
Istri lo sedang tidak baik-baik saja. Bukan gue yang bikin gitu ya. Dia ketemu sama nenek tua yang judesnya minta ampun. Sekarang kita otw ke kantor lo.
Begitu pesan Mita pada Arsyad, sebelum menjalankan mobil. Sha sudah duduk anteng tapi sesekali ngomel karena Mita tak kunjung jalan.
"Dia siapa sih, sewot banget sama lo?" tanya Mita dengan fokus mengemudi.
"Ibu dari tuan Arya, mantan suami ibu gue!"
"Eh busyet. Nenek lo dong ya?" Mita kaget bahkan sempat lepas kendali terlalu ngegas.
"Ati-ati lah, Mita. Ya Allah!" kaget Sha karena kecerobohan Mita..
"Iya-iya sorri. Tapi gue setuju sama lo sih, kalau dia yang tua gak bisa kasih contoh cara menghargai orang, balas saja tanpa takut dosa."
"Prinsip dari mana tuh, yang benar tub meski mereka salah kita kudu menghormati. Cuma gue gak terima aja kalau mengejek ibu. Gak sadar apa ya, anaknya jadi pria yang tak bertanggung jawab gitu."
"Ya itu bapak lo pe'a!"
Sha menghela nafas pelan, "Kadang nih Mit, gue juga merasa berdosa banget. Gue anaknya tapi kok gak hormat banget bahkan menemuinya gue enggan. Jahat ya?"
Mita mengangguk, namun kemudian menggeleng. "Eh tapi kalau gue di posisi lo juga bakal ambil sikap masa bodoh dah."
"Salah?"
"Salah, tapi kita manusia biasa. Egois tak apalah," jawab Mita yang mendukung bagaimana perasaan sahabatnya itu.
"Betul sih, gue pun membenarkan sikap yang gue lakukan sekarang, daripada sakit hati mending tidak menganggap ada."
"Sadis men istri pak bos satu ini," ledek Mita dengan gaya konyolnya. Sahabat Sha ini sepertinya punya kepribadian ganda, saat menjadi dokter dia terlihat begitu cerdas dan cekatan, namun di luar jalur dokter konyol setengah mati ditambah jutek sekali.
Mobil Mita sudah sampai di parkiran loby, baru saja Sha menutup pintu mobil lengannya ditarik, tubuhnya tiba-tiba dipeluk Arsyad. Sha melongo.
Ini loby loh, banyak orang berlalu lalang, dan bos ganteng ini main peluk saja. Sha diam, tak berani membalas pelukan hangat sang suami.
"Ini loby woyyyy!" ujar Mita sebelum menjalankan mobilnya. Baru deh, Arsyad sadar dan melepas pelukan pada Sha. Tak lupa berdehem untuk menetralkan suasana canggung yang terjadi. Melihat sekitar dan benar saja, beberapa orang pura-pura tak melihat.
"Kamu, Bi!"
__ADS_1
"Gak pa-pa, ayo!" ujar Arsyad yang langsung menggandeng Sha masuk ke lift.
*Gila!!! Pak ganteng langsung peluk Lethisa loh.
Aku yakin Lethisa sudah membuat bos klepek klepek. Duh gak rela nih kalah saing sama Sha.
Padahal dia gak cantik-cantik amat.
Jadi selera bos kayak Sha? Sederhana banget*.
Riuhnya anak buah tak sepadan dengan suasana di dalam lift. Sha mengomel karena Arsyad main peluk, dan ia memprediksi bahwa pegawai Arsyas bakal ghibah dengan topik dirinya yang dipeluk pak bos.
"Ya kan aku khawatir sama kamu, Mita kirim chat kalau kamu habis dilabrak nenek tua. Emang siapa?"
"Nyonya Maheswari."
"Lah? Kenapa harus melabrak kamu?"
"Dia tuh yang salah, main senggol terus minumannya jatuh kena tiket peswatku. Gak minta maaf malah mengejekku dan menjalar ke mana-mana. Aku sebenarnya gak mau meladeni, tapi dia menyangkut pautkan ibu, gak terima lah. Awalnya aku mau sopan jadi gak respect sama sekali. Aku tahu aku salah, tapi bagaimana dia yang udah tua juga judesnya minta ampun."
Cup
"Kamu mau mengembalikan harta Tuan Arya kapan?" tanya Arsyad yang akhirnya menyetujui untuk pengembalian hak waris Sha dari sang ayah. Kalau keluarga besar sang ayah mertua sangat tidak menghargai Sha, mending putus hubungan semua. Daripada wanitanya tersakiti.
"Kamu kok...?"
"Biar kamu bebas dan tidak dianggap perempuan matre atau apalah dari keluarga besar ayah. Kamu gak pa-pa kan kalau aku ambil keputusan ini?" tanya Arsyad yang khawatir Sha marah bila harus mengembalikan harta sang ayah secepat ini.
Sha menggeleng sembari tersenyum, "Kamu yang terbaik memang. Padahal aku belum ngomong, ternyata kamu sangat peka dan aku setuju." Sha pun mengalungkan tangannya di leher Arsyad, menatap sang suami dengan tatapan penuh cinta.
"Aku hubungi beliau secepatnya, besok aku longgarkan kan, kita makan siang di luar sambil menyerahkan berkas ke beliau."
Sha kembali mengangguk, "Oke!"
"Kamu gak pa-pa kan? Kamu gak sedih?"
Sha mengecup bibir Arsyad, kemudian tersenyum. "Awalnya sedih tapi dipeluk suamiku langsung nyessss, hatiku adem!"
__ADS_1
Arsyad tertawa, mencubit hidung mancung Sha. "Dih...gombal!"
"Bi....sekarang karyawan kamu pasti ghibah in aku."
"Biar!" jawab Arsyad cuek.
"Bi...tiket pesawatku...." rengeknya manja.
"Ouh iya itu tiket pesawat apa?" tanya Arsyad.
"Mita menikah, tadi dia tuh kasih aku undangan dan tiket buat akomodasi ke Bali!"
"Terus aku?" tanya Arsyad sambil menunjuk dadanya. Sha tertawa melihat ekspresi sang suami.
"Gak dapat, aku doang."
"Hem makanya tiket pesawatnya disiram air sama nenek kamu."
Sha langsung memeluk tubuh Arsyad, "Ya kan aku juga dikasih. Toh aku juga kalau ke Bali tetap ajak kamu. Kalau kamu sibuk, aku paksa."
"Gimana emang kamu mau bisa paksa aku?" goda Arsyad, hanya memancing. Kalaupun gak dikasih tiket gratis, Arsyad masih mampu membeli.
"Aku cuma kasih pilihan, antar aku ke nikahan Mita atau gak aku kasih jatah satu minggu!" ucap Sha dengan peringai jahil. Arsyad langsung mendelik.
"Enak aja! Jelas aku pilih nemenin kamu ya, apalagi ke Bali!" ucap Arsyad dengan menaik turunkan alisnya. Sha heran apa maksud alis Arsyad ini.
"Sekalian bulan madu," bisik Arsyad sembari mencium bibir sang istri. Keduanya tak sadar bahwa pintu ruangan Arsyad masih terbuka lebar. Ucapan dan tingkah mesum keduanya terdengar jelas oleh dua karyawan yang akan menyerahkan laporan pada Sha. Dan ternyata sekertaris bos berada dalam dekapannya.
Spekulasi muncul dalam benak mereka, bahkan keduanya menganggap adanya hubungan terlarang antara Sha dan Arsyad, sehingga mereka pacaran diam-diam. Mungkin keluarga Arsyad tak setuju mengingat Sha hanya sekertaris biasa.
Dua karyawan itu langsung mengirimkan foto yang sempat mereka ambik saat Sha mengalungkan tangannya di leher Arsyad dan mengecup bibir boa ganteng itu. Fix ..Sha seorang wanita penggoda.
*Sumpah. Ini Sha?
Eh dia murahan ternyata, menggoda bos dengan tubuhnya.
Halah itu skandal biasa kalau bos sama sekertaris ada affair. Apalagi mereka teman dari SMA kan*. Komentar pegawai laki-laki ikut berbicara soal foto yang tersebar.
__ADS_1
Ya tapi dulu Sha sok sok an nolak, Budiiiii. Munafik banget.