
Darren mengajak Annisa belanja ke supermarket untuk membeli susu hamil, buah-buahan, sayuran dan membelikan baju hamil untuk Annisa. Darren sangat antusias dengan kehamilan Annisa dan Annisa pun sangat bahagia. Setelah selesai belanja, Darren mengajak Annisa ke rumah. Darren segera memarkir mobil di garasi rumahnya.
" Lho sayang kita kok ke rumah kamu."
" Sayang kamu lagi hamil, aku nggak mau kamu di rumah sendirian kalau aku pas lagi nggak di rumah. Kamu jangan capek-capek ya. Kalau disni ada bi Inah. Ya udah kita masuk yuk." Ajak Darren lalu mereka segera masuk.
" Mas Darren, Mbak Annisa. Tumben mas kesini." Kata bi Inah yang menghampiri Darren dan Annisa.
" Bi, mulai sekarang aku sama Annisa tinggal disini. Soalnya Annisa lagi hamil Bi." Kata Darren antusias.
" Alhamdulillah, Bibi seneng banget kalau Mas Darren dan Mbak Annisa tinggal disini."
" Bi, tolong bawa belanjaan di bagasi mobil ke dalam ya." Pinta Darren.
" Siap Mas."
" Ayo sayang, kita ke atas. Sejak menikah, kamu belum pernah kan lihat kamar aku yang sekarang jadi kamar kita." Ajak Darren.
" Iya sayang." Jawab Annisa. Darren pun menggandeng tangan Annisa, dan menuntunnya dengan pelan menaiki tangga. Darren sangat hati-hati dan begitu protektif.
" Ini kamar aku sayang."
" Wah, kamar kamu itu luasnya sama kayak rumahku, rumah ayah dan ibu."
" Tapi kan sebenarnya rumah orang tua kandung kamu sendiri juga bagus, rumah si Kevin."
" Iya sayang. Aku suka sedih kalau rumah pada kosong. Rumah mama papa juga kosong ya meskipun ada pembantu yang nempatin."
" Ya udah kamu istirahat dulu ya, aku buatin susu hamil buat kamu ya."
" Iya sayang." Jawab Annisa yang kemudian berbaring di tempat tidur. Darren segera turun dan ke dapur lalu membuka kotak susu.
__ADS_1
" Gimana cara bikinnya." Kata Darren sambil membolak balikkan kotak susu hamil itu. Susu hamil rasa coklat kesukaan Annisa.
" Oh gitu doang, gue pikir beda cara buatnya. Hehehe." Gumam Darren. Tak lama kemudian, susu untuk Annisa pun jadi. Darren pun membawanya ke kamar.
" Sayang udah jadi." Kata Darren dengan antusias.
" Makasih ya sayang." Kata Annisa. Darren membantu Annisa untuk bangun.
" Sayang, kamu kayaknya kok lemes banget ya dan masih pucat."
" Namanya juga hamil sayang, jadi ya bawaannya beda-beda." Jawab Annisa.
" Ya udah di minum dulu ya." Kata Darren. Annisa pun segera meminumnya sampai habis.
" Kamu pinter juga bikin susunya, aku biasanya agak eneg."
" Kan buatnya pakai cinta." Kata Darren sambil mengelus kepala Annisa.
" Kamu istirahat ya sayang. Aku ke apartemen dulu, kemasin baju kita sama beberapa file kerja aku masih disana."
" Kamu mau nitip apa? Kemarin-kemarin aja banyak makan sekarang kok nafsu makannya turun sih." Kata Darren sedih.
" Aku pingin kamu cepet nyampai rumah aja. Sama aku mau ice cream yang banyak sayang." Kata Annisa dengan manja.
" Siap istriku, aku berangkat dulu ya. Assalamualaikum." Pamit Darren sambil mencium kening istrinya.
" Waalaikumsalam, sayang. Hati-hati sayang."
Darren pun segera berangkat dan menuju apartemen. Sesampainya di apartemen, Darren segera mengemasi semua baju dan barang berharga mereka. Saat Darren berkemas tiba-tiba bel apartemen berbunyi.
" Klarissa." Seru Darren yang melihat di layar monitor. Darren segera membuka pintu.
__ADS_1
" Halo sayang." Sapa Klarissa.
" Ada apa kamu kesini. Kalau tidak ada keperluan lebih baik pulang."
" Kamu ngapain bawa koper." Tanya Klarissa yang melihat Darren berkemas.
" Mau pulang, aku pindah kerumah."
" Oh gitu. Mana gadis kampung itu."
" Dia Annisa istri ku, bukan gadis kampung. Pulang sana." Bentak Darren. Klarissa tiba-tiba memeluk Darren dari belakang. Dengan sigap Darren pun menghempaskan tangan Klarissa.
" Kenapa sih kamu nolak aku terus, apalagi sejak kamu menikah, kamu sama sekali nggak mau lihat aku. Aku kurang apa Darren? Aku memiliki tubuh yang sempurna. Banyak laki-laki mengejarku namun aku tolak semua untuk kamu." Klarissa terus mengoceh.
" Aku tidak pernah suka dan tidak pernah mencintai kamu. Dan lebih baik kamu cari laki-laki lain saja Klarissa. Jangan buat aku bertindak kasar." Kata Darren yang tetap fokus berkemas dengan posisi membelakangi Klarissa. Klarissa pun kesal melihat sikap Darren yang cuek lalu Klarissa membuka blazernya, terlihatlah bentuk tubuh Klarissa yang seksi dan dada yang seksi menonjol, yang mana jika laki-laki normal melihatnya sudah pasti membuat tegang. Karena Klariss saat itu memakai mini dress seksi ketat belahan dada rendah dan di padukan dengan blazer. Klarissa pun berbalik arah dan berdiri di depan Darren untuk mengalihkan fokus Darren. Darren yang melihat sikap Klarissa yang menjijikan segera mengambil blazer Klarissa untuk menutup tubuh Klarissa kembali namun belum sempat Darren mengambilnya. Klarissa dengan kuat mendorong Darren hingga membuat Darren terjatuh dan terduduk di lantai.
" Apaan kamu Klarissa, kamu gila ya?" Bentak Darren yang mencoba berdiri namun Klarissa dengan nekat duduk di atas Darren.
" Minggir kamu Klarissa, dasar kamu gila. Jangan buat aku berbuat kasar."
" Aku memang gila. Gila sama kamu. Kalau aku nggak bisa memiliki kamu, maka Annisa juga nggak boleh memiliki kamu." Kata Klarissa dengan nada suara tinggi.
" Cepat minggir Klarissa, aku benar-benar akan mukul kamu." Bentak Darren sambil mengangkat tangannya namun Klarissa justru menangkis tangan Darren lalu memegang tangan Darren dan menyandarkan ke dua tangan Darren ke dinding dan mencengkramnya dengan kuat. Darren pun tak bisa berkutik, di pikirannya hanya Annisa, Annisa dan Annisa. Melihat wanita berbaju seksi dengan segala lekuk tubuh yang indah. Tanpa basa basi, Klarissa langsung mencium bibir Darren dengan ganas.
" Sayang aku nyus.....ul kamu." Ucap Annisa dengan antusias namun suaranya menghilang ketika melihat suaminya beradegan mesra seperti itu. Klarissa duduk di atas Dareen dan kedua tangan Darren di cengkram erat oleh Klarissa lalu Annisa menempelkannya di dinding supaya Darren tidak melawan. Mendengar suara Annisa, Darren segera mendorong Klarissa sekuat tenaga hingga tersungkur di lantai dengan senyum menyeringai. Darren segera berdiri merapikan bajunya dan mengusap bekas lipstik Klarissa yang menempel di bibirnya dengan penuh rasa jijik. Annisa pun tercengang dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
" Sayang, itu nggak seperti yang kamu lihat. Sayang maafin aku." Kata Darren menangis sambil memeluk istrinya. Annisa pun menghampiri Klarissa yang sudah berdiri dan kembali memakai blazernya tanpa rasa berdosa namun justru malah tersenyum bangga. Annisa menatap tajam Klarissa lalu menamparnya sekuat tenaga.
" Dasar wanita murahan, penggoda suami orang, pergi kamu. Keluar. Cepat keluar." Bentak Annisa pada Klarissa dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Bukanya jera, Klarissa justru tersenyum puas.
" Darren besok lagi ya, kalau kamu bosan sama istri kamu, aku selalu ada 24 jam untuk layani kamu." Kata Klarissa yang kemudian pergi dengan mengedipkan satu matanya pada Darren. Annisa pun terduduk lemas di sofa sambil menangis. Darren menghampiri Annisa sambil berlutut dan meletakkan kepalanya di pangkuan Annisa.
__ADS_1
" Sayang maafin aku, aku tidak melakukan itu. Demi Allah, demi Rasullullah sayang aku tidak melakukan itu. Aku bersumpah sayang." Ucap Darren sambil terus menangis memohon maaf pada Annisa. Annisa pun hanya diam dan terus menangis.
" Aku tadi kemas-kemas, tiba-tiba dia datang dan dia yang menggoda aku sayang. Aku bahkan sudah mengusirnya, tapi dia malah nekat di luar dugaanku dia seperti itu. Kamu boleh hukum aku apa aja asal kamu maafin aku." Imbuh Darren dengan terus menangis sambil mendekap erat istrinya.