Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 32~ Suami Yang Loyal~


__ADS_3

Sepulang wisuda, Darren langsung pergi ke mall. Sesuai janjinya pada Annisa, Darren akan membelikan Annisa handphone. Darren langsung menuju gerai handphone terbesar disana"D' Cell" Ya itu adalah salah satu cabang toko handphone milik Darren.


" Selamat siang, tuan." Sapa Pegawai.


" Siang mbk, tolong ambilkan saya samsung galaxy fold ya."


" Baik, tuan. Tunggu sebentar."


" Darren emang berapa sih harga handphone itu." Tanya Annisa lugu.


" 30jutaan lah." Jawab Darren enteng.


" Apa? fungsinya pun sama tapi harganya? Darren kamu terlalu boros. Kamu kemarin udah belanjain aku perhiasan dengan harga bisa beli rumah, sekarang." Kata Annisa mencoba menasihati Darren.


" Udah lah kamu nggak usah cerewet, lihat handphone jadul kamu." Ledek Darren.


" Ini tuan muda. Silahkan di periksa dulu." Kata Pegawai toko sambil menyodorkan handphonenya.

__ADS_1


" Tuan muda." Batin Annisa.


" Ok mbak. Bungkus langsung. Tolong ya nanti sebelum tutup laporkan semua penjualannnya ke email saya."


" Baik, tuan muda."


" Ini mbak." Kata Darren sambil meyodorkan kartu kreditnya.


" Wah ternyata D' Cell yang selama ini terkenal milik Darren dan di tokonya sendiri, Darren masih mau membayar. Masya Allah, hebatnya suamiku ini apalagi jika dia bisa belajar Al quran." Batin Annisa sambil tersenyum bahagia.


Sesampainya di appartemen, Annisa langsung ganti baju. Dan melaksanakan sholat dzhuhur. Sedangkan Darren sibuk dengan handphonenya. Dia sibuk mengecek semua laporan beberapa usaha milik keluarganya. Mulai dari properti, elektronik, perhiasan, kecantikan, bahkan beberapa stasiun tv adalah milik keluarganya, dibawah bendera perusahaan" Atmaja Corporation".


Saat Darren sibuk dengan handphonenya, Darren mendengar suara Annisa mengaji. Darren yang duduk di ruang tengah, mengintip Annisa dari balik pintu kamar. Sungguh merdu suara istrinya saat mengaji. Darren pun merasa tersentuh dengan sikap Annisa. Selama menikah belum pernah sekalipun Annisa menggunakan kartu yang di berikannya karena Darren selalu mengeceknya apakah ada tagihan atau tidak.


" Dasar istriku yang bodoh, punya suami yang kaya malah sama sekali nggak di manfaatin, kartu kredit nggak ada tagihan, nggak pernah minta apa2 atau menuntut apapun. Heran, ni cewek sukanya apa sih? Padahal kan cewek jaman sekarang itu uang adalah segalanya dan satu lagi, memiliki dia seutuhnya sulit sekali." Batin Darren yang masih mengintip Annisa. Darren pun kembali ke ruang tengah. Annisa yang telah selesai sholat langsung mengecek handphonen barunya. Annisa segera menghampiri Darren untuk meminta tolong.


" Darren, ini gimana sih?"

__ADS_1


" Hmmm kamu ini siswa pinter masak gaptek". Ledek Darren.


" Kenapa sih selalu aja ngledek. Aku kan takut kalau rusak apalgi harganya mahal." Annisa membela diri.


" Dasar istriku yang aneh." Kata Darren sambil mengelus kepala Annisa.


" Tumben bersikap manis." Batin Annisa.Darren pun segera menjelaskan pada Annisa fitur-fitur apa saja yang ada di handphone itu dan juga spesifikasinya.


" Jadi aku bisa ngecek email, tugas2ku lebih enak terus ngirim desain aku. Kualitas fotonya juga bagus banget. Wahhhh makasih ya." Kata Annisa dengan girang sambil reflek memeluk Darren dengan erat.


" Udah berani meluk nih." Ledek Darren. Annisa pun salah tingkah.


" Ayo kita selfie dulu." Ajak Darren pada Annisa. Annisa pun menurut. Dari pose cute, manja, jelek dan marah.


" Kok aku jadi ikutan banci kamera kayak kamu." Tambah Annisa.


" Nikmatilah masa muda kamu Annisa. Beribadah, belajar&bergaul itu adalah paduan yang pas." Kata Darren yang sok menasihati.

__ADS_1


" Kayak bener aja kamu." Ledek Annisa.


__ADS_2