Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 33~ PERTENGKARAN ~


__ADS_3

Keesokan paginya di kampus... Di dalam kelas, tidak sengaja Dela&Reva melihat handphone keluaran terbaru milik Annisa.


" Annisa, handphone kamu baru ya. Keren banget. Ini kan samsung yang mehong itu bisa di lipat,di buka kayak ipad." Seru Dela.


" Jangan bilang ini imitasi juga." Tambah Reva. Annisa pun bingung bagaimana dia harus menjawabnya.


" Ini bekas kok, kemarin aku dpat hadiah dari pihak kampus. Udah ah kok kalian jadi kepo sih." Kata Annisa mencoba mengelak.


" Ya Allah, aku harus berbohong demi menutupi kebohongan yang lain." Batin Annisa.


" Oh ya, kamu tadi di cariin Adam. Dia tadi di taman. Buruan gih kamu temuin kayaknya ada yang penting, wah jangan2 kamu mau di tembak ya atau mau di lamar." Seru Reva.


" Kalian ini ada-ada saja. Kebetulan juga sih aku mau nyerahin laporan keuangan dhuafa ini." Kata Annisa sambil membawa map berisi laporan. Annisa pun segera menemui Adam. Annisa melihat Adam duduk di kursi taman sambil membaca buku.


" Assalamualaikum, Kak." Sapa Annisa.


" Eh Annisa." Kata Adam kaget.


" Aku denger dari Reva, katanya kakak nyari aku. Dan sekalian aku mau nyerahin laporan ini." Kata Annisa sambil menyodorkan map.


" Habis ini kamu yang mengelola ya, An. Sebentar lagi kan aku juga udah nggak ngampus lagi."


" Yah, paling tidak ini laporan terkahir bulan ini sebelum kakak lulus."


" Iya, makasih ya. Oh ya nis, jujur semakin aku berusaha lupa, semakin aku nggak bisa nglupain kamu. Apalgi bulan depan aku akan ke Dubai.." Kata Adam yang merasa sedih.


" Kak Adam fokus aja ngejar ilmunya nanti kalau jodoh juga pasti ketemu lagi. Ingat kan tausyiah ustadz Alkatiri kemarin."


" Iya, kalau jodoh itu unik. Aku ada sesuatu buat kamu, Annisa." Kata Adam sambil mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Gelang, meskipun bukan gelang asli.


" Mungkin ini cuma gelang mainan, gelang mutiara biasa, bukan mutiara asli. Aku pingin kamu pakai&kamu simpan ini."


Annisa pun bingung harus menerima atau menolaknya. Di satu sisi, dia sebenarnya sudah bersuami tapi di sisi lain Adam tau Annisa belum menikah.


" Tapi Kak..."


" Aku cuma pingin kamu pakai aja, kamu pakai aja aku udah seneng dan aku pun juga nggak akan memaksa kamu tentang tawaran taarufku. Dan aku juga belum mapan secara materi. Aku hanya lelaki biasa Annisa, yang belum cukup materi untuk bisa menikahi kamu."


" Kak Adam." Kata Annisa lirih. Entah kenapa Annisa merasa sedih membuat Adam berharap sesuatu yang tidak pasti tapi dia belum siap untuk mengatakannya tanpa perintah Darren.

__ADS_1


" Baik, Kak. Aku akan memakainya." Kata Annisa. Annisa hanya ingin menghargai pemberian Adam. Melihat Annisa memakai gelang itu saja, sudah cukup membuat Adam bahagia.


" Maafin aku Darren." Batin Annisa. Ternyata tak jauh dari sana, ada sepasang mata yang mengawasi Annisa dan Adam, siapa lagi kalau bukan Darren. Melihat sikap Annisa yang selalu hangat pada Adam membuat Darren sangat marah kemudian dia pergi dan menuju basecamp.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Tiba-tiba suasana kampus menjadi ramai karena ada cewek yang cantik dan seksi turun dari mobilnya. Dan sudah ada Bad Boys yang menyambutnya termasuk Darren. Dari kejauhan Annisa pun memperhatikannya.


" Hai boyssss... Miss you so much." Kata Rachel. Yes, Rachel nya Kevin. Rachel langsung memeluk&cipika cipiki pada Bad Boys itu. Cowok2 yang lain hanya bisa melongo karena sudah pasti cuma bisa halu, hehehe.


" Rachel, kita kangen sama kamu. Ke base camp yuk " Seru Rio.


" Apakah itu Clarisa." Batin Annisa.


" Kenapa perasaanku gini ya." Batin Annisa lagi.


Basecamp Bad Boys...


" Gimana perjalanan kamu, kok nggak ngabarin. Aku kan bisa jemput ke bandara." Kata Kevin.


" Hmmm asyik aja sih. Aku kangen banget sama kamu sayang." Peluk manja Rachel pada Kevin.


" Gimana kalian bertiga udah punya pasangan belum, masak jomblo terus sihhh?" Tambah Rachel.


" Kalau Tori sama Rio sih udah jelas pasti punya bahkan tiap hari mereka ganti2, nggak tahu tuh kalau si Darren." Kata Kevin.


" Darren, mau nggak gue kenalin cewek2 luar sana. Mereka so sexy." Goda Rachel.


" Ogah." Jawab Darren singkat.


" Dar, jangan-jangan lo suka terong2an ya." Sahut Rio.


" Sialan, Lo." Kata Darren sambil noyor kepala Rio.


" Ntar lah gue masih nyantai." Tambah Darren.


" Gimana kalau nanti kita clubing, ngrayain kedatangannya Rachel." Ajak Tori.


" Ok sippp." Lanjut Rio.

__ADS_1


" Gue cabut ya." Pamit Darren.


Annisa dan Adam berada di ruangan forum mereka. Mereka sedang sibuk merekap laporan. Tentunya ada teman2 yang lain. Saat Bayu mencoba mengambil box di atas almari tanpa sengaja menyenggol kipas angin yang rusak. Kipas angin itu lupa untuk di taruh gudang. Annisa yang berada tepat di bawah almari hampir saja kejatuhan namun dengan reflek Adam langsung menolong Annisa dengan mengorbankan tubuhnya. Dan tanpa di sengaja mereka jatuh dengan posisi Adam di atas Annisa. Seketika Adam pun bangun karena ada tangan yang menarik baju Adam dengan kasar.


" BUG...BUG...BUG..." Bogem pipi kanan,bogem pipi kiri,bogem perut. Annisa segera bangun dan kaget ternyata Darren yang memukul Adam.


" Brengsek, Lo. Ada banyak orang lo masih aja mesum." Kata Darren dengan nada marah. Membuat ujung bibir adam merah dan pipinya biru.


" Cukup Darren. Cukup."Teriak Annisa dengan menahan air mata.


" Kak Adam tadi nolongin aku, lihat kipas angin itu jatuh dan hampir aja nimpa aku. Keterlaluan kamu." Kata Annisa dengan marah. Adam pun hanya diam mendapat serangan dari Adam. Sedangkan mereka yang ada di ruangan hanya bisa diam melihat kemarahan Darren.


" Kak Bayu, tolong bawa Kak Adam ke UKS ya." Pinta Annisa.


" Aneh banget sikap Darren." Batin Adam.


" Iya Annisa. Maafin aku ya." Kata Bayu. Annisa pun hanya menggeleng. Darren langsung menarik Annisa, membawanya ke tempat yang sepi.


" Kamu belain dia." Teriak Darren.


" Bukanya belain, kamu lihat dong kondisinya tadi. Emang aku sengaja. Lagian tadi bukan cuma berdua."


" Kalau kamu emang suka sama dia, aku relain kamu buat dia, cari kebahagian kamu, kita pisah aja. Kamu istri aku tapi kamu masih menerima barang dari laki-laki lain." Kata Darren dengan amarah yang tak terbendung sambil mengangkat tangan kiri Annisa di mana gelang mutiara itu melingkar di pergelangan tangan Annisa.


Annisa hanya bisa menangis tidak menyangka bahwa Darren akan marah sampai seperti itu. Annisa pun menyesal dengan dirinya sendiri tidak seharusnya Annisa menerima gelang itu.


" Sekarang kamu pulang, aku udah nyuruh supir buat jemput kamu." Kata Darren.


" Maafin aku Darren. Aku cuma menghargai aja apa yg dia kasih, nggak ada arti apa2 buat aku." Annisa mencoba menjelaskannya.


" Cukup... Aku nggak mau dengar apa2 lagi. Kalau kamu cinta sama dia, aku nggak akan nerusin pernikahan ini."


" Kamu pikir pernikahan ini mainan Darren. Kamu sendiri yang membuat surat perjanjian itu dan aku hanya berusaha menuruti ke inginan kamu."


" Cepat pulang, kembali ke apartemen." Bentak Darren. Annisa pun segera lari dan pergi. Annisa menangis, dia takut, sangat takut melihat kemarahan Darren dan Annisa takut jika pernikahannya benar2 berakhir.


Visual Rachel yang seksi yaaaaa


__ADS_1


__ADS_2