
Darren pun tertidur, saat tidur Annisa mencoba mengobati luka di wajah Darren.
" Kenapa kamu seperti ini? Apa yang membuat kamu, menyiksa diri kamu Darren? Apa karena salahku? Tolong katakan, apa salahku? Supaya aku tahu?" Kata Annisa dalam hati sambil terus mengobati luka Darren. Sedangkan tangan dan kaki Annisa sudah penuh dengan perban karena terkena pecahan kaca akibat perbuatan Darren. Setelah selesai, Annisa menyelimuti Darren dan membiarkannya tidur. Annisa memilih tidur di sofa. Saking lelahnya saat baru bersandar di sofa Annisa langsung tertidur.
__ADS_1
Matahari pun telah tenggelam, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Darren pun tertidur sudah sangat lama, sejak Annisa pulang kampus hingga malam tiba. Begitu juga dengan Annisa. Dia begitu lelah, membereskan rumah yang super berantakan karena ulah suaminya sendiri yang sudah terhasut oleh fitnah Rachel. Mata Darren pun mulai terbuka dan mulai sadar dari pengaruh alkohol yang sangat kuat sehingga menimbulkan efek mabuk yang luar biasa. Darren melihat Annisa tertidur di sofa dengan tangan penuh plester dan kaki yang di perban. Darren pun mengingat semua kejadian 2 hari ini. Darren merasa iba dan merasa bersalah melihat Annisa yang terluka karena dia.
" Annisa, maafkan aku. Aku tidak bisa mengatakannya, lebih baik aku menyakiti diri aku sendiri daripada aku harus meluapkan amarahku sama kamu. Aku berusaha mengabaikan kamu tapi kenapa semakin aku coba, semakin aku sakit. Aku ingin percaya sama kamu tapi kena vidio dan foto itu menunjukkan kalau itu memang nyata. Apalagi Adam adalah cinta pertama kamu dan aku adalah orang ketiga dalam hubungan kalian. Sungguh sulit mencerna ini semua." Gumam Darren dalam hati. Antara rasa benci dan cinta. Tiba-tiba handphone Annisa berbunyi. Bunyi nada pesan. Darren mencoba mengambil handphone Annisa yang berada di meja laci sebelah tempat tidurnya. Dan pesan dari Adam.
__ADS_1
Dan benar saja, handphone Adam di sabotase oleh Rachel. Karena saat ini Rachel bersama dengan Adam. Rachel mengajak Adam ke cafe. Rachel membuat rencana untuk semakin menyakiti Annisa. Rachel sengaja menjatuhkan minuman ke baju Adam dan membuat Adam pergi ke kamar mandi dan meninggalkan handphonenya di meja. Kesempatan emas bagi Rachel untuk menyalakan bara api. Setelah mengirim pesan pada Annisa. Rachel buru-buru menghapusnya dan membersihkan jejak takut Adam segera kembali. Rachel pun tersenyum licik.
Darren hanya bisa menghela nafas panjang. Haruskah dia melepaskan Annisa dan membiarkan Annisa bersama Adam. Darren mencoba mencari tahu riwayat pesan Adam pada Annisa namun tidak ada yang aneh, mereka tidak komunikasi dengan intens. Justru Rio dan Tori yang sering menggoda Annisa. Darren mencoba melihat galeri foto Annisa, tidak ada yang aneh. Justru yang banyak adalah foto-foto mereka berdua. Darren mencoba mencari bukti dengan stalker handphone Annisa. Sampai ada sketsa baju pernikahan couple yang baru saja Annisa buat dan Annisa memberikan tulisan pada sketsa baju pengantin itu. Annisa memberikan nama Darren pada setelan jas, nama Annisa pada gaun perempuannya.
__ADS_1
" Haruskah aku percaya dan mencari bukti ini." Batin Darren. Malam itu juga Darren segera pergi menemui Kevin, Tori, dan Rio di cafe tempat Annisa dan Adam bersama. Sebelum pergi, Darren menyelimuti tubuh Annisa dan mencium keningnya.