JODOH SEBANGKU

JODOH SEBANGKU
JALAN BUNTU


__ADS_3

Nyatanya video pertengkaran Sha sampai juga ke Irsyad. Ia begitu marah Sha dituduh seperti itu, dan kembali kecewa saat tahu alasan Sha membuka blokir nomornya.


Farah lo bikin gara-gara lagi. Belum kapok juga setelah kasus upload foto di IG. Sekarang malah main siram.


Irsyad akhirnya menuju rumah Farah untuk pertama kali setelah pengajuan gugatan cerai. Ia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, cengkraman erat di kemudi mobil menunjukkan betapa ia marah pada sang istri.


Satpam rumah Sha sangat terkejut dengan kehadiran suami anak majikannya. Apalagi aura Irsyad sangar. Buru-buru satpam tersebut membuka pagar, dan mengantarkan Irsyad masuk ke rumah. Tanpa disuruh Irsyad langsung duduk di ruang tamu, Pak Satpam segera menemui ART yang ada di dapur, meminta agar majikannya dipanggil.


"Kamu duduk depan teras saja, siapa tahu bakal ada baku hantam," ujar Jum, salah satu ART fi rumah Farah saat satpam bercerita bagaimana sangarnya Irsyad.


Ketika Jum akan memanggil sang majikan, mama Farah sudah turun dan kaget melihat Irsyad sudah duduk dengan pandangan tajamnya.


"Ada urusan apa hingga kamu mau menemui anak saya?" ujar mama Farah sedikit ketus.


"Hanya ingin memberi tahu kebenaran saja, di mana Farah, Ma?" tanya Irsyad sebisa mungkin bersikap sopan pada wanita yang masih berstatus mama mertuanya itu.


"Masih ingat memanggil mama?" ujar mama sembari tersenyum sinis. Ouh Irsyad yang sudah sangat menahan amarah, malah disindir seperti ini. Menyulut sekali.


"Ck....awalnya mau bersikap sopan. Kenyataannya menyambut tamu pun tak bisa sopan. Pantas saja suaminya tak bisa jatuh cinta!" sindir Irsyad sesuai dengan permasalahan di video yang sempat ia lihat.


Mama Farah hanya mengepalkan tangannya, sangat benci bila disangkut pautkan dengan sang suami. Memang kalau dipikir dia juga bodoh, 20 tahun lebih tidak bisa meluluhkan hati sang suami dan memilih tinggal berjauhan. Sungguh egois, tapi ia mengambil keputusan itu untuk kewarasan mentalnya.


"Jaga ucapan kamu!"

__ADS_1


"Kenapa? Memang benar kan? Mungkin itu juga yang membuat saya pun tidak bisa jatuh cinta dengan Farah. Dia seolah tertindas karena terabaikan tapi begitu liar di belakang."


"Cukup. Kamu tak perlu bilang perasaan kamu di depan mama!" Farah datang setelah dipanggil sang ART. Sangat marah karena sekali lagi Irsyad menunjukkan ketidak sukaan pada nya.


"Baguslah!" jawab Irsyad ketus, tak takut di hadapan sang mertua, bahkan meremehkan dua perempuan di depannya.


"Gak usah dipertahankan laki-laki seperti ini. Cuma menang ganteng dan kaya tapi gak ada akhlak," cetus mama sembari beranjak meninggalkan keduanya.


Irsyad hanya tersenyum sinis, siapa juga yang mau balik sama Farah. Najis.


"Sekarang apa mau mu?" tantang Farah ketus. Meski masih ada rasa, tetap saja ia tak mau mengemis cinta Irsyad lagi.


"Hanya memberi kamu peringatan. Jangan pernah usik Sha, karena kalau kamu sekali lagi mengusiknya kamu berurusan dengan aku."


Irsyad kembali tersenyum miring, "Gimana kalau suntik mati, kamu pasti percaya kalau aku sangat bisa melakukkannya! Benalu kayak kamu pantas dimusnahkan?"


Farah terdiam seketika. Wajahnya pias, tak pernah menyangka Irsyad bisa berpikir seperti itu hanya karena Sha. Sungguh Farah sangat cemburu, Sha bukan istri sah tapi diperlakukan sangat istimewa.


"Kenapa kamu bisa secinta itu sama Sha, sedangkan dia saja tak pernah mau kembali sama kamu!"


"Karena cinta gak bisa dipaksakan. Hati aku yang memilih Sha. Hatiku tahu mana perempuan baik mana perempuan buruk hati. Sekarang pikir saja, dia sudah tersakiti tapi dia tak pernah mengganggumu. Dia ditinggal nikah, tapi dia tak pernah melabrak kamu, karena apa dia sadar kalau aku bukan miliknya lagi. Tapi kamu, selalu saja menganggunya dengan memberi citra buruk, tapi kamu pun sudah mendapat hasilnya, tidak akan pernah dicintai oleh suamimu sendiri. Kasihan!" ujar Irsyad panjang lebar, lalu meninggalkan Farah begitu saja. Ucapannya menohok hati perempuan yang masih sah menjadi istrinya. Sakit...sangat sakit.


Baru selesai disakiti Irsyad. Giliran sang papa datang dengan aura tajam. Farah sangat bisa menebaknya. Baru saja Farah disudutkan oleh suaminya sendiri karena pesona mantan. Kini giliran sang mama yang akan merasakan seperti Farah saat ini.

__ADS_1


"Tumben papa ke mari?" tanya Farah basa-basi, mengambil tisu agar air matanya tak terlihat.


Sang papa melirik secangkir teh yang belum tersentuh, menandakan baru saja ada tamu. "Mama kamu mana?"


"Tumben cari mama? Ada apa?"


"Urusan orang tua!" jawab papa ketus.


Farah tersenyum sinis, "Baru saja suamiku memarahiku karena mantannya, apa mungkin kedatangan papa untuk memarahi mama demi mantan papa juga?"


Sang papa terkejut, tujuannya kenapa begitu mudah ditebak sang putri. Dan apa Farah kata? Sang suami baru saja memarahinya karena mantan juga, maksudnya? Ekspresi sang papa tampak terkejut, wajar beliau selalu abai pada permasalahan sang putri, padahal Farah pernah bilang alasan digugat cerai. Lupa atau mungkin merasa tak penting tahu urusan Farah dan suami.


"Asal papa tahu, apa yang papa lakukan pada mama, mengabaikan beliau hingga 20 tahun kini dirasakan Farah. Suami Farah juga masih terobsesi pada mantannya. Dan kenyataan yang harus papa ketahui.. Mantan Irsyad adalah anak dari perempuan yang bernama Rahmi atau biasa papa panggil Iswa!"


Tuan Arya sangat terkejut dengan kenyataan yang ada. Kenapa ini bisa terjadi. Dua anak gadisnya terlibat kisah percintaan yang sama dengan dirinya. Ya Allah.


"Farah gak mau punya saudara seperti Sha. Karena dia dan ibunya, Farah dan mama menderita. Harusnya yang mendapat karma dari sikap papa ini adalah dia bukan Farah, Pa."


Tuan Arya yang awal tadi ingin memarahi anak dan istrinya, terdiam seketika tak menyangka akan hubungan cinta yang semakin rumit. "Kalau papa ke sini hanya untuk memarahi Farah atau mama karena kejadian di video itu, itu berarti papa tidak pernah menyayangi Farah. Farah bersikap seperti itu karena Farah ingin dicintai Irsyad, Pa. Kalau saja Sha tidak ada mungkin Irsyad akan cinta sama Farah."


Perempuan itu menangis dengan terus mengungkapkan sakit hatinya pada papa. Menurutnya semua ini karena ulah papanya. Andai...andai sang papa hanya menikahi mamanya, tentu tak ada karma seperti ini.


"Maaf....maafkan papa, Nak! Papa tidak tahu akan berakibat fatal seperti ini."

__ADS_1


Farah terus saja menangis, sedangkan mama Farah juga ikut menangis di balik dinding penyekat ruang tamu. Hati beliau juga sakit, karena harus melihat nasib sang anak sama seperti dirinya dulu. Kalau dulu ia tak tahu keberadaan Iswa, dan percaya kalau sang suami tak pernah menemui perempuan itu, sedangkan Farah tahu dengan mata kepalanya sendiri, sang suami terus mengejar sang mantan. Entahlah, harus diselesaikan seperti apa, karena nyatanya baik Irsyad maupun tuan Arya dalam hati keduanya lebih mencintai cinta lamanya.


__ADS_2