Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 78 ~ Ngidam ~


__ADS_3

Pagi hari saat Annisa bangun, tiba-tiba Annisa merasa sangat mual dan pusing. Annisa segera ke kamar mandi. Annisa pun muntah-muntah, Darren yang masih tertidur pun terbangun. Mendengar Annisa muntah, Darren begitu panik lalu menyusulnya ke kamar mandi.


" Annisa kamu nggak apa-apa."


" Perut aku mual banget sayang, aku muntah-muntah dan badan aku lemes banget." Ucap Annisa. Darren segera memapah Annisa merebahkannya di tempat tidur. Darren begitu khawatir melihat wajah Annisa yang pucat.


" Aku bikinin kamu sarapan ya, kamu mau makan apa?"


" Nggak usah sayang, aku kasihan sama kamu kalau harus repot gini. Aku istirahat dulu aja, ya."


" Jangan gitu, kamu bilang aja mau makan apa pasti aku beliin."


" Kalau gitu aku pingin makan mangga muda di cocol sama kecap terus di kasih irisan cabai."


" Oke, aku beli dulu ya sayang."


" Nggak, jangan beli."


" Terus gimana?"


" Itu tetangga depan rumah ada mangga tolong kamu petikin ya, tolong kamu mintain, nggak boleh pakai galah tapi harus kamu yang manjat sendiri." Kata Annisa sambil menahan tawanya.


" Ya Allah sayang, kamu ini ada-ada aja deh. Ya udah deh iya, demi istriku tercinta." Kata Darren sambil mencium kening istrinya. Darren segera keluar rumah dan menuju rumah tetangga depan.


" Permisi. Assalamualaikum Pak Toni." Teriak Darren sambil mengetuk-ngetukkan gembok pagar besi itu. Tak lama kemudian Pak Toni keluar.


" Eh Mas Darren. Ada apa mas?"

__ADS_1


" Pak saya mau minta mangga muda nya kebetulan istri saya lagi hamil dan lagi ngidam, Pak." Kata Darren.


" Iya, mas silahkan."


" Pinjam tangganya ya, Pak. Istri saya nyuruhnya harus di petik sendiri nggak boleh pakai galah." Cerita Darren.


" Hehehehe nggak apa-apa, mas. Silahkan aja ambil." Imbuh Pak Toni. Darren segera mengambil tangga dan mulai memanjat pohon mangga yang lumayan tinggi itu.


" Kalau istri saya dulu nyuruhnya nyolong mangga tetangga mas, sampai saya di kejar warga di teriakin maling." Cerita Pak Toni sambil mengingat kejadian dulu.


" Untung ya, Pak. Istri saya mintanya nggak nyolong, hehehe." Ucap Darren sambil memetik mangga di depannya. Darren hanya mengambil dua mangga saja, setelah dapat Darren segera turun dan mengembalikan tangganya.


" Pak Toni, terima kasih ya."


" Sama-sama, mas. Semoga lancar ya mas kehamilannya sampai melahirkan nanti."


Sesampainya di rumah, Darren segera mengupas mangga dan memotongnya, lalu mengambil kecap dan memberinya irisan cabai.


" Hmmmm ada-ada aja permintaan orang hamil untung cinta." Gumam Darren. Setelah itu Darren segera ke kamar.


" Sayang ini mangganya."


" Seger banget sayang." Kata Annisa antusias. Annisa segera memakannya dengan lahap. Darren yang melihat Annisa makan mangga muda itu hanya bisa melongo seperti mangga itu rasanya sangat manis.


" Sebentar ya sayang, aku buatin kamu susu sama nyiapin vitamin kamu." Kata Darren dan Annisa hanya mengangguk. Darren begitu telaten dalam merawat Annisa dan sangat perhatian pada istrinya juga calon anaknya. Annisa pun segera minum vitamin tak lupa susu hamilnya. Annisa merasa badannya segar kembali.


" Sayang, kamu jangan buat susah mama ya. Kasihan kalau mama sakit gini." Ucap Darren sambil mengelus perut Annisa.

__ADS_1


" Masih belum kelihatan sayang dedek nya." Kata Annisa.


" Kamu mandi gih. Aku nggak mau nyium kamu yang bau, aku pingin kamu wangi terus." Pinta Annisa.


" Ya udah, aku mandi dulu ya." Kata Dareen. Annisa pun memilih rebahan di atas kasur sambil menunggu suaminya mandi. Hari ini Annisa ingin sekali bermesraan dengan suaminya. Darren pun keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada dan berbalut handuk sepinggang. Annisa pun berdiri memeluk suaminya dari belakang. Mencium aroma sabun mandi yang segar. Melihat sikap istrinya yang tiba-tiba agresif membuat Darren menjadi heran. Annisa memeluk Darren dan menciumi punggung Darren yang lebar itu.


" Tumben istriku ini agresif." Goda Darren.


" Aku pakai baju dulu ya, sayang." Imbuh Darren.


" Nggak usah." Kata Annisa lalu mendorong Darren hingga jatuh di kasur, membuat handuk yang melilitnya lepas. Dan terlihat lah semua keseksian tubuh Darren. Melihat sikap istrinya yang aneh, Darren dengan gemas menarik Annisa lalu terjatuh di atas tubuh Darren yang sudah telanjang tanpa sehelai benangpun.


" Kamu kenapa sih?" Selidik Darren.


" Kamu seneng kan kalau aku kayak gini?" Goda Annisa.


" Seneng sih tapi kenapa tiba-tiba."


" Aku ingin sayang, aku ingin itu. Ingin mesra-mesraan sama kamu." Rengek Annisa.


" Emang boleh sama dokter?"


" Boleh, kok tapi harus pelan&pelan."


" Oke sayangku, lakukan sepuas kamu." Kata Darren. Annisa pun tersenyum manja. Annisa pun menciumi tubuh suaminya yang wangi itu membuat Darren mendesah. Kali ini Annisa yang memegang kendali. Mereka saling berciuman dengan mesra dan Darren mulai melucuti baju Annisa. Darren seakan menumpahkan hasratnya sebagai seorang laki-laki dan suami yang membuat istrinya merasakan kenikmatan yang luar biasa. Begitu juga Annisa, belajar memuaskan suaminya, membuat Darren semakin menggila.


selamat berimajinasi masing-masing ya sobat readers, hehehehehe jangan lupa like, vote dan komennya, makasih 😘😘🙏

__ADS_1


__ADS_2