Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 21~ Second Day~


__ADS_3

Setelah Annisa mandi, Annisa segera ke dapur menyiapkan sarapan untuk Darren.


" Ya Allah, aku sangat berharap jika imam ku tidak seperti ini. Ya Allah ampuni hamba. Salahkah hamba jika tidak melayaninya secara fisik." Batin Annisa sambil meneruskan memasaknya.


Karena Annisa sebenarnya sangat memahami hak&kewajiban suami istri tapi dia merasa bingung dengan keadaan ini. Di tambah Annisa belum merasakan getar-getar cinta di hatinya. Hmmm sudahlah Annisa semakin pusing memikirkannya. Annisa pun fokus pada masakannya, Annisa membuatkan bubur ayam untuk sarapan hari ini. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00. Tapi Darren masih belum bangun. Annisa pergi kekamar untuk membangunkan Darren.


" Darren, bangun." Kata Annisa sambil menepuk bahu Darren.


" Hmmm masih ngantuk." Sahut Darren dengan nada malas.


" Aku harus kekampus. Ini jam 8. Cepat." Annisa semakin keras menggoyang-goyangkan bahu Darren.


" Iya..iya." Kata Darren dengan malas. Tiba-tiba Darren merasa mual dan ingin muntah. Darren segera lari kecil menuju kamar mandi. Annisa pun panik dan menyusul Darren ke kamar mandi. Annisa memijat tengkuk Darren.


" Kenapa sih?"


" Efek minum semalam." Sahut Darren sambil membasuh mulutnya dengan air.


" Emang segitunya ya efek alkohol, sejak kapan&sampai kapan kamu minum2 kayak gitu. Nggak sayang sama tubuh kamu." Annisa mencoba menasihati Darren.


" Udah lah nggak usah ceramah, aku mau mandi. Kamu keluar sana dan cepat siap-siap." Kata Darren dengan suara tinggi. Annisa hanya menarik nafas panjang kemudian menuju meja makan untuk sarapan dan Annisa memutuskan untuk sarapan duluan. Tak lama kemudian Darren datang menyusul Annisa untuk sarapan. Disana hanya ada keheningan, hanya terdengar suara sendok dan piring yang bersahut-sahutan.


" Oh ya, nanti selesai kampus, aku ijin ke rumah ibu, kebetulan aku ada jadwal mengajar mengaji disana."


" Iya." Jawab Darren singkat. Setelah semuanya selesai, mereka segera berangkat ke kampus. Kebeteluan jarak apartemen ke kampus tidak terlalu jauh, sekitar 10menit. Jarak 20 meter sebelum pintu gerbang kampus, Darren menurunkan Annisa di jalan.


" Turun." Perintah Darren.


" Lho kok turun"

__ADS_1


" Kamu lupa perjanjian kita, jangan ada yang tau pernikahan kita, bisa heboh 1 kampus cowok sekeren, sekaya& seganteng kayak aku nikah sama kamu." Ketus Darren. Kata-kata Darren sangat menyakiti hati Annisa. Tanpa banyak bicara Annisa segera turun dari mobil&Darren segera pergi menuju kampus.


" Sejak mabuk semalam kenapa dia makin ketus, apa seperti ini cara dia memperlakukan wanita. Kasar banget." Gerutu Annisa. Annisa pun berjalan menuju kampus, namun langkahnya terhenti saat ada yang memanggilnya.


" Annisa... Annisa... tunggu." Panggil Adam. Annisa pun berhenti dan menoleh kebelakang.


" Kak Adam..." Gumam Annisa. Nafas Adam terengah-engah setelah berlari mendekat pada Annisa.


" Kamu kenapa jalan kaki".


" Oh, aku naik angkot kak. Biar lebih cepet aja. Kak Adam atur nafas dulu deh." Kata Annisa sambil tersenyum kecil melihat Adam yang terengah-engah.


" Terlalu semangat buat ngejar kamu, Annisa." Goda Adam.


" Kak Adam ini, ayo kak jalan. Kita kan pagi ada ada tausyiah dari Pak Ustadz."


" Aku bantu-bantu dulu ya, An."


" Iya, Kak. Aku di luar aja sambil nunggu teman-teman yang lain." Kata Annisa sambil tersenyum. Dari kejauhan datangalah Dela&Reva.


" Ehem... ehem... Pagi-pagi udah ada yang pacaran aja." Goda Dela. Dan tak jauh dari sana terlihat Darren dan ketiga temannya. Tausyiah bulanan yang di selenggarakan setiap jum'at wajib di ikuti oleh seluruh mahasiswa dan selalu di isi oleh ustadz-ustadz yang memang sudah berilmu tak jarang pihak kampus sesekali mengundang ustadz seleb, supaya para mahasiswa lebih semangat&antusias untuk mendengarkan tausyiah agama. Dari jauh Darren memperhatikan Annisa dan teman-temannya, lebih-lebih teman Annisa yang sedang menggoda Annisa dengan Adam.


" Hussss jangan gosip, di islam nggak ada pacaran. Lagian tadi nggak sengaja ketemu kok."


" Sengaja juga nggak apa-apa kali." Tambah Dela.


" Udah jangan gosip, nanti kedengeran sama yang lain."


" Siap-siap aja di lamar kamu Annisa. Habis ini Kak Adam lulus terus kamu di ajakin taaruf dan di lamar." Gurau Reva semakin menjadi.

__ADS_1


" Gimana mau di lamar, aku aja udah nikah sama Darren pula. Gimana ya reaksi Dela&Reva saat mendengar kabar ini." Batin Annisa.


" Kan aku masih kuliah, 2thn lagi baru lulus."


" Banyak lagi yang nikah tapi masih tetep kuliah, yang hamil, bahkan punya anak juga ada yang kuliah." Tambah Dela. Kata-kata Dela semakin membuat Annisa terpojok.


" Udah daripada kalian mikirin jodoh aku, mending kalian pikirin tuh jodoh kalian." Balas Annisa sambil tertawa kecil.


" Hehehehe, aku sih pinginnya kayak oppa korea." Jawab Reva.


" Terserah kalian aja deh yang penting 1, akhlak&imannya."


" Amin, insya allah semoga dapat ya Annisa." Kata Reva.


" Hmmmm, kalian nggak tau saja. Aku begitu beban, suami yang aku idam-idamkan jauh dari bayanganku. Jodoh adalah cerminan diri kita. Ya Allah apakah aku terlalu banyak dosa, sehingga Engkau menjodohkanku dengan Darren."


Gumam Annisa dengan putus asa.


Acara tausyiah segera di mulai ada pembatas antara laki-laki dengan perempuan. Kali ini yang membawakan adalah Ustadz Alkatiri, ustadz muda,gaul&sedang di gandrungi para remaja karena pembawaan tausyiah yang mudah di pahami, bahasa yang mudah di mengerti, terutama membuat para kamu hawa menjadi betah saat mendengar tausyiahnya karena wajah Ustadz yang tampan tapi sayangnya Pak Ustadz sudah menikah dan memiliki anak. Ustadz Alkatiri sering sekali mengisi tausyiah di kampus karena permintaan para mahasiswa. Di samping ustadz Alkatiri ada Adam yang mendampinginya. Karena dialah ketua pantia&penggagas acara. Acara seperti ini sangatlah penting supaya di generasi jaman sekarang kita selalu mendapat alaram pengingat dalam hal bergaul&hidup bersosial sesama makhluk hidup,itulah motovasi Adam.


" Asalamualaikum wr.wb teman-teman..." Sapa Ustadz Alkatiri.


" Walaikumsalam wr.wb..." Jawab mereka semu dengan kompak.


" Masya Allah... Hari ini saya senang sekali, sepertinya semakin bertambah ya para pengunjungnya." Kata Ustadz Alkatiri dengan gaya bercanda.


" Semoga kedepannya semakin banyak, semakin semangat, kita semua menjadi semakin lebih baik lagi, amin Allah humma Amin. Baiklah teman-teman kali ini kita akan membahas tentang jodoh&pernikahan. Nah bisa nih buat kalian semua, yang sudah dewasa buat pelajaran ya, supya insya allah kita nggak salah plih dan bisa mendapat jodoh till jannah. Tapi Pak ustadz gimana nyari pasangan yang bener pak ustadz terus gimana pak ustadz kalau kita di jodohkan, harus nerima tau nolak, nah seru nggak tuh pembahasan kita kali ini. Kita bahas satu-satu ya teman-teman." Kata Ustadz Alkatiri dengan gaya bicara santai sperti anak muda dan di sambut antusias oleh mahasiswa namun di saat seperti ini Annisa&Darren amat sangat merasa salah tingkah. Ya secara tidak langsung mereka merasa masuk dalam bahasan tema tausyiah kali ini.


# Akankah Annisa&Darren jatuh cinta setelah mendengar tausyiah pak ustadz????

__ADS_1


__ADS_2