
Setelah selesai sarapan, Darren dan Annisa menuju rumah Darren. Karena hari ini orang tua Darren akan pergi ke Jerman untuk melanjutkan pengobatan Pak Surya. Sesampainya di sana, Darren&Annisa seger menuju kamar orang tuanya. Annisa pun segera mencium tangan kedua mertuanya itu dengan santu. Pak Surya dan Bu Mita pun sedang sibuk mengemasi barang-barang mereka.
" Mah,Pah... jangan lupa kalau sudah nyampai sana, kabari kami ya." Kata Annisa.
" Iya sayanh." Kata Bu Mita.
" Darren papa harap, kamu sekarang sudah mau mengurusi perusahaan kita ini. Selain ada ribuan karyawan yang menjadi tanggung jawab kamu, sekarang kamu sudah punya istri yang menjadi tanggung jawab kamu. Tidak ada waktu untuk main-main Darren. Kamu harus semakin dewasa, semakin bertanggung jawab di usai kamu sekarang ini. Apalagi kamu anak papa satu-satunya." Kata Pak Surya sambil menepuk pundak Darren.
" Iya, Pah. Darren akan berusaha."
" Annisa, tolong kamu dampingi Darren ya. Karena semua yang papa miliki nantinya akan menjadi milik kalian berdua&menjadi milik cucu serta penerus kalian selanjutnya. Karena usia papa&mama juga sudah semakin tua, fisik kami sudah semakin lemah, jadi papa&mama sangat berharap pada kalian." Kata Pak Surya penuh harap.
" Iya pah, insya allah Annisa pasti melakukannya. Papa&Mama harus jaga kesehatan ya, jangan sampai sakit." Kata Annisa.
" Ya Allah ternyata menjadi orang kaya nggak seenak yang di bayangkan, beban&tanggung jawabnya sama-sama rumitnya. Belum apa-apa aku sudah merasa terbebani." Batin Annisa.
" Oya satu lagi, cepat-cepat kasih cucu ya buat kita." Kata Bu Mita dengan semangat.
" Mah, untuk itu biarlah dengan berjalannya waktu, biarkan kami menikmati masa perkenalan&pacaran kami, mah. Kalau kita sudah siap pasti bakal ngasih cucu yang banyak buat kalian." Kata Darren. Darren sengaja berkata seperti itu karena dia tau bahwa Annisa juga pasti belum siap dengan semuanya.
" Iya, nak. Mama paham kok. Ya udah ayo kita berangkat."
__ADS_1
Annisa bersama Darren segera mengantar Papa&Mamanya menuju bandara. Sesampainya di bandara,mereka saling berpelukan, Annisa pun menangis sesenggukan dengan perpisahan itu. Baru mengenal mertuanya sebentar tapi serasa sudah bertahun-tahun, berat sekali berpisah dengan mereka. Apalagi Darren, yang sama sekali tidak pernah di dampingi oleh orang tuanya sejak Darren berusia 7th, pasti sangat berat. Dan berat juga beban Darren sebagai anak tunggal yang memiliki tanggung jawab begitu besar. Annisa pun merasa iba melihat suaminya itu.
" Ayo ikut aku ke toko perhiasan." Ajak Darren tiba-tiba. Darren pun mengusap air mata Annisa,begitu halus&lembut pipi istrinya itu, seperti kulit bayi, bagaimanya ya kalau di cium. Imajinas Darren berlebihan,hehehehe
" Untuk apa?" Tanya Annisa.
" Sejak kita menikah, aku belum membeli cincin untuk kita. Marai kita mulai dari hal terkecil." Ajak Darren penuh semangat. Darren menarik tangan Annisa dan menggenggamnya. Annisa pun menurut tanpa ada penolakan. Darren pun mengajak Annisa ke mall dan mengunjungi salah satu pusat perhiasan ternama di sana." DIAMOND GLOW" Nama toko itu. Annisa sangat takjub melihat perhiasan disana yang sangat mewah,bagus&harganya tentu saja selangit.
" Mbak tolong berikan set perhiasan terbaik ya sama cincin pernikahan terbaik." Pinta Darren pada pegawai toko.
" Baju karyawannya saja bagus, seperti seragam pramugari saja." Batin Annisa.
" Darren, nggak usah lah. Ini mahal lho." Kata Annisa.
" Oh, ya mbk sama liontin pesanan saya ya. Atas nama Darren Lee." Tambah Darren.
" Baik, Pak."
" Liontin, pesenan?" Batin Annisa. Annisa hanya bisa membatin bahwa perhiasan disana sangat bagus.
" Aku dua hari yang lalu pesan liontin untuk kamu ada inisial nama aku&kamu (A&D). Kamu pilih yang mana?" Tanya Darren.
__ADS_1
" Kita pulang aja ya, ini mahal semua Darren." Kata Annisa.
" Udah deh, nurut aja napa." Sahut Darren. Annisa melihat para pegawai toko yang memang cewek-cewek semua sejak dari tadi memperhatikan Darren dengan penuh ke kaguman. Sesekali Annisa melirik ke arah Darren yang matanya masih sibuk mencari sesuatu.
" Oh ya, aku mau beliin kamu perhiasan yang itu, yang ada mahkotanya, ya saat kamu siap kita bikin resepsi dan kami wajib pake itu ya." Kata Darren pada Annisa sambil menunjuk ke arah 1 set perhiasan wedding party.
" Iya, terserah kamu. Kamu pilih aja yang menurut kamu bagus, aku pasti suka." Hibur Annisa. Setelah memilih-milih, akhirnya Darren membeli 2 set perhiasan, 1 set perhiasan red diamond, 1 set perhiasan wedding party,liontin&1 pasang cincin nikah.
" Oh ya, cincinya kamu coba." Kata Darren sambil memasangkan cincin di jari manis Annisa dan ternyata pas.
" Disini ada ukiran nama kamu&aku." Tambah Darren. Annisa pun hanya diam&menurut saja.
" Wahhh beruntung sekali ya mbak, punya pasangan yang royal, romantis&baik hati." Puji salah satu pegawai toko tersebut. Menanggapi pujian itu, Annisa pun hanya tersenyum tanpa banyak bicara.
" Saya lah mbak yang paling beruntung mendapatkan dia." Tambah Darren. Jawaban Darren sontak membuat Annisa kaget, tidak menyangka jika Darren akan memberikan jawaban semanis itu.
"Oh ya, ini Pak notanya." Kata penjaga toko sambil menyodorkan nota pembelian. Annisa pun mencoba meliriknya dan Annisa sangat kaget ketika melihat nominalnya 865juta.
" Astagfirullah, apa itu. Apa itu uang, Ya Allah uang segiti udah bisa di pakai buat beli tanah&bangun rumahnya." Batin Annisa.
" Pakai kartu ya mbk." Kata Darren sambil menyodorkan silver cardnya. Lagi-lagi Annisa di buat takjub dengan lelaki yang di sampingya. Sebegitu kaya-kah suaminya itu??? Membeli perhiasan seperti membeli kerupuk. Itulah yang ada di benak Annisa tentang suaminya.
__ADS_1
Inilah ya... paket perhiasan yang di beli oleh Darren untuk Annisa, Bahagianya jika menjadi Annisa hehehehe