
"Wiraaaa, anak bungsu kamu bawa perempuan!" seru nenek saat telpon ke istri tuan Wira. Meski ke menantunya tetap saja memanggilnya Wira.
"Eh gimana, Bu?" tentu mama Arsyad bingung. Pasalnya sang bungsu tidak punya teman dekat perempuan kecuali Indah.
"Itu Acad (panggilan sayang sang nenek) bawa perempuan, cantik. Ibu suka, anaknya sopan dan malu-malu gitu."
Nyonya Wira menduga Indah sesuai dengan ciri yang disebutkan. "Coba, ganti video call Bu?" pinta Nyonya Wira. Hanya beberapa detik saja, panggilan berubah. Berhubung nenek Arsyad tempat pengintaiannya jauh, otomatis wajah gadis itu tak jelas, hanya saja terlihat tak berjilbab dan saling tatap, mereka berbincang dengan penuh canda gurau. Arsyad seperti menemukan partner ngobrol yang pas.
"Eh...kok bukan Indah, Bu siapa itu?" mulai khawatir nyonya Wira pada gadis yang di luar ekspektasinya.
"Indah siapa, Wir?" tanya nenek juga ikut bingung. Karena setahunya saat berkenal tidak menyebutkan nama Indah sama sekali.
"Namanya siapa, Bu? Pasti ibu dikenalkan Acad kan?"
"Iya, tapi namanya bukan Indah. Eh...apa nama panjangnya ya?" nenek jadi ikutan mikir.
"Bu, kelihatan baik gak. Kok berani-beraninya dia bawa perempuan. Ke Bandung lagi. Gak ada kabar pamitan tuh."
"Hem...kamu tahu gak, tadi Acad bilang calon istri gitu."
__ADS_1
Nyonya Wira terdiam, mengingat sosok siapa yang disebut calon istri oleh sang putra. "Sha bukan namanya?"
"Ya ampun, Wira. Bener, duh ibu memang tua ya, baru beberapa menit aja lupa."
"Eh gimana gimana, Bu anaknya?" memang sih, Ayu tuh udah curiga kalau Arsyad naksir sama sekertarisnya."
Sesi ghibah mode on ala mertua dan menantu. Istri Nyonya wira mulai menceritakan kronologi siapa Sha dalam hidup Acad. "Trus perempuan bernama Indah tuh bagaimana?" tanya Nenek yang penasaran dengan perempuan bernama Indah yang dibilang dekat dengan Arsyad.
"Kalau Ayu melihat sih, Arsyad hanya menganggap Indah sebagai rekan kerjanya. Trus nih, Bu. Yang getol buat dekat tuh si Indah ini.
"Eh kok gitu?" tanya nenek heran.
"Gantengkan turunan dari Wira!"
Nyony Wir hanya memutar bola malas di seberang sana, "Iya. Anak-anakku ganteng kayak Mas Wira semua."
"Ya memang harus gitu, Yu. Cari suami itu yang Wibawa."
"Gimana menilai karakter Wibawa sih, Bu?" Nyonya Wira pun jadi penasaran, karena menurut beliau Wira merupakan lelaki yang Wibawa.
__ADS_1
"Wi....bawa mobil, Wi....bawa rumah!" sontak saja Nyonya Wira tersenyum ngakak. Sungguh mertuanya ini pelawak sejati. Salah satu aspek yang diperhitungkan dalam memilih pasangan adalah faktor Wibawa ini. Bukan karena perempuan itu matre, tapi realistis. Dan Wira pun mewujudkan harapan setiap orang dengan istilah Wibawa dalam arti sebenarnya maupun dalam kiasan.
"Eh...kita ngobrol begini mereka lagi apa, Bu? Meskipun Arsyad sudah besar dan tahu batasan dengan lawan jenis, tetap saja harus dipantau.
"Lagi ngobrol sambil lihat langit, ibu heran deh Wir. Arsyad bilang calon istri tapi yang perempuan kayaknya menjaga jarak."
"Kelihatan banget, Bu?" tanya Nyonya Wira yang menyadari cinta sang anak sekarang masih bertepuk sebelah tangan..
"Kelihatan. Tapi ibu sudah suka ini, Wir. Gimana?" tanya Ibu yang sudah terciduk jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Kenapa ibu suka?"
"Santun, dan tampak malu-malu, kelihatan kalau dia masih polos." Begitu penilaian sang nenek. "Eh tapi kalau malu-malu kenapa mau ikut ke rumah anak laki," sang nenek mulai bimbang.
"Pendekatan mungkin, tapi yang namanya perempuan sangat tidak terhormat. Bayangkan saja hampir sore masih di rumah laki-laki. Mereka mau sampai kapan??
"Diusir aja, Ibu. Gimana? Aku khawatir mereka berbuat aneh-aneh. Tunggu deh, aku tutup dulu. Nanti aku telpon lagi, mending ibu jadi obat nyamuk aja.
Nyonya Wira tersenyum sembari menjawab salam, ia menempelkan ponselnya pada dada. Betapa rasa syukur muncul secara berkala. Langsung melalui ulu hati. Pasalnya Ibu kandung Wira itu sangat ramah meskipun cerewet. Nyonya Wira begitu berterimakasih pada Allah karena mengirimkan mertua yang sangat baik hati dan itu termasuk rizeki yang luar biasa.
__ADS_1
"Kalian ngapain?" tanya Nenek tiba-tiba saat mendekati Arsyad dan Sha.