JODOH SEBANGKU

JODOH SEBANGKU
KABAR DARI MITA


__ADS_3

Sha, gue jemput ya!


Sebuah pesan masuk di aplikasi Sha menjelang pulang kantor dari Mita. Sahabatnya yang sudah lama tidak berjumpa. Mendadak Sha kok punya firasat aneh ketika Mita menjemputnya. Pasti ada sesuatu hal yang berhubungan dengan Irsyad. Karena setahu Sha, Mita masih bekerja di rumah sakit yang sama dengan Irsyad.


"Pulang naik apa?" tanya Arsyad tiba-tiba, ia sengaja keluar karena tahu Sha tadi berangkat naik ojol.


"Dijemput Mita!" jawab Sha.


"Mita yang anak kedokteran itu? Emang ada acara?" tanya Arsyad mendadak introgasi. Padahal gak ada kewajiban ia tahu siapa yang jemput Sha. "Boleh ikut?" tanyanya kemudian.


Sha mendongak, menatap Arsyad dengan sebal. Sejak tahu statusnya dengan Irsyad, bos ganteng itu bersikap layaknya pacar Sha. "Girls day out!" jawab Sha tegas.


"Kabari kalau sudah di rumah, i love you!" pesan Arsyad sembari mengacak rambut Sha sebelum masuk ke ruangannya. Masih ada beberapa dokumen yang harus ia periksa, tapi setelah masuk ruangan mendadak hatinya tak tenang, ia mengambil ponsel saja dan keluar lagi. Kebetulan Sha baru beberapa langkah menuju lift, Arsyad langsung mensejajarkan langkahnya. Oke Arsyad akan mengantarkan Sha dulu, meski hanya di loby.


"Kok?" Sha heran dengan kehadiran Arsyad di sampingnya. Bos ganteng itu hanya tersenyum tipis, lengan kemeja yang ia gulung sebatas siku membuatnya semakin mempesona saja.


"Aku antar kamu dulu deh sampai loby!" akunya dengan wajah tak berdosa. Sha menghentakkan kakinya kesal. Dan itu sangat menggemaskan bagi Arsyad. "Calon istri harus dijaga dengan baik."


"Dih...calon istri, manis banget sebutannya tapi tidak untuk sikap," sindir Sha yang masih teringat sikap ramah Arsyad pada Indah.


"Masih membahas Indah?" Arsyad terlalu peka. Pembahasan tentang Indah memang belum clear dan entah mengapa terlalu mengena dalam benak Sha.


Sha hanya mengedikkan bahu. Mereka masuk ke lift hanya berdua, begitu keluar banyak karyawan yang melihat kedekatan bos dan sekertaris itu. Apalagi Arsyad tampak santai berjalan di sisi Sha.


"Kamu masih belum percaya kalau aku naksir kamu?" tanya Arsyad dengan menatap Sha, bahkan ia tak melihat arah jalan. Terlalu menikmati wajah cantik sang sekertaris. Berbeda dengan Sha yang tidak nyaman, apalagi beberapa anak marketing menyapa Arsyad, dan Sha yang membalas sapaan itu dengan senyuman.


"Disapa karyawan loh, balas dong!" Sha menegur Arsyad, berusaha mengalihkan obrolan tentang perasaan.


"Ck....pintar banget mengalihkan obrolan!" Arsyad berdecak sebal. Ia pun berjalan lebih dulu dengan memasukkan tangannya di salah satu saku celana. Berjalan ala model dengan pandangan lurus ke depan, dan mata karyawan fokus menatapnya.

__ADS_1


"Mana mobilnya Mita?" tanya Arsyad sudah di depan loby, tak melihat ada mobil parkir.


"Bentar lagi, masih otw!" jawab Sha sembari membaca pesan Mita, Arsyad berdiri di samping Sha melihat roomchat Mita. Sangat dekat, hingga Sha risih.


"Bisa jauhan dikit?" pinta Sha dengan menatap wajah Arsyad. Sedangkan bos ganteng itu tersenyum mencibir.


"Kenapa? Deg-deg an dekat sama aku?"


Sha menggeleng. "Gak enak, banyak yang lihat! Takut mereka mikir macam-macam dengan kita."


"Mikir kalau kita punya skandal?" tebak Arsyad yang diangguki Sha. Memang itu yang ada di benak Sha.


"Mereka mungkin kaget kalau aku yang naksir kamu," ucap Arsyad membayangkan huru-hara bila dirinya terpaut perasaan dengan Sha.


Tin....Tin....


Mita membuka kaca mobil, agak kaget dengan kehadiran Arsyad. Ia memutuskan untuk turun lalu bersender di badan mobil. "Lo Arsyad? Kalian?"


"Jangan bilang....." sengaja Mita menggantung prediksinya. Memancing emosi Sha yang terlihat kesal.


"Dia bosnya aku karyawannya. Udah buruan, keburu Maghrib di jalan, pamali."


Mita terkekeh, tak menyangka Sha akan cepat move on dari Irsyad dan menggandeng Arsyad, yang notabene teman sebangku saat SMA dulu.


"Syad, kayaknya asyik nih kalau kita adain mini reuni. Udah lama juga kan aku gak ketemu kamu!" ajak Mita tanpa meminta persetujuan Sha.


"Dia lagi sibuk, iya kan Pak?" Sha sudah main mata agar Arsyad tak ikut.


"Bisa diatur, kan aku bosnya Sha. Oke Mit aku ikut deh!" Arsyad tidak akan melewatkan kesempatan pergi bersama Sha. Kesempatan langka.

__ADS_1


"Ruangannya Bapak belum dikunci," sebuah alasan yang membuat Arsyad tertawa seketika. Sepertinya Sha lupa, pintu ruangan Arsyad dilengkapi smart lock, yang apabila tertutup otomatis terkunci dan hanya bisa dibuka dengan sidik jari saja. Sidik jari pun yang diinputkan hanya sidik jari Arsyad, Danu, Sha dan Pak Wira.


"Aku saja yang nyetir!" ucap Arsyad sembari mengadahkan tangan di hadapan Mita.


"Boleh, Sha lo duduk depan!" titah Mita yang langsung membuka pintu mobil bagian belakang. Sha hanya menghela nafas berat. Ia hanya ingin berkencan dengan Mita saja, banyak hal yang perlu diceritakan, kalau ada Arsyad mana mungkin bisa leluasa bercerita.


"Ada misi apa gerangan mau menjemput aku?" tanya Sha ketika sudah duduk bersama di restoran Korea. Arsyad memilih duduk di samping Sha sedangkan Mita memilih berhadapan dengan keduanya. Sempat terjadi penolakan bila Arsyad duduk di samping Sha, sungguh posisi yang tidak aman.


"Santai napa, Sha. Makanan aja belum datang!" ujar Mita sedikit basa-basi. "Oh ya, Syad. Sejak kapan lo jadi bosnya Sha? Perasaan dulu bapak-bapak deh," tanya Mita yang memang pernah bertemu Pak Anwar saat Sha dan Mita jalan ke mall.


"Baru-baru ini aja, sebelumnya memang perusahaan dipegang Om," jelas Arsyad dengan santai.


"Ati-ati CLBK!" tuduh Mita berlebihan. "Cinta lama belum kelar," lanjut Mita diiringi tawa. Sedangkan Sha sudah melotot tak suka.


"Kelihatan ya kalau aku naksir dia?" tebak Arsyad dan diangguki Mita. Dokter centil itu sampai menopang dagu dan senyum gak jelas bila melihat gerutuan Sha.


"Banget, sejak SMA sih udah kelihatan. Tapi Sha aja yang gak peka," cibir Mita mengatakan sebenarnya. Sahabat dan teman sekelas Sha sih sudah sering menduga kalau Arsyad menaruh hati pada teman sebangkunya, namun siapa sangka Sha justru jadian dengan Irsyad. Mana 7 tahun lagi, hal inilah yang membuat Sha tak menyadari ada laki-laki lain yang menyukainya.


"Kenapa bawa aku sih,"


"Ya karena lo gak peka, gimana sih!" sewot Mita.


"Wajar sih, Sha kan bucin banget dengan Irsyad, tidak butuh perhatian laki-laki lain," ledek Arsyad dengan menatap wajah Sha dari samping.


"Tapi nyesek kali, Syad. Tujuh tahun laoh...eh ditanggal kawin. Apes," lanjut Mita semakin mengejek sikap Sha yang kelewat cinta dengan Irsyad dulu. "Oh ya, Sha. Sepertinya lo harus bertemu dengan Irsyad deh," lanjut Mita yang akan membuka topik obrolan pertemuan kali ini. Masih dengan kabar Irsyad.


"Kenapa bahas dia lagi sih, Mit!" sentak Sha tak suka. Arsyad yang mendengar nada tak suka Sha mendadak diam, khawatir kena semburan lava yang tak disangka dari Sha.


"Karena hanya lo Irsyad patuh," rayu Mita yang berniat mempertemukan Irsyad dan Sha dalam waktu dekat.

__ADS_1


"Jadi kabar dari dokter Mita hanya berhubungan dengan mantan yang tak tahu malu itu!" mendadak Sha emosi. Arsyad tak berkutik, ia lebih memilih email yang masuk ketimbang ikut obrolan lava panas.


"Sha dengar...!" pinta Mita sembari memohon.


__ADS_2