JODOH SEBANGKU

JODOH SEBANGKU
CERITA FARAH


__ADS_3

Farah sengaja keluar rumah pagi sekali, setelah dua hari berdiam diri di kamar. Bahkan ia terpaksa bolos kerja dan mogok makan. Mama Irsyad yang menyadari sikap Farah pun meminta salah satu ART mengantar makanan ke kamar Farah.


Namun pagi itu, dia berangkat pagi sekali sekitar pukul 6. Bahkan tak pamit dengan orang rumah. Bi Nar, yang sudah berkutat di dapur sejak tadi pun tidak dipamiti padahal Farah sempat mengambil botol minum air dan mengisinya. Karena menunjukkan gelagat tak ramah, Bi Nar hanya menyapa selamat pagi, Nona! Namun tak mendapat balasan.


Ternyata Farah menuju ke rumah orang tuanya. Dia mengendarai mobilnya sedikit kencang, memang Farah berasal dari orang berada namun tinggal berjauhan dengan sang papa yang memilih tinggal di Ausie, dirinya hanya tinggal bersama sang mama. Sang papa hanya akan datang ketika keadaan darurat terjadi pada anak dan istrinya.


"Mama mana?" tanya Farah begitu sampai di rumah dan Mbak Mun yang membuka pintu.


"Sedang fitnes, Non!" jawab ART itu ramah, sedikit terkejut juga karena nona muda keluarga ini pulang sepagi ini apalagi sejak menikah biasanya datang saat siang atau sore.


Tanpa bilang terimakasih, Farah menaiki tangga tergesa. Ia ingin minta solusi pada sang mama atas kejadian beberapa hari ini. Rasanya ingin menyerah, kalau terus dipaksakan tentu tidak bahagia. Irsyad sudah terlihat cinta mati dengan Lethisa. Sepertinya tidak akan ada kesempatan bagi Farah untuk menjadi Nyonya Irsyad.


"Ma!" ucap Farah sembari membuka ruang fitnes sang mama. Dia akan bercerita semua tentang Irsyad yang selama ini ditutupinya. Setiap telpon atau chat dengan mama Farah selalu menampakkan kalau dia diperlakukan baik oleh sang mertua dan sang suami, meski sang suami masih agak dingin. Tapi untuk hari ini Big No. Ditampar, dijambak, dikatai kasar sudah dirasakan Farah, sudah saatnya ia mencari perlindungan dengan resiko rumah tangganya hancur.


Hah....bisa dikatakan rumah tangganya sudah hancur sejak awal. Sejak ijab qabul ia hanya merasakan bahagia sesaat. Begitu dibawa pulang Irsyad, neraka menunggunya. Di dalam kamar yang ia tempati, Farah tidak boleh membuka laci bagian ini dan lemari tengah, karena tempat itu ada berbagai foto dan barang pemberian Sha. Belum lagi masalah sprei, Farah diharuskan membawa sprei dari rumahnya atau beli, karena sprei di kamar Irsyad semua Sha yang pilih. Detail sekali perempuan itu masuk dalam kehidupan Irsyad.


"Kenapa?" tanya mama Farah yang menyadari sang putri cemberut dan tampak lesu, seperti orang kurang tidur.


"Mama!" rengeknya manja sembari memeluk sang mama, tak peduli keringat menjalar ke mana-mana, yang jelas pagi ini ia ingin menumpahkan sesak dalam dada pada sang mama.


Sang mama hanya menghela nafas pelan, ia sudah bisa menebak apa yang terjadi. Pernikahan yang tidak dilandasi cinta akan berat, apalagi karena kesalahan satu malam di mana Irsyad dan Farah hanya sebatas kenal, meski Farah memang tertarik pada Irsyad saat dikenalkan menjadi dokter umum di rumah sakit itu.

__ADS_1


"Maaaa...aku menyerah!" ucap Farah dengan tangisan yang semakin keras. Sang mama pun menarik tangan Farah untuk duduk bersama.


"Kenapa?"


Farah menggeleng. Ia masih khawatir kalau bicara jujur atas peringai sang suami. "Bilang sama mama, kamu diapain sama suamimu itu?" tanya mama sedikit angkuh.


"Dia masih berhubungan dengan sang mantan, Ma." Lebih baik masalah ini yang dilaporkan.


"Berhubungan bagaimana?" tanya mama, hafus jelas kalau sampai berhubungan badan, fatal sekali.


"Mereka sering bertemu di belakangku, Ma!" aku Farah berbohong, memang harus hiperbolis agar sang mama percaya dan membantu untuk berpisah.


"Sekedar bertemu? Atau lebih?"


"Mama kan sudah bilang sejak kamu tidur dengan Irsyad. Pasti itu bukan yang pertama buat Irsyad, lalu kamu memutuskan menerimanya hanya karena kesalahan satu malam. Kamu udah dibutakan pesonanya, Far."


"Ma....kalau Farah gak nikah sama Irsyad, keadaan Farah sudah gak virgin lagi, gimana sama suami Farah nanti?" bela Farah akan keputusannya dulu. Tentu dia akan dipandang sebelah mata oleh orang karena tak virgin lagi.


"Bodoh. Hari gini udah gak virgin udah biasa kali, Far!" jawab mama santai.


"Mamaa!" sentak Farah tak terima.

__ADS_1


"Benar kan apa kata, Mama. Sekarang keadaan kamu menikah muda malah kayak gini. Diselingkuhi dan mau menjadi janda. Mengenaskan sekali. Mama dari awal sudah bilang bahwa menikah tanpa cinta sangat sulit. Kamu sudah tahu bagaimana cerita mama dan papa, sampai akhirnya kita memilih tinggal di negara yang berbeda. Sudah 20 tahun mama menunggu papa mencintai mama, tapi nyatanya tidak kan?"


"Ma...."


"Dulu mama sih bisa sabar dan menerima keadaan apa adanya. Namun, tinggal jauh dari papa kamu ternyata lebih nyaman. Dengar ya Far, kita sebagai perempuan harus punya prinsip, kalau memang tidak diharapkan pilihannya cuma dua bertahan atau mundur. Kalau kamu mau menerima seperti mama."


Farah terdiam, keadaan sang mama menikah karena perjodohan memang tak semulus cerita di novel. Sampai saat ini sang papa tampak tidak mencintai sang mama, masih dingin dan tak ramah. Dirinya lahir pun karena tuntutan sang oma dari pihak papa, kalau tidak punya anak maka warisan papa akan dicoret.


"Meski papa tak cinta mama, apa papa pernah KDRT? Memukul misalnya?" tanya Farah pelan. Ia terpaksa bercerita karena kalau hanya tidak dicintai mama pun memilih bertahan.


Sang mama langsung memicingkan mata. "Kamu dipukul? Iya? Bagian mana?" tanya mama beruntun. Tak terima kalau sang anak diperlakukan kasar.


Farah tak menjawab. Dia hanya menangis saja. Melihat sang putri tampak sedih, mama pun paham bahwa Irsyad sudah melakukan KDRT. "Tunggu di kamar, mama mandi dulu!" oke sang mama akan melindungi Farah apapun yang terjadi. Meski tak cinta ya jangan sampai main tangan. Cukup kembalikan pada orang tuanya saja.


Farah menuju kamarnya, ia menuruti apa kata mama. Mulai hari ini ia akan mengikuti petuah mama, karena terbukti dia kekeuh dengan keputusannya berakibat kena tamparan dan jambakan Irsyad.


Setengah jam kemudian, Farah diajak mama keluar mengendarai mobil. Selama diperjalan, pasangan ibu dan anak hanya mendengarkan musik tak ada pembicaraan apapun. Keduanya diam dengan pikiran masing-masing.


Farah kaget kala mobil sang mama sampai di rumah Irsyad. "Ma...kita ngapain ke sini?"


"Langsung ke pengadilan agama bukan solusi yang pertama, mama mau bikin perhitungan dulu dengan laki-laki pujaanmu!"

__ADS_1


"Ma..Farah mohon, Ma. Gak usah bikin keributan, nanti malah memperkeruh suasana Ma. Irsyad masih belum stabil keadaannya."


Mama tersenyum sinis, "Setelah ditampar dan dikhianati kamu masih membela Irsyad. Jangan bodoh, pakai otak kamu buat menentukan masa depan kamu bagaimana!" ketus mama yang langsung keluar tanpa peduli teriakan Farah.


__ADS_2