
" Aku tidak pernah melakukan apapun, sayang. Kita memang dekat bahkan tidak cuma sama aku sama Kevin, Rio dan Tori juga. Saat dia datang ke Indonesia, kita sering main ke club, hangout bareng itu juga berlima sama yang lain, sesekali saja kita berdua pergi. Aku temani dia pure karena teman, kamu bisa tanya sama Kevin tentang aku dan Klarissa seperti apa." Darren mencoba menegaskan perasaannya pada Klarissa.
" Darren, aku tau kamu di atas. Aku kesini cuma mau minta maaf." Teriak Klarissa dari bawah.
" Tuh dia teriak-teriak di bawah. Cepat temu dan suruh dia pergi, aku nggak mau lihat dia." Kata Annisa dengan ketus.
" Iya sayang, sebentar ya." Kata Darren yang kemudian menemui Klarissa di bawah. Klarissa menyeringai bisa membuat Darren menemuinya.
__ADS_1
" Ada apa sih Klarissa? Sudah cukup kamu buat rumah tangga aku berantakan. Aku mohon dan tolong jangan temui aku dan juga jangan temui Annisa, tolong jangan ganggu kami. Aku masih menghormati kamu sebagai perempuan jadi aku tidak kasar, kalau kamu laki-laki, aku sudah pasti akan menonjok wajah kamu." Kata Darren dengan geram. Klarissa mencoba mendekat namun Darren segera mendorongnya.
" Satpam... Satpam, cepat bawa dia keluar dan usir dia dari sini, jaga harga diri kamu sebagai wanita Klarissa jangan murahan." Kata Darren dengan tegas. Dari atas, Annisa mengintip dari balik pintu dan melihat Darren yang marah ternyata begitu menakutkan. Melihat Darren yang jalan ke atas, Annisa pun segera lari dan kembali ke tempat tidur.
Darren menghela nafas panjang lalu duduk sambil mengurut-urut keningnya. Ternyata pernikahan itu tidak mudah banyak sekali godaan dan ujiannya. Dulu saat sebelum menikah, dirinya begitu bebas dan lepas tanpa beban, sekarang ada saja masalahnya dan terutama bagaimana cara menghargai dan menjaga hati pasangan kita. Annisa merasa iba melihat suaminya yang terlihat sangat tertekan. Annisa mencoba menurunkan egonya dan menghampiri suaminya yang sedang duduk di sofa. Annisa kemudian memeluk Darren dengan posisi Darren masih duduk di sofa.
" Iya, aku akan mendampingi kamu." Jawab Annisa singkat.
__ADS_1
" Tolong jangan tinggalin aku, aku tidak bisa menghadapinya sendiri. Aku tahu bagaimana Klarissa jika dia sedang menginginkan sesuatu. Dia akan menghalalkan cara. Aku takut jika dia menjebakku kembali. Ketika dia berusaha untuk menjebakku atau kamu, aku mohon supaya kita untuk saling percaya. Aku mohon sayang demi anak kita. Aku tidak ingin anak kita kenapa-kenapa."
" Iya sayang, maafin aku ya." Kata Annisa. Darren pun berdiri dan membalas pelukan Annisa. Darren pun memeluknya dengan sangat erat.
" Dia akan merasa bahagia, jika kita terpisah sayang. Kalau kita terus bersama dia akan merasa kalah. Jadi aku mohon tetap berada di samping aku. Apa aku perlu membasuh mulutku dengan tanah dan mensucikannya sayang, aku pun merasa najis karena aku pun sudah membuang bajuku yang kemarin."
" Tidak perlu. Cukup kamu minta ampun sama Allah, gunakan mulut kamu untuk perbanyak baca Al Qur'an dan berdzikir." Kata Annisa.
__ADS_1
" Terima kasih, sayang. Aku sangat sangat mencintai kamu, aku rela mati dan mengorbankan nyawa ku demi kamu." Ucap Darren yang masih menangis haru karena telah mendapatkan istrinya kembali.