalam hati.

__ADS_1


" Kita istirahat ya tante." Pinta Annisa. Kemudian Bu Mita segera berbaring dan Annisa menyelimuti Bu Mita, Annisa memperlakukannya seperti memperlakukan ibu kandungnya sendiri.


" Kasihan sekali Darren." Batin Annisa. Malam sudah semakin larut. Tapi mata Annisa belum dapat terpejam. Annisa mengambil air wudhi dan sholat tahajud. Annisa meminjam mukena Bi Inah karena mencoba mencari di sekelilingnya tidak menemukan mukena.


" Ya Allah, mukena pun tidak ada" Batin Annisa dengan sedih namun Annisa mencoba memahaminya. Setelah sholat thajjud Annisa membuka handphonenya dan membuka aplikasi Alquran online. Annisa memilih membaca surat Yaa Sin. Annisa sembari memohon kepada Allah supaya Pak Surya segera sadar&sehat kembali. Bu Mita terbangun saat mendengar Annisa mengaji, namun Bu Mita hanya diam tanpa mau mengganggu Annisa. Bu Mita merasa sangat tenang mendengar lantutan suara mengaji Annisa.


" Pah, kamu tidak salah pilih pah. Pilihan papa sangat tepat. Cepat sadar pah, cepat sembuh, segera kita nikahkan anak kita dengan Annisa." Gumam Bu Mita dalam hati di iringi deraian air matanya yang dia sembunyikan di balik selimut.

__ADS_1


__ADS_2