JODOH SEBANGKU

JODOH SEBANGKU
MEMBELA


__ADS_3

"Istri lo keterlaluan!" sentak Mita saat di ruangan Irsyad. Ia membuka screen shoot foto yang ia peroleh dari Sha. Tadi malam ia sempat chatting dengan mantan Irsyad itu eh dalam percakapan tersebut menyangkut masalah Sha. Tentu sebagau sahabat Mita tak terima, ia tahu bagaimana Sha menolak bertemu dengan Irsyad, sedangkan Mita juga tahu bagaimana usaha Irsyad mati-matian bertemu Sha, bahkan memohon pada Mita untuk kerja sama.


Dan sekarang, Farah dengan seenaknya mengupload dengan caption yang berhasil memancing huru hara untuk temannya. Dan sebagian besar bekerja di rumah sakit ini. Mita sampai heran, setiap perawat jalan di lorong rumah sakit selalu yang dibahas dokter Irsyad direbut pelakor. Mita tahu siapa yang dimaksud pelakor, dan dia tidak terima sekali Sha disebut seperti itu.


"Dan aku yakin kamu kan yang memaksa Sha buat ngobrol seperti di foto itu!" sentak Mita dengan nafas memburu.


"Mit....aku sama sekali tidak tahu, kalau ada yang moto kita!" ucap Irsyad kaget, apalagi setelah membaca beberapa komentar dalam akun sang istri.


"Ya bilangin sama istri lo buat gak ke kanak-kanakan. Main tuduh aja, dia gak tahu kalau suaminya sendiri yang ngebet sama mantannya! Aku kasih waktu sampai nanti siang, kalau foto itu masih belum terhapus dari istri lo, gue bakal bongkar alasan lo dan perawat itu sampai merried!" ancam Mita dan langsung keluar dari ruangan Irsyad.


Sha nya diusik, Irsyad pun marah seketika. Ia yang tidak pernah peduli tingkah pola sang istri begitu shock melihat foto yang berada di akun Farah. Ia meremas kertas yang ada di meja kerjanya. Sumpah serapah sudah terpatri dalam otak Irsyad untuk Farah. Tanpa menunggu lama, ia mengirim pesan pada Farah dan menunggunya di rumah.


Plaaakk


Farah sudah memasang wajah sumringah mendapat pesan dari sang suami, ia pun pulang lebih dulu berharap hubungan yang sampai saat ini dingin akan mencair. Namun harapan hanya sebuah harapan. Sudah tampil cantik, malah tamparan yang ia dapat. Sungguh mengenaskan. Farah hanya bisa memegang pipinya yang panas. air mata terjatuh untuk kesekian kalinya.


"Aduh!" jeritnya sembari memegang tangan Irsyad yang menjambaknya.


"Irsyaaaad!" teriak sang mama dari atas tangga. Betapa kagetnya beliau melihat sang putra dengan sengaja dan tega menjambak sang istri. Padahal mama Irsyad sudah menerima dengan lapang Farah sebagai menantunya, selalu bersikap baik pula. Bahkan dengan mama Farah pun komunikasi terjalin dengan baik pula.


"Syad...sudah Syad! Cukup!" mama Irsyad langsung turun tangga dan segera menari Irsyad yang sudah kalap. Kalau tidak ada beliau mungkin Farah akan disiksa lebih parah lagi.

__ADS_1


"Jahat kamu, Syad!" setelah berhasil melerai keduanya, mama Irsyad memeluk sang menantu yang duduk sambil menangis. Diperlakukan sangat kasar tentu menyakitkan. Rasanya Farah sudah tidak tahan menjadi istri Irsyad. Tanpa diduga tangan sang mertua dihempaskan begitu saja. Tentu membuat Irsyad semakin marah.


"Berani sekali kamu!" sentak Irsyad dengan mencengkram kedua pipi Farah.


"Bunuh aku sekalian, Syad. Bunuh aku!" balas Farah penuh keberanian. Ucapannya tak jelas karena himpitan tangan di kedua pipinya. Air mata menetes tak karuan. Sang mertua menarik Irsyad tapi gagal.


"Syad!" rintih mama tak rela anaknya menyiksa perempuan yang masih sah menjadi istrinya itu. Beliau memang tahu Irsyad tak ada rasa tapi tidak dengan kekerasan dia menjalaninya.


"Sudah, Syad! Mama mohon," mama ikut menangis tak karuan pula. Selama menikah, beliau tak pernah mendapat perlakuan seperti Farah. Yang melihat saja ngilu apalagi Farah yang merasakannya.


"Dia yang cari gara-gara, Ma. Dia sudah menyakiti Sha ku, Ma!" teriak Irsyad tak peduli sedang bicara dengan mamanya.


"Asal lo tau, gue...denger gue....suami lo yang masih kejar Sha. Suami lo yang sangat mengharap kembali dengan Sha. Suami lo yang berharap tetap menikah dengan Sha. Dengar gak loooooo!"


Farah menangis tergugu. Ia menutup telinga tak mau mendengar penjelasan Irsyad yang mematahkan perasaan cintanya. Sungguh, Irsyad tidak pernah peduli akan hatinya.


"Dan perlu lo tahu, bahkan saat itu. Saat gue berhasil ajak dia ngomong berdua, dia berpesan agar gue peduli sama lo, jangan sampai gue menyesal kalau suatu saat lo ninggalin gue. Dengar Farah Bangs*t dia yang tersakiti tapi masih memikirkan perasaan lo, dan lo malah nyakitian dia dengan foto sialan itu." Terus saja Irsyad meneriaki sang istri, ia begitu marah. Kalau saja tak ada sang mama sudah pasti Farah habis ditangannya.


"Sudah cukup kamu membelanya Bagiku dia tidak sebaik itu, Irsyad! Dia hanya pura-pura baik agar kamu tetap terpesona tetap terbelenggu akan kebaikannya, tapi dia ingin menghancurkan rumah tangga kita!" Farah masih membalas ucapan Irsyad. Semakin marah saja dokter muda itu. Padahal sang mama sudah memberi isyarat pada Farah untuk diam, tapi sang menantu tak mau mengalah.


Irsyad hanya tersenyum sinis, "Lalu perempuan baik itu kayak lo?"

__ADS_1


"Setidaknya aku tidak pernah merebut suami orang!"


"Bang*at, lo punya kuping gaaaak. Sha gak pernah merebut suami orang. Gue yang cinta dia! Gue yang mengejar dia, gue butuh dia Bang*at."


"Sudah-sudah. Kalau kalian tetap emosi seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah. Syad.." Sang mama melerai, lalu menatap Irsyad dengan tatapan memohon.


"Mama dan Papa gak pernah mengajarkan kamu menjadi lelaki yang kasar. Farah istri kamu. Lepaskan Sha, Nak. Lepaskan, dia perempuan baik tak sepatutnya mendapat cemoohan sebagai perebut suami orang. Tolong!"


"Ma...tapi aku mencintainya, Ma. Irsyad gak rela melepas dia, Ma!" ucap Irsyad sembari menangis. Dia langsung terduduk dengan bahu yang bergetar, ucapan lembut sang mama seolah menamparnya akan kenyataan bahwa Sha sudah tidak bisa diharapkan untuk masa depan Irsyad.


Bahkan mertuaku aja tetap membela perempuan itu, sebaik apa sih dia sampai keluarga ini menyanyanginya.


"Dan kamu, Farah. Mama minta maaf atas sikap Irsyad yang kasar. Mama pastikan Sha tidak akan pernah hadir dalam rumah tangga kalian. Sabar ya, Nak!"


Farah mengangguk sekenanya saja. Ia sudah muak dengan keluarga ini, yang sok menerimanya tapi tetap saja membela dan menjaga nama baik Sha.


Pertengkaran pun usai. Farah masuk ke kamarnya sedangkan Irsyad dibiarkan duduk di lantai dengan beberapa kali menggusar rambutnya. Beban pikirannya terlalu penuh dengan Sha. Ia sangat mencintai gadis itu, tak rela kalau ada lelaki lain menjadi pengganti Irsyad dalam hidup Sha.


"Sungguh, Sha. Aku cinta sama kamu," ucapnya sembari menunduk dan menangis. Nasib percintaannya kandas karena ulah satu malamnya. Bila mengingat kejadian itu, rasanya Irsyad ingin membunuh Farah saja.


Maaf, Sha. Sekali lagi kamu tersakiti olehku. Batin Irsyad menyesal..

__ADS_1


__ADS_2