
#Visual Gaya Fashion Annisa ya,mulai dari pergi ke kampus, mengajar mengaji, hangout & sehari-hari, silahkan di imajinasikan sesuai keadaan&peristiwa ya,selamat membaca & berimajinasi,hehehehe
Sesampainya di panti asuhan, kehadiran mereka sudah di sambut oleh anak-anak panti&juga pengurus panti.
" Assalamualaikum adik-adik semuanya." Sapa Annisa.
" Waalaikumsalam, Kakak-Kakak."
Jawab mereka semua dengan kompak. Di Panti Asuhan Kasih Bunda kurang lebih ada 25 anak.
Dan pengurusnya adalah Pak Haji Usman&Istrinya Ibu Ranti. Mereka lah yang mengurus Panti Asuhan sekaligus pemiliknya. Anak-anak di sana rata-rata berusia 3-14 tahun tapi ada beberapa dari mereka yang sudah di adopsi, bahkan ada juga dari mereka yang sudah dewasa menjadi sukses yang sesekali waktu menengok untuk membantu Pak Usman & Istrinya menjaga anak-anak panti. Dan rata-rata mereka adalah anak-anak yang di telantarkan oleh orang tuanya. Pak Usman & Ibu Ranti dengan tulus & ikhlas menjaga serta merawat mereka. Karena kehidupan Pak Usman & Istrinya dulu sama-sama berasal dari panti asuhan.
" Ayo semua kita langsung masuk." Ajak Pak Usman.
" Biar nanti barang-barang yang di mobil, di turunkan sama Pak Dadang & Pak Yasir." Tambah Bu Ranti.
" Iya Bu." Jawab Adam dengan sopan. Mereka segera masuk & langsung di suguhi makanan serta kue oleh Pak Usman & istrinya.
" Ya Allah, Pak. Ini terlalu berlebihan untuk menyambut kami." Kata Annisa dengan sopan.
" Nggak, kok. Justru kami sangat senang dengan kedatangan kalian. Dan anak-anak disini juga sangat antusias dengan kedatangan kalian. Dan kalian pasti juga capek di tengah perjalanan." Kata Pak Usman panjang lebar.
" Iya, Pak. Saya teh juga sudah haus & lapar, apalagi saya pak yang jadi supir untuk mereka semua." Keluh Bayu dengan nada bercanda.
__ADS_1
" Kabayan, jaga sikap." Tambah Dela mencoba mengingatkan.
" Hehehehe. Nggak apa-apa. Ayo kita makan bersama, sebentar lagi juga ashar jadi nanti kita sholat berjama'ah sekalian." Kata Ibu Ranti.
" Iya, Bu." Jawab Annisa. Mereka semuanya segera menyantap makanan namun tak lupa untuk berdoa sesuai dengan kepercayaan & keyakinan masing-masing. Suasana di sana sangat hangat, mereka saling bersenda gurau, tertawa, bercerita & yang paling membuat mereka semua senang adalah cara Bayu menghibur anak-anak disana. Selesai makan, Bayu menghibur mereka semua dengan mengajak mereka ngedance lagunya Blackpink di ikuti oleh Dela, Reva, Rino serta yang lainnya kecuali Annisa & Adam. Pak Usman & Bu Ranti sangat senang, melihat anak-anak terhibur dan kehadiran Bayu mampu memecah suasana. Adam & Annisa beserta Pak Usman & Istrinya mengobrol di teras. Di sela-sela obrolan sesekali Adam mencuri pandang pada Annisa namun Annisa tidak menyadarinya karena fokus pada obrolannya. Adam baru menyadarinya jika Annisa begitu cantik & selalu hangat terhadap semua orang. Adam sangat mengagumi Annisa.
Panti Asuhan itu cukup luas, untuk anak-anak sebanyak mereka, disana juga ada mushola yang cukup untuk sekitar 50 orang. Tempatnya memang masuk ke gang di pedesaan tapi suasanaya sangat hijau, halaman yang luas, rindang & jelas sejuk jika di pagi hari. Hingga tiba suara adzan berkumandang. Seketika Bayu langsung meghentikan musik dari handphone & berhenti berjoget.
" Wah, udah adzan ashar. Kita sholat dulu ya adik-adik." Ajak Bayu.
" Baik, Kak." Jawab anak-anak panti. Pak Usman, Bu Ranti, Adam dan Annisa segera beranjak dari tempat duduknya lalu mengajak menuju mushola. Pak Usman meminta Adam untuk mengumandangkan Adzan & Iqomah. Suara Adam begitu merdu & syahdu, membuat hati Annisa terhanyut dengan lantunan suara adzam.
" Subhanallah, bagus sekali suara Kak Adam. Ya Allah ingin sekali memiliki imam seperti Kak Adam." Batin Annisa sambil mengenakan mukenanya. Menyadari Annisa melamun, Dela & Reva meledeknya.
" Fokus, An. Kita mau sholat. Jangan berimajinasi." Ledek Reva.
" Udah nggak usah ngelak." Tambah Dela.
" Ssssttttt." Kata Annisa sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya. Mereka berdua pun langsung diam, mengerti isyarat sahabatnya itu. Sedangkan Sesilia & Maya menunggu di luar karena mereka non muslim.
Lima belas menit berlalu, sholat pun sudah selesai di laksanakan tiba saatnya mereka untuk berpamitan. Sebelum pulang mereka foto bersama. Annisa & Adam kebetulan berdiri bersebelahan, tidak sengaja lengan mereka bersentuhan tapi masih terlindung baju ya, itu pun tidak sengaja karena ulah Reva yang dengan sengaja berdiri di samping Annisa dan sengaja mendesaknya ke arah Adam. Itu membuat jantung Annisa & Adam berdegup kencang.
Mereka saling memandang sejenak dan mengatakan "MAAF". Annisa seklias menepuk tangan Reva, kode supaya Reva tidak melanjutkan keisengannya. Rino sibuk memasang tripod kamera supaya foto yang mereka hasilkan bagus. Seperti biasa untuk dokumentasi.
" Ok, sudah siap. Sebentar aku timer dulu ya." Kata Rino yang kemudian berlari masuk dalam barisan foto. Pertama gaya resmi sambil membawa banner bertuliskan" Berbagi Bersama Kami" dan jelas ada simbol kampus mereka. Gaya kedua adalah gaya resmi tanpa banner. Gaya ketiga adalah gaya bebas, gaya suka-suka. Dan yang terakhir gaya narsis selfie bersama anak-anak panti. Setelah semuanya selesai, mereka pun berpamitan karena hari juga sudah semakin.
__ADS_1
" Terima kasih anak-anak, kalian tidak pernah melupakan mereka." Kata Pak Usman sambil menunjuk ke arah anak-anak panti.
" Kalian hati-hati di jalan, selamat sampai tujuan dan semoga kelak kalian akan menjadi orang yang sukses & berhasil." Imbuh Pak Usman.
" Amin, Ya Allah." Jawab Annisa & teman-temannya dengan kompak.
" Kami juga mengucapkan terima kasih atas sambutan, suguhan makanan yang telah di sedikan, Pak, Bu. Maaf jika kami merepotkan & maaf jika kata-kata atau tindakan kami ada yang kurang berkenan di hati Pak Usman, Bu Ranti & adik-adik semua." Kata Adam mewakili teman-temannya.
" Tidak sama sekali, nak. Kami senang dengan kedatangan kalian. Kami justru sangat bersyukur anak-anak muda seperti kalian memiliki jiwa sosial yang tinggi & mau memperhatikan anak-anak seperti mereka." Tambah Bu Ranti.
" Amin, alhamdulillah. Baik, Pak, Bu. Kami pamit ya. Adik-adik, Kakak pamit dulu ya, Insya Allah di lain hari kita akan bertemu lagi." Kata Annisa dengan semangat.
" Iya, Kak. Hati-hati di jalan. Terima kasih, Kak." Jawab mereka dengan kompak seperti paduan suara.
" Assalamualaikum." Kata Annisa dan teman-temannya dengan kompak.
" Waalaikumsalam wr.wb." Balas mereka dengan kompak. Mereka segera masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan, Adam langsung mengirim foto beserta judul foto & kegiatan mereka hari ini ke admin website kampus. Tak lama kemudian langsung terupload & tershare di website kampus.
" Alhamdulillah, semuanya lancar." Batin Annisa.
Di lain tempat, di kampus. BAD BOYS masih berkumpul di base camp latihan musik untuk pertunjukan di cafe nanti malam. Darren mengambil handphone untuk browsing lirik lagu yang akan di bawakan khawtir jika salah lirik. Ada notif masuk dan tak sengaja Darren meyentuhnya dan terbukalah isi notif dari website kampus.
Darren sama sekali tidak pernah alias cuek dengan kegitan kampus, sekalipun banyak notif dia langsung mengclose-nya. Wajah Darren tiba-tiba berubah, saat melihat foto Annisa&Adam berdampingan. Wajahnya berubah kecut, dia segera meletakkan gitarnya begitu saja & menyingkarkan stand mic di depannya lalu beralu begitu saja. Kevin, Rio dan Tori heran dengan sikap sahabatnya itu, pergi tanpa sepatah kata apapun setelah melihat handphonenya.
" Apa-apaan Darren. Latihan belum kelar udah pergi gitu aja." Kata Tori dengan heran.
__ADS_1
" Kenapa tu bocah, nggak ada angin, nggak ada hujan ngluyur gitu aja. Nanti gimana, kita kan mau manggung." Tambah Rio.
" Hmmm. Selalu begitu tanpa sebab. Udah ah kita juga cabut kalau gitu. Lagian kita juga udah pernah mainan lagu ini kemarin-kemarin." Kata Kevin mencoba menghibur Rio & Tori supaya tidak kesal pada Darren.