
👪 Halaman ke empat-tujuh... Semua berisi foto mereka bertiga saat merayakan ulang tahun Darren ke tujuh dan itu adalah perayaan ulang tahun terakhir yang mereka rayakan karena setelah itu bisnis Pak Surya semakin berkembang pesat&harus sering bolak balik keluar negeri.
👪 Halaman ke 8... Disitu ada foto Darren bersama kue ulang tahunnya dan berdiri seorang diri. Caption dalam foto itu" Selamat ulang tahun jagoan papa, maafkan papa&mama karena tidak ada untuk kamu".
👪 Halaman ke 9-16... Selalu foto Darren yang merayakan ultahnya seorang diri.
👪 Halaman ke-17... Foto ulang tahun Darren bersama Kevin, Rio dan Tori. Caption foto itu" Jagoan kecil Papa sekarang menjadi prince yang begitu tampan, kamu pasti kesepian, hingga di usia kamu yang mulai beranjak dewasa kamu membutuhkan teman untuk merayakan hari kelahiranmu" Darren membaca lembar demi lembar kliping yang di buat oleh Papanya itu. Dia tidak menyangka bahwa Papanya bukanlah orang yang selama ini dia pikirkan. Sesekali Darren memeluk agenda itu, dia menyesal dengan semua pikiran buruknya.
👪 Halaman ke- 18... Caption foto Darren ulang tahun ke 18 "Papa bersyukur setiap tahun bisa melihatmu melewati hari lahirmu dengan keadaan sehat. Belajarlah yang baik, nak. Usia papa sudah semakin tua&mungkin papa akan sering sakit-sakitan. Ketika kamu semakin dewasa, semua usaha papa adalah milikmu, jagalah&kembangkan, ada puluhan ribu karyawan yang nantinya ada di pundak kamu, kehidupan mereka ada di pundak kamu. Papa akan terus berjuang untuk kehidupanmu, supaya kelak kamu tidak mearsakan susah seperti yang papa rasakan."
__ADS_1
👪 Halaman ke-19 sampai 23,masih berisi foto-foto ulang tahun Darren.
👪 Halaman ke-24... Ada foto Darren di cafe saat mencoba memegang Annisa yang hendak jatuh. Darren begitu kaget dan menyeka air matanya lalu berdiri dan membaca caption di foto itu. " Papa ingin, kamu menikah dengan anak sahabat lama papa, dia adalah jodoh yang terbaik buat kamu, yang akan menemani hari-harimu serta yang akan memberikan papa&mama cucu yang sangat menggemaskan Papa&Mama mencintaimu&selalu mencintaimu hingga akhir waktu kami. Bagi kami kamu tetap jagoan kecil papa&mama." Selama membaca agenda itu, Bu Mita mendampingi Darren. Sesekali Bu Mita menangis di pundak Darren. Menyimak setiap halaman yang Darren buka. Darren pun langsung memeluk mamanya dengan erat.
" Mah, maafin Darren. Maafin Darren. Tolong mah jangan pernah sembunyikan penyakit papa dari Darren."
"Maafin, mama. Ini semua permintaan papa mu. Papa tidak ingin mengganggu waktumu&mengganggu sekolahmu dengan kondisi kesehatan papa, nak." Kata Bu Mita sambil tersedu-sedu.
" Tidak pernah, nak. Papa hanya mengambil foto di saat hari ulang tahunmu saja, Bi Inah yang selalu mengirimkan foto ulang tahunmu dan di saat kamu menginjak usia dewasa, papa mencarinya sendiri lewat media sosialmu. Papa mu tidak pernah begitu, nak. Papa sangat membebaskanmu." Kata Bu Mita yang di sambut pelukan Darren.
__ADS_1
" Lalu, apakah dia calon untuk Darren?" Kata Darren sambil menunjuk foto Annisa.
" Iya, sayang." Kata Bu Mita lembut sambil mengusap kepala anaknya. Darren pun sangat kaget tapi dia tidak mau memikirkan itu dulu, baginya kesehatan papanya saat ini lebih penting.
" Maafkan saya, tuan muda. Sebenarnya buku agenda itu harus saya serahkan ketika hari pernikahan tuan Darren sebagai hadiah dari tuan Surya tapi sya merasa tuan Darren harus tau ini, sya takut&khawatir dnegan kondisi tuan Surya." Kata Pak Rudi dengan sangat hati-hati.
" Tidak apa-apa, Pak. Saya bersyukur dengan ini semua, selama ini Darren salah menilai papa. Terima kasih, Pak." Kata Darren seraya memeluk Pak Rudi.
" Setelah papa sadar&sehat, Darren akan menikah dengan gadis pilihan papa." Mendengar ucapan itu Bu Mita sangat senang begitu juga dengan Pak Rudi.
__ADS_1
jadi melow keingat ayahku sendiri....