
"Ngapain?" tanya Mita saat Irsyad tiba-tiba duduk di depan meja kerjanya di ruangan dokter jaga UGD. Tumben banget dia gak ada jaga masih nongkrong di RS.
"Mit, apa kabar Sha?" tanya Irsyad dengan wajah sendu. Dia menikah dulu kelihatan masih ganteng, lah ini Sha nikah malah seperti dokter abal-abal. Gak rapi sama sekali.
"Baik."
"Kamu sering chat-chat an sama dia?" tanya Irsyad penasaran.
"Sering, terakhir...." Mita sengaja membuka room chat bersama Sha dan menunjukkan pada Irsyad. Ternyata mereka chat terkahir tadi malam, yang membuat shock Irsyad adalah dia main tutul foto profil Sha berupa tangan laki-laki dan perempuan yang bergandengan. "Udah percaya kan kalau kita masih chat."
Irsyad mengangguk. "Itu pasti foto mereka yang sedang bergandengan?"
"Iya kali," jawab Mita asal. Ia tak menggubris Irsyad, lebih asyik membalas chat calon suaminya.
*Lagi ngapain? Tanya calon suami Mita.
Lagi chat sama kamu. Ah lebih tepatnya mengalihkan perhatian dari orang patah hati*. Jawab Mita.
Siapa?
__ADS_1
Mita mengirimkan foto Irsyad yang sedang mengoceh, Mita sendiri kebelet ngakak saat foto Irsyad yang tertangkap lagi mengap. Entah apa yang sedang ia katakan saat itu.
"Mit, kamu dengar aku enggak sih!" protes Irsyad meninggi, bahkan beberapa suster melihat Irsyad. Mita, bodo amat. Malas sekali meladeni Irsyad.
"Enggak."
"Jahat kamu, Mit. Sahabat lagi curhat juga. Aku galau banget nih, Mit. Bantu aku sekali lagi. Rayu Sha buat balik sama aku. Sumpah Mit, hidupku kacau tanpa Sha."
Mita menghela nafas berat, "Lo sinting apa sakit jiwa sih, Syad. Udah jelas-jelas Sha itu menolak lo. Dan lo nyuruh gue bujuk gue agar Sha balik. Gue tolak, gue lebih setuju Sha sama Arsyad. Lo gak ada apa-apanya dibanding Arsyad."
"Kok lo jadi ada di pihak Arsyad sih, Mit?"
"Tapi gue yakin ...Mit!"
"Terserah deh, lo mau yakin. Lo mau ragu. Lo mau galau. Yang jelas gue gak mau ikut campur urusan rumah tangga Sha, apalagi menyangkut lo. Jelas ogah. Udah ah, pulang sana jangan sampai perawat di sini gosipin kita."
"Lo gak mau digosipin sama gue, Mit? Gue gak seburuk itu kali, kenapa lo nolak?"
"Heh, dokter sinting. Sejak kapan ada orang yang mau digosipin, apalagi gosip yang gak benar, jatuhnya fitnah mengganggu citra kita malah. Lagian kalau lo mau digosipin sana bikin gosip sendiri. Amit-amit gue digosipin sama lo. Mungkin gue lebih ikhlas ada berita seorang dokter wanita diduga membunuh rekan dokter laki-laki karena pusing mendengar curhatan dari rekan dokter tersebut, sehingga rekannya terpaksa disuntik mati oleh dokter wanita tersebut. Ikhlas gue!"
__ADS_1
Irsyad melongo, beberapa perawat di dekat mereka ikut menahan tawa. "Sadis banget," balas Irsyad agak kesal langsung pergi begitu saja.
Mita menghela nafas pelan, kadang kasihan dengan Irsyad tapi kadang jengkel setengah mati. Udah tahu sang mantan sudah menikah malah ingin direcokin.
"Dokter Irsyad patah hati ya, dok?" tanya salah satu perawat dengan takut.
"Iya mungkin, galau gitu. Kusut dan jelek banget," balas Mita auto judes. Perawat tersebut cekikikan. Tak menyangka dokter cantik itu super pedas.
"Iya sih, perceraian pasti membuat hidup galau!" lirih perawat tersebut yang mengikuti perkembangan hubungan Farah dan dokter Irsyad, maklum ia masih berhubungan dengan Farah sekedar basa-basi tanya kabar.
"Udah cerai? Pantesan tambah galau," ceplos Mita.
"Katanya dokter Irsyad kepincut pesona mantan ya, dok?" tebak perawat tersebut yang mendengar penjelasan versi Farah.
"Kamu temannya suster Farah ya, kok tahu permasalahan mereka?" perawat itu mengangguk.
Mita pun berdiri, bersandar di meja kerjanya dengan menatap perawat itu. "Aku cuma klarifikasi aja ya. Irsyad bukan kepincut mantan. Tapi Irsyad gak mau move on dari mantannya. Aku sahabat mantan Irsyad sangat tahu gilanya Irsyad mengejar sahabat saya. Tapi sayang sahabat saya sudah menikah dengan laki-laki jauh di atas Irsyad. Kasih tahu suster Farah ya, kalau cerita sesuai fakta ya. Gak usah memutar balikkan fakta. Jatuhnya malu."
Perawat itu kincep, tak berani menimpali ucapan Mita yang ikutan emosi. Tak terima lah, Sha dianggap perusak rumah tangga Irsyad, anak gadis yang baik bisa difitnah sekejam itu.
__ADS_1