JODOH SEBANGKU

JODOH SEBANGKU
LAIN DI MULUT, LAIN DI HATI


__ADS_3

Arsyad berusaha menikmati makan siangnya bersama Nyonya Ayu (mama Arsyad), Tante Yastin (mama Indah) serta Indah sendiri. Ia tak menyangka sang mama turut hadir, meski beralasan kebetulan. Mama Arsyad memang dekat dengan mama Indah, karena mungkin sama-sama punya suami pengusaha, circlenya memang sering bertemu juga. Seperti siang ini, katanya selesai menghadiri arisan dan belum sempat makan siang.


Dalam hati Arsyad hanya mencibir, ya kali pertemuan seperti Arisan emak-emak sosialita tak ada makanan, immposible banget. Namun Arsyad tak bisa berbuat apa-apa, kalau sang mama yang bertitah.


"Indah dari kantor Arsyad?" tanya Mama Arsyad ramah pada perempuan anggun itu.


"Iya, Tante. Indah ada kerja sama dengan Arsyad, produksi mulai minggu depan," jawab Indah santun. Memang Indah merupakan sosok perempuan ideal yang bisa dijadikan masa depan. Cantik nan anggun, berasal dari keluarga kaya serta mandiri. Lelaki yang bisa mengenalnya pun akan kagum padanya atau bahkan jatuh cinta pada pandangan pertama.


Namun, kelebihan yang dimiliki Indah tak serta merta membuatnya mudah menemukan pengganti sang suami yang tewas dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara 2 tahun lalu. Ia menjadi insecure akan statusnya dan susah dekat dengan lelaki di luar sana kecuali Arsyad. Mungkin karena berteman sejak dulu dan keluarganya pun memiliki hubungan baik, sehingga Indah bisa enjoy berteman dengan Arsyad.


Makan siang pun di dominasi oleh emak-emak sosialita, Indah sesekali terlibat obrolan ataupun candaan, tapi tidak dengan Arsyad. Ia sibuk dengan ponselnya, dua kali mengangkat telpon bahkan sampai menjauhi ketiga perempuan itu. Indah tak suka, ia penasaran dengan siapa yang menelpon hingga menjauh. Pasti Sha, tebak Indah kesal.


"Arsyad sibuk banget ya, Tan?" tanya Indah penasaran. Ia sudah tidak bisa menahan rasa ingin tahunya tentang keseharian Arsyad, dan sang mama pasti secara gamblang akan menjelaskannya.


"Sibuk, sibuk banget! Maklum lah yang dipegang tidak hanya perusahaan konveksi saja, dia juga sudah punya perusahaan sendiri, start up gitu." Nah kan mama Arsyad menjelaskan kesibukan Arsyad tanpa ada yang ditutupi.


"Pekerja keras sekali ya Jeng," puji Nyonya Yastin sembari melirik sang putri. "Menantu idaman," sambung mama Indah dengan maksud tertentu.


"Arsyad belum memikirkan hal itu, Jeng. Dia punya prinsip kalau mau sukses....urusan cinta nomor seratus, he..he.." begitulah hebohnya Nyonya Ayu menceritakan tentang Arsyad. Memang beliau dan sang suami sepakat tidak akan mencampuri urusan cinta anak-anaknya, yang penting ketiga anaknya berbuat baik dan tidak keluar jalur agama, itu saja. Mau berkarier menjadi apapun, Nyonya Ayu dan Tuan Wira tidak memaksakan kehendak anak mereka. Asal mereka tanggung jawab dan bahagia atas keputusan hidupnya.


"Termasuk statusnya, Jeng?" tanya Nyonya Yastin.


"Maksudnya?" Nyonya Ayu tak tahu status yang ditanyakan Nyonya Yastin.

__ADS_1


"Harus gadis atau..."


Nyonya Ayu terdiam sebentar, beliau paham arah pembicaraan kali ini. Ia sering dicurhati Nyonya Yastin tentang Indah yang insecure atas statusnya. Mungkin pertemuan kali ini sebagai awal Nyonya Yastiani ingin meminta Arsyad menjadi menantunya. Dilihatnya Indah menundukkan kepala, mungkin malu.


"Kamu suka sama Arsyad, Ndah?" tanya Nyonya Ayu to the poin.


Indah hanya mengangguk lemah, sedangkan Nyonya Ayu menghela nafas panjang. "Tante gak bisa bantu, Ndah. Kamu berjuang sendiri ya, biar hubungan kalian natural. Rasa cinta tumbuh karena hati kalian, bukan paksaan dari Tante atau pihak lain."


"Iya, Tante. Terimakasih."


"Satu hal yang harus kamu ingat, Arsyad tidak menyukai perempuan yang bersikap ambisus dan agresif Jadilah Indah seperti ini yang anggun dan pemalu," nasehat Nyonya Ayu akan diingat oleh Indah sampai bisa menaklukkan Arsyad. Ia pun mengingat, bagaimana sikap Sha di depan Arsyad, sangat profesional dan tidak pernah terlihat cari perhatian pada Arsyad. Oke Indah akan menirunya.


Arsyad pamit undur diri lebih dulu karena harus meeting bersama tim produksi dan meeting sesuai perintahnya pada Sha tadi. Awalnya Indah ingin ikut kembali ke kantor lagi, tapi teringat pesan mama Arsyad untuk tidak bersikap agresif. Sabar.


"Kamu tadi makan siang sama siapa?" tanya Arsyad ketika baru masuk ke ruangannya, dan Sha mengekor di belakang Arsyad.


Arsyad menyandarkan pantatnya di ujung meja kerja sembari menatap intens Sha, "Kamu gak marah saya membatalkan janji makan siang tadi?"


Sha mengerutkan dahi, lah marah kenapa juga?


"Oh tidak, Pak. Pak Arsyad tidak perlu khawatir."


"Kamu kapan sih Sha, bisa lebih welcome padaku?"

__ADS_1


"Welcome dalam?" sungguh Sha mendadak oleng, tak bisa menangkap arah pembicaraan Arsyad. Terpaksa Arsyad tidak memperpanjang dan meminta Sha untuk mendampingi dalam meeting siang ini.


Tim produksi sudah menerima draft rancangan projek kerja sama dengan Indah. Bahkan draft projek ini dinilai sangat detail, estimasi produksi, dan pengadaan bahan pun diperinci, biasanya klien Pak Anwar hanya menyertakan desain dan patokan harga, tanpa mau melihat harga bahan baku di lapangan terlebih dahulu. Tapi lihatlah, belum lama Pak Arsyad menjabat, perubahan kinerja sangat terasa.


Dalam meeting kali ini lun dipandu Sha, ia begitu lancar menjelaskan detail konsep.yang diinginkan Arsyad dan Indah. Gadis itu bahkan bisa memancing tim produksi dan marketing untuk bertanya halangan yang muncul saat di lapangan nanti terutama masalah kualitas bahan baku yang datang.


"Lalu untuk model bagaimana?" tanya Gio, kepala devisi marketing virtual. Tentu ia harus menanyakan hal ini, karena biasanya urusan model dan pemotretan dilakukan saat injury time sehingga pembuatan katalog selalu mundur dari estimasi rancangan pemasaran.


Ditanya soal model, Sha tidak bisa menjelaskan secara gamblang karena sesuai kesepakatan, Indah dan Arsyad yang menjadi modelnya. "Bagaimana, Bu?" tanya Gio memasyikan.


"Saya dan Indah, yang akan menjadi modelnya, khususnya baj couple," jawaban Arsyad sontak membuat beberapa anak marketing dan produksi berbisik.


*Sepertinya Sha diputus


Eh gimana wajah Indah-Indah itu.


Kita salah menuduh Sha pakai pelet atau menyerahkan tubuhnya, ternyata Arsyad memilih Indah sebagai model projek terbaru ini*.


Sha hanya tersenyum tipis, suara sumbang itu meyakinkan Sha bahwa rumor tentang dirinya dan bos segera lenyap.


"Oke, masing-masing tim sudah menentukan deadlinenya.Maka saya akan membacakan kesimpulan pada meeting kali ini. Satu..." Sha menyampaikan hasil rapat kali ini, dan Arsyad semakin terpesona dengan penampilan Sha memimpin rapat. Ia bahkan banyak tersenyum kala Sha berdiskusi dengan tim.


"Kenapa melihatnya seperti itu?" tanya Sha di akhir meeting, saat merapikan berkas dan tablet. Ia memergoki Arsyad yang menatap dirinya. Tim produksi dan marketing satu per satu meninggalkan ruang itu, sehingga Arsyad lebih leluasa menatap intens Sha.

__ADS_1


"Kangen, karena ini pertama kalinya kan kamu makan siang tanpa aku," ujar Arsyad dengan senyum manisnya.


"Biasa aja tuh," balas Sha yang salah tingkah diberi ucapan manis itu. Namanya perempuan kalau diperlakukan manis dengan seorang laki-laki pasti ada rasa tersanjungnya, meski di mulut bilangnya ENGGAKKK! Betul?


__ADS_2