Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 88~ memory ~


__ADS_3

Hari pun mulai malam, Kevin yang sedang di rumah tiba-tiba merasa hatinya tidak enak. Di ambilnya kunci mobil dan segera pergi ke rumah Darren. Tak lupa, Kevin menghubungi Rio dan Tori untuk pergi ke rumah Darren.


Setelah sadar, Darren yang masih di kamarnya, tetap diam duduk di tempat tidurnya. Darren pun masih mendiamkan makanan yang sudah Annisa sediakan. Darren pun masih bersikap acuh sekalipun dia telah melihat kaki Annisa terluka. Akhirnya pun memutuskan pergi dari kamar dan malam ini, Annisa memilih untuk tidur di kamar sebelah. Annisa sudah merawat Darren sepenuh hati tetapi hati Darren sama sekali tidak tersentuh.


Darren yang sudah mulai bosan berniat untuk pergi ke klub malam lagi. Di raihnya jaket dan kunci mobil yang tergeletak begitu saja di atas sofa kamar.


Namun saat Darren hendak keluar, Kevin, Tori dan Rio sudah tiba di rumah Darren.


" Wah kebetulan banget, kalian kesini. Udah lama kita nggak hangout bareng, kan." Seru Darren dari yang berjalan mendekati mereka yang sudah ada di depan pintu.


" Emangnya lo mau kemana?" tanya Tori.


" Ke klub lah. Kita kan udah biasa kesana," jawab Darren dengan santai.


" Mana Annisa?" tanya Kevin. Darren hanya mengangkat kedua bahunya tanda masa bodoh. Kevin menatap tajam Darren dan memegang kerah jaket jeans Darren.


" Dimana Annisa, adik gue?" tanya Kevin dengan suara penuh penekanan. Darren pun menepis kasar kedua tangan Kevin yang memegang kerah jaketnya.


" Adik? bukanya adik lo Abel. Kan udah meninggal." Kata Darren dengan bingung.


" Iya Annisa itu Abel yang kita anggap meninggal." Tegas Kevin.

__ADS_1


" Makanya lo cepet sembuh dan ingat, gue pingin banget nonjok lo, seandainya lo tu lagi nggak sakit." Imbuh Rio yang kesal dengan sikap Darren.


Annisa yang sedang menangis di kamar sambil memandangi fotonya bersama Darren yang terbingkai sangat cantik, tiba-tiba mendengar suara keributan dari bawah lalu Annisa segera keluar.


Di lihatnya Kevin, Rio dan Tori sedang beradu mulut dengan Darren.


" Kakak !" panggil Annisa dengan tangisnya.


" Annisa," Seru Kevin dengan mata berkaca-kaca melihat Annisa dengan matanya yang sembab tergurat sejuta kesedihan di wajahnya. Annisa pun berjalan tertatih menuruni anak tangga. Kevin, Rio dan Tori begitu terkejut melihat kondisi Annisa dengan luka perban di kakinya.


" Lo apain Annisa, Darren?" kata Tori dengan suara tinggi.


" Iya, bagi Annisa dia juga adik kita." Imbuh Tori.


" Kamu kenapa, Dek?" tanya Kevin sambil memeluk Annisa.


" Oh tadi Annisa nggak sengaja injak pecahan kaca." Kata Annisa.


" Annisa kamu hati-hati dong, kaki kanan kamu udah pernah kayak gitu, eh sekarang yang kiri. Jangan sampai kamu di rawat kedua kalinya gara-gara Darren." Celetuk Rio.


" Hah ? gue? emangnya gue nglakuin apa?" tanya Darren sambil mengangkat alisnya.

__ADS_1


" Iya, gara-gara fitnahan Rachel, yang ngarang cerita tentang perselingkuhan Adam dan Annisa, lo nyiksa diri lo sendiri sampai-sampai lo berantakin apartemen sampai Annisa mengalami luka parah karena pecahan kaca, ingat kan lo?" kata Rio dengan menunjuk-nunjuk dan menatap tajam Darren. Darren pun terdiam, mencoba mengingat apa yang terjadi, terdapat bayangan yang tidak jelas dalam ingatannya, tentang kejadian apa dan siapa saja mereka. Dan lagi, tangan Darren gemetar lalu memegang kuat kepalanya hingga meremas kuat rambutnya sendiri, mata dan wajahnya semakin memerah. Annisa yang melihat Darren seperti itu, mulai khawatir lagi.


Aaaaaaaaaaaaaaa !!!!


Darren berteriak dan terduduk tak berdaya di lantai. Membuat Annisa langsung memeluknya.


" Jangan kamu paksain sayang, aku tidak pernah memaksa kamu untuk mengingat apapun. Aku mohon, aku ikhlas menjalani ini semua," ucap Annisa sambil menangis tersedu-sedu. Rio, Kevin dan Tori merasa sedih dan heran melihat keadaan Darren. Annisa pun membantu Darren berdiri dan mengantar Darren ke kamarnya. Kali ini Darren menurut tanpa memberontak. Annisa segera membantu Darren berbaring dan menyelimuti tubuh suaminya itu. Lalu Annisa segera kembali menemui Kevin, Rio dan Tori untuk menceritakan kondisi Darren.


" Annisa maaf ya," kata Tori.


" Nggak apa-apa kok, Kak." Jawab Annisa.


" Kamu cerita sama kakak. Sebenarnya kenapa?" imbuh Kevin.


" Tadi Darren mengalami hal yang sama, sepertinya dia melihat kejadian yang pernah di alami, namun Darren memaksakan ingatannya dan membuatnya pingsan. Darren ingat saat dia menepis gelas susu yang aku sodorkan lalu pecah, saat aku terkena pecahan itu, dia menghampiriku lalu ya seperti tadi respon Darren. Aku segera menghubungi dokter Satriya dan kata dokter jangan di paksa karena jika di paksa akan fatal untuk kondisinya." Cerita Annisa pada Kevin, Rio dan Tori.


" Tapi Annisa, Darren benar-benar kelewatan, maaf kalau aku sampai segitunya. Kamu sudah kami anggap seperti adik kami sendiri." Kata Rio.


" Terima kasih, Kak. Annisa sangat bersyukur memiliki Kakak seperti kalian semua."


" Annisa, Kakak mohon. Bagi beban kamu dengan kakak, ya." Kata Kevin sambil menggenggam erat tangan adiknya dan Annisa pun hanya mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2