Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 42 ~ KEWAJIBAN&CINTA~


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Annisa segera bersih2 dan berganti baju tidur, sama halnya dengan Darren. Namun Darren masih sibuk mengecek Ipadnya, mengecek laporan perusahaan. Dan ternyata ada masalah yang harus Darren selesaikan.


" Annisa, besok aku harus pergi ke Singapura ada rapat pemegang saham. Karena aku pemegang saham tertinggi jadi aku harus hadir. Mungkin aku setelah ini akan sibuk sekali, lebih baik kita pindah kerumah aja ya, supaya kamu ada temennya disana." Kata Darren yang masih fokus menatap layar Ipadnya. Annisa yang berbaring di sebelah Darren tiba2 bergelayut manja di lengan suaminya.


" Kamu berapa hari disana?"


" Mungkin 4 hari, semoga saja cepat selesai." Sahut Darren.


" Terus aku gimana? Sekalipun kita sering berantem, apa bisa aku sendiri tanpa kamu." Keluh Annisa dengan manja.


" Ya aku sebenarnya juga gak mau jauh2 dari kamu tapi semua perusahaan papa sekarang sudah aku handle, sayang. Lagian tumben sih kamu manja? Biasanya juga cuek."


" Ya nggak gitu juga sih. Aku kuliah berangkat sama siapa?"


" Kan ada supir di rumah, di rumah juga ada bi Innah."


" Ya udah nggak apa2 kok, oh ya tapi kan kita mau ke puncak gimana dong?"


" Oh iya, aku hampir lupa. Kita cancel dulu aja ya. Kita nggak usah ikut."

__ADS_1


" Tapi aku udah bilang sama Dela dan Reva."


" Kalau kamu masih pingin ikut pergi, kamu berangkat aja nggak apa2 sama Dela dan Reva, biar kamu di antar Pak Gito supir+bodyguard buat jagain kamu."


" Beneran aku nggak apa pergi, kamu ngebolehin"


" Iya boleh, lagian kan cuma sehari,sabtu berangkat minggu pulang. Kalau aku terpaksa berangkat weekend buat nyiapin semua laporannya dulu."


" Aku sekarang tau gimana rasanya jadi kamu, kamu pasti kesepian bertahun2, ternyata jadi orang kaya ada nggak enak nya juga ya. Tapi aku pesan sama kamu, jangan terlalu larut dalam duniawi sampai lupa kemana nanti kita akan kembali."


" Iya aku paham. Makanya sayang, aku sekarang pakai online aja, sekarang kan jaman canggih, aku bisa memantau semuanya hanya lewat internet, jadi aku masih bisa merhatiin kamu, bisa merhatiin keluarga, ya mungkin sesekali saja aku harus datang dan hadir di pertemuan. Kalau kantor aku sama papa ya di sini, di Indonesia."


" Baru tahu kamu. Kalah masalah saham, sejak dulu aku suka main saham jadi saat aku belum kerja dan msih SMA, aku udah punya uang sendiri jadi 2 kartu debit dan kredit yang aku kasihkan ke kamu juga hasil kerja keras ku sendiri tanpa minta sama papa."


" Hmmmm hebatnya suamiku." Kata Annisa sambil mengecup pipi suaminya.


" Kamu jangan mancing2 deh nanti kalau angry bird aku ngajak perang gimana?" Goda Darren.


" Hehehe nggak apa2 kok, aku juga udah mulai suka sama angry bird."

__ADS_1


" Wah... sejak kapan seorang Annisa jadi berani gitu. Kamu udah mulai nakal ya."


" Aku kan juga normal, salah kamu sendiri sih, kamu yang ngajarin, lagian kan sama suami sendiri."


" Kamu bener2 udah pinter membantah ya. Sini kamu." Kata Darren sambil meletakkan ipadnya lalu mengangkat Annisa untuk tidur tengkurap di atas tubuhnya sama seperti bayi kecil yang tidur manja di tubuh ibunya. Annisa pun menurut tanpa menolak.


" Sayang, aku pingin. Besokkan aku bakal pergi 4 hari jadi pasti aku kangen sama kamu." Kata Darren dengan nada manja.


" Emang kamu pingin apa?" Goda Annisa.


" Ya angry bird aku pingin pulang ke sarangnya."


" Dasar kamu, bikin geli ah kalau kayak gitu." Kata Annisa sambil mencubit pipi suaminya.


" Coba aku pingin kamu kiss aku duluan." Goda Darren sambil menunjuk bibirnya yang merah sensual. Annisa pun mengambil posisi duduk dan dia masih duduk di atas Darren.


" Ayo sayang, aku pingin kamu yang pegang kendali, bikin aku bahagia malam ini sebelum aku pergi, aku ke Singapura lho ya, banyak bule2 disana." Goda Darren.


" Ya silahkan aja, kalau kamu mau, aku nggak apa2."

__ADS_1


" Kenapa sih kamu nggak peka." Kata Darren dengan nada ngambek. Annisa yang duduk di atas pangkuan Darren, sudah dari tadi merasakan jika angry bird mulai tegang dan Annisa memang sengaja menggoda suaminya.Melihat sikap suaminya itu membuat Annisa gemas, kadang seperti anak kecil, kadang terlihat dewasa namun kadang galaknya minta ampun. Annisa pun memegang wajah suaminya lalu mencium bibirnya dengan sangat lembut. Tangan Darren pun mulai beraksi, memeluk tubuh istrinya dengan erat dan mulai meraba sesuatu yang ada di balik baju tidur istrinya yang membuat Annisa menjadi menambah kecepatannya dalam berciuman. Annisa semakin hilang kendali karena suaminya itu sangat pandai&berusaha membuat Annisa terangsang hebat. Bukan Darren namanya kalau udah ada kemauan harus dan wajib kesampaian. Darren sengaja pasrah ingin istrinya yang memegang kendali, Darren hanya bertugas membuat Annisa selalu merasakan kenikmatan sehingga Annisa bisa hilang kendali&menjadi ganas di atas ranjang. Annisa pun melakukan hal yang benar2 ingin membuatnya suaminya puas sebelum harus menahan rindu begitu juga dengan Annisa yang ingin Darren membalas keganasannya. Bertempurlah mereka, saat pedang mulai meghunuskan matanya ke sasaran dan saat dua buah gunung menjadi penguat kekuatan pedang itu maka keluarlah larva putih dari pedang sakti itu,hahahahaha... kalau yang udah nikah dan udah ngrasain jadi pengantin baru, pasti tau gimana rasanya, pingin terus aja hahahahaha....


__ADS_2