Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 10 Hutan Kabut


__ADS_3

Ling San kemudian mengambil semua kristal jiwa yang berserakan di tanah dan memasukkan kedalam cincin ruang biasa.


" Hm, aku ingin makan, tapi apakah aku masih bisa menggunakan elemen api untuk memanggang?" Tanya Ling San.


" Hm, tidak ada salahkannya kan di coba." Ucap Ling San.


Ling San kemudian mencoba mengalirkan elemen api di telapak tangannya, tapi tidak berhasil. Karena tidak berhasil, Ling Feng mencoba kekuatan api jiwa miliknya.


Wussssss


Bola api sebesar pingpong berwarna keemasan menyala di telapak tangan Ling San.


" Hm, Berhasil." Ucap Ling San dengan senang.


Wusssss


Ling San melemparkan bola api ke arah semua mayat serigala yang berserakan di tanah. Hanya dalam waktu beberapa detik, semua mayat berubah menjadi abu.


" Mungkin makannya nanti saja. Jika aku makan di sini, maka hal itu akan mengundang kedatangan hewan lain." Ucap Ling San.


Wussssss


Ling San kembali melesat. Dia hanya membunuh hewan yang menyerangnya terlebih dahulu saja, sementara yang lain dia biarkan. Selain itu, dia menangkap seekor ayam hutan untuk di panggang saat dia menemukan sebuah gua.


" Hm, Karena aku sudah lapar, maka aku akan memanggangnya di sini." Ucap Ling San sambil memeriksa cincin ruangnya apakah di dalamnya ada tanaman herbal atau tidak.


" Sepertinya rumput bunga giok ini sangat cocok untuk di jadikan sebagai bumbu." Ucap Ling San. Selain rumput bunga giok, Ling San juga menambahkan bunga hati yang terkenal memiliki kandungan minyak yang banyak dan memancarkan aroma yang harum. Dan dia tambahkan sedikit kacang-kacangan.


Setelah semua bumbunya sudah siap, Ling San mulai memanggang ayam hutan itu. Sambil memanggang, Ling San juga mengoleskan minyak yang berasal dari bunga hati yang dia cairkan. Hal itu membuat aroma daging panggang itu sangat harum.


" Sepertinya sudah matang dengan sempurna." Ucap Ling San.


Ling San kemudian mengambil bagian paha ayam tersebut dan mulai memakannya.


" Hm, rasanya enak. Tapi sayang kurang asin." Ucap Ling San sambil terus menikmati daging panggangnya hingga habis.


Setelah makan, Ling San kemudian melesat lagi menuju ke bagian dalam hutan kabut.

__ADS_1


" Aish, apakah tidak ada satupun gua di hutan ini?" Tanya Ling San.


Beberapa saat kemudian, Ling San sampai di dekat air terjun. Karena marasa gerah, Ling San berniat membersihkan tubuhnya di air terjun itu.


" Hm, sepertinya ada hewan di dalam kolam." Ucap Ling San.


" Tapi, selama aku tidak mengusiknya dia tidak akan menyerangku." Ucao Ling San lalu melepaskan pakaiannya lalu mandi di kolam itu.


Dia hanya mandi beberapa menit saja. Setelah itu dia kembali memakai pakaiannya dan berbiat tinggal di gua yang ada di balik air terjun itu selama satu malam.


" Hah, akhirnya ada gua juga." Ucap Ling San.


Dinding gua itu di penuhi oleh puluhan kristal yang memancarkan cahaya yang menerangi seluruh gua tersebut..


" Mungkin aku akan menjelajahi gua ini dulu." Ucap Ling San.


Ternyata gua itu jauh lebih luas dari dugaan Ling San. Saking luasnya, gua itu bisa menampung lebih dari 2000 orang.


Ling San terus berjalan menuju ke ujung gua. Setelah sampai di sana, Ling San terkejut karena di dalamnya lebih luas lagi.


" Siapa yang membuat tempat ini?" Tanya Ling San sambil terus mengamati seluruh tempat tersebut.


Sesaat kemudian, mata Ling San menankap inti elemen berwarna emas tersebut.


" Inti elemen. Tapi, ini elemen apa?" Tanya Ling San.


Karena jika di lihat dari karakteristiknya, inti elemen yang ada di hadapan Ling San bukanlah penyatuan elemen melainkan elemen tunggal.


Wusssss


Inti elemen itu kemudian melesat dan masuk kedalam tubuh Ling San. Bersamaan dengan itu, seluruh tubuh Ling San terasa sangat sakit.


Akhhhhhhh


Ling San berteriak dengan keras menahan rasa sakit yang di akibatkan oleh inti elemen itu. Bukan hanya itu, di kepala Ling San muncul pengetahuan tentang asal usul elemen tersebut. Dimana elemen cahaya merupakan elemen yang terbentuk dari energi milik para dewa-dewi kuno yang tewas saat kekacauan yang terjadi miliaran tahun yang lalu. Bukan hanya itu, elemen cahaya juga terbentuk dari energi di yang ada di seluruh alam semesta, kecuali energi iblis dan energi kematian. Selain elemen cahaya, masih ada elemen kegelapan yang merupakan perwujudan dari keangkaramurkaan, kejahatan, kekacauan, kegelapan, kekuatan iblis, dan energi kematian yang bercampur menjadi satu membentuk inti elemen kegelapan. Selain itu, juga di sebutkan akan terjadi kekacauan untuk yang kedua kalinya, dan tidak akan ada yang bisa mencegahnya. Yang mana kekacauan itu akan membinasakan sebagian besar ras manusia, ras dewa, dan ras lainnya. Dimana setelah kekacauan itu, maka akan muncul dewa dewi generasi baru. Dan tugas Ling San adalah menjaga inti cahaya tersebut.


" Elemen cahaya, Sungguh keberuntungan berpihak padaku." Ucap Ling San.

__ADS_1


" Ya, Walau hanya titipan, tapi itu tidak masalah. Aku akan menjaganya sebaik mungkin. " Ucap Ling San.


" Apa mungkin, setelah kekacauan itu, pewaris sesungguhnya dari elemen cahaya ini akan lahir?" Tanya Ling San.


" Hm, aku bisa menciptakan teknik elemen cahaya sendiri." Ucap Ling San.


Sesaat kemudian, Ling San baru sadar, ternyata kultivasi menerobos keranah saint bintang 1.


Ling San kemudian mulai berlatih mengendalikan elemen cahaya. Ling San membutuhkan waktu 15 hari untuk bisa mengendalikan elemen cahaya dan merubahnya menjadi berbagai bentuk. Mulai dari tapak, tombak, pedang, dan berbagai bentuk lainnya.


" Sekarang aku memiliki dua elemen yang sangat kuat." Gumam Ling San.


" Berkat, inti elemen cahaya ini, pengetahuanku bertambah. Aku baru tahu, kalau elemen kristal milikku bisa dirubah menjadi kristal api, kristal air, kristal dan kristal angin." Gumam Ling San.


" Jika ada elemen cahaya, lantas siapa sekarang memiliki elemen kegelapan?" Tanya Ling San.


" Ah bodoh amat. Yang penting sekarang aku harus melanjutkan petualanganku." Ucap Ling San lalu melesat keluar dari dalam gua.


Wusssss


Boooommm


Tapi, baru juga keluar dari dalam gua, Ling San sudah di sambut dengan sebuah serangan.


" Ha..ha..ha..ha..ha.. Anak muda serahkan inti elemen cahaya itu pada kami." Pintah salah seorang pemuda.


" Kau pikir aku budakmu gitu. Seenaknya saja kau perintah." Ucap Ling San.


" Sialan, matilah kau bocah." Ucap pemuda tersebut lalu melesat kearah Ling San


Melihat pria itu menyerang kearahnya, Ling San menghentakkan kakinya ke tanah sehingga sebuah dinding kristal terbentuk.


Booommmm


Sebuah ledakan terdengar saat serangan pria itu menghantam dinding kristal. Bahkan hal itu membuat pemuda yang nampak berumur 20 tahun itu kebingungan. Tapi umur sesungguhnya adalah 2000 tahun.


" Serahkan elemen cahaya itu kepadakau, kalau tidak.."

__ADS_1


" Kalau tidak apa?" Tanya Ling San yang memotong kalimat pemuda tersebut.


__ADS_2