
Kedekatan Indah dengan Arsyad semakin nyata, hampir dua kali sehari perempuan itu mendatangi ruangan Arsyad. Sha sampai bingung mana yang urusan kerja, mana yang urusan pribadi. Dirinya pun tak mau ikut campur, kalau dipanggil untuk terlibat dalam projek, Sha akan masuk, tapi kalau tidak dia akan duduk manis melakukan perkerjaan tanpa mau tahu urusan di dalan ruangan Arsyad.
"Saya makan siang di luar bersama Bu Indah," ucap Arsyad sembari menatap wajah cantik perempuan yang sampai saat ini masih bersemayam di hatinya.
"Baik, Pak!" ucap Sha sembari berdiri dan menganggukkan kepala, tak lupa ia tersenyum tipis pada Indah yang berdiri di belakang Arsyad.
"Mari Sha!" ucapnya ramah, tak seperti pertemuan terakhir mereka. Mungkin Arsyad sudah bisa menerima perasaan Indah, dan Sha lega akan hal itu.
Setelah kepergian mereka, Sha kembali berkutat pada email klien yang mengajak kerja sama. Semenjak dipegang Arsyad banyak klien yang mengajukan kerja sama, terutama yayasan pendidikan, maupun seragam untuk suatu instansi.
0j
"Gak diajak makan siang, Sha?" tanya Danu kemudian. Sepertinya Danu juga akan makan siang.
"Hah? Saya? Ya gak mungkin lah, Pak."
"Meskipun Arsyad akhir-akhir ini sama Indah, percayalah. Hati Arsyad masih buat kamu!"
Sha melongo, "Lah Pak Danu sejak kapan menjadi peramal hati orang, Pak Arsyad itu mah masih terjebak perasaan masa lalu aja sama saya sebagai teman, kalau sama Bu Indah klop banget, cocok menjadi masa depan Pak Arsyad."
"Gak sakit hati ngomong begitu?"
Sha hanya tertawa, "Enggak lah, emang saya menganggap Pak Arsyad hanya teman."
"Baiklah, baiklah. Yuk makan siang sama saya aja!"
"Yakin nih, Mbak Valina gak marah sama saya, kalau kita makan?" tanya Sha memastikan sebelum ketahuan pemilik hati Pak Danu, bisa panjang urusannya.
"Enggak lah, udah mau jadi ibu kok jealous sama bocil kayak kamu!"
Sha menutup mulutnya, menganga hingga lebar. Eh maksudnya jadi ibu. Kapan Pak Danu menikah, atau...
"Nyicil dulu sebelum ijab qabul, Pak?" hanya itu yang ada di otak Sha, gak dengar kabar menikahnya tiba-tiba mau jadi ibu kalau gak married by accident terus apa, hayoooo!
__ADS_1
"Enak aja, nyicil-nyicil. Gue udah nikah sirih kali, masih menunggu berkas dari KUA."
"Kok gak sekalian nikah negara?"
"Nikahnya mendadak? Karena hamil duluan?" masih saja Sha punya pikiran seperti itu. Apalagi zaman sekarang, wajar banget pemikiran seperti itu.
"Buruan, di kantin aja. Nanti aku ceritain, atau mau undang dalam podcast kamu?"
Sha yang akhirnya mengikuti langkah Pak Danu hanya mencibir tak suka, "Menghina ya, konten baru meletek juga."
"Ya gak pa-pa, namanya usaha mulai dari nol dulu lah," jawab Danu yang disetujui Sha dalam hati. Sha juga tidak ambisius soal konten, yang jelas ia punya aturan, seminggu minimal satu video diupload. Obrolan mereka berlanjut hingga di kantin, karyawan perempuan memicingkan mata kala melihat Sha begitu asyik mengobrol dengan Danu. Bahkan Sha tak jarang tertawa mendengar ucapan Danu. Ternyata orang kepercayaan Pak Wira ini pandai melawak.
"Tolong pesenkan rawon daging ya Sha," pinta Danu yang lebih memilih mencari meja kosong ketimbang antri makanan. Sha hanya mengangguk, wajar. Danu dan Arsyad jarang makan di kantin, kebiasaan mereka order atau makan di luar kantor.
Pemandangan yang istimewa ini tentu mmebuat haters kepanasan, bagi mereka kok Sha enak banget bisa dekat dengan bos dan Pak Danu yang sama-sama susah bergaul dengan perempuan di sini.
*Pasti pakai pelet
Palingan sodorin badan, cewe muna'
Pak Danu bukannya udah punya pacar ya, wah parah pelakor dong si Sha*
Berbagai macam lontaran kebencian pada Sha begitu nyaring terdengar, dan Sha pun sempat mendengarnya sendiri. Apalagi pandangan mata dari mereka saat Sha mulai mengantri hingga menyodorkan piring ke Danu tetap mendapat sorotan tajam.
"Kenapa senyum?" tanya Sha yang akan menikmati makan siangnya.
"Sejak kapan jadi artis?" tanya Danu yang berhasil membuat Sha bingung.
"Maksudnya?"
"Sejak pertama kali kita masuk banyak mata mengawasi kamu," ucap Danu sebelum menyantap makan siangnya.
"Ouh itu, sejak jadi sekertaris Pak Arsyad. Mereka heboh sendiri menggunjing, padahal saya mah bekerja doang."
__ADS_1
"Paling mereka mikir kamu gampangan Sha, kemarin makan sama Arsyad, sekarang sama aku. Di status WA sama Arman. Cuma kamu loh bisa dekat dengan cowok ganteng macam kita."
Sha mendadak tersedak, sejak kapan cowok datar ini bisa narsis. "Pak Danu narsis. Lagian mereka overthinking aja, mereka pikir aku menggaet semua hanya karena makan siang atau berangkat bareng. Ya kali kalau aku naik ojol juga aku menggaet mang ojolnya. Sarap mereka."
Danu tak kuasa tertawa, melihat wajah kesal Sha, sudah dipastikan gadis itu menahan kekesalannya sejak menjadi sekertaris. "Buat mereka panas sekalian dong, biar rame!"
"Buat scandal, ogah!"
"Jadian sama Arsyad lah, ngapain pakai skandal."
Sha hanya memutar bola matanya malas, "Dibayar berapa sih Pak Danu sama Pak Arsyad buat jadi mak comblang?"
"Rasa persaudaraan sih. Kasihan dia mah, jomblo sampai umur 24 tahun."
"Masa' sih, di luar negeri gak pernah pacaran?"
"Dideketin sih banyak, tapi gak pernah sampai pacaran!"
"Apa jangan-jangan hombreng?" tebak Sha sambil berbisik. Sontak Danu yang tersedak, bahkan wajahnya sampai memerah. Spontan saja Sha menepuk punggung Danu lembut, tapi siapa sangka tindakannya justru memicu gunjingan lebih hot. Mata-mata kantor sepertinya tak sempat makan siang hingga tahu gelagat Sha dan Danu. Bahkan ada yang memotret hingga sebar foto via beberapa group kantor.
*Gila, Sha mainnya hebat benar. Pak Arsyad diembat, Pak Danu juga. Maunya apa sih tuh cewek.
Calon-calon pelakor sukses.
Eh tapi tadi kayaknya Pak Arsyad keluar sama perempuan yang hijabers gitu.
Oh pantes, Pak Arsyad udah bosen cari yang lain.
Dikira dekat sama Pak Danu terus Pak Arsyad cemburu gitu.
Gue sih dukung cewek tadi yang sama Pak Arsyad aja, daripada sama Sha.
Eh ada yang punya kenalan Diva atau Heni anak keuangan gak? Kayaknya mereka udah gak sohiban lagi deh, jarang keluar. Gue yakin mereka sudah ingetin Sha buat gak ganggu para bos tapi Sha nya yang kegatelan aja*.
__ADS_1
Iya gue pernah nitip bekal sarapan buat Pak Arsyad malah utuh, gue kesel banget sama Sha. Gue yakin dia gak kasih tuh bekal. Awas aja. Tulis Kayla ikutan menambah kejulidan tentang Sha dengan informasi yang tidak benar. Saat itu, Sha hanya bilang gak dimakan, Kay. Tapi Kayla yakin itu hanya akal-akalan Sha saja, ia pun semakin getol menambah bumbu ghibah dalam grup Gulingkan Sha. Anak marketing yang kebetulan banyak di grup itu semakin tak suka dengan Sha.