
Pelayan itu kemudian berjalan menuju ke belakang restoran. Sesampainya dibelakang restoran, pelayan itu mengganti bajunya, menjadi baju putih dengan lambang bintang bersudut empat dengan lambang empat unsur yang mana bagian tengahnya kosong.
Lalu pelayan itu menghilang bagai di telan bumi.
Di sekte Matahari....
Seorang wanita muncul di tengah-tengah aula pertemuan. Hal itu membuat para tetua marah.
" Hai, kau. Mengapa kau muncul di sini?" Tanya tetua pertama.
" Maaf tetua. Tapi, aku punya informasi penting. Hal ini menyangkut seorang anak yang berusia sekitar 12 tahun." Jawa. wanita itu.
" Katakan apa informasi yang kau dapatkan Lin'er." Pintah seorang pria yang duduk di kursi yang paling besar.
" Baik. Di restoran tadi, aku sempat melayani seorang anak muda yang sepertinya berumur 12 tahun. Dan yang membuatku terkejut, dia memiliki rambut berwarna biru langit, dan rambut biru." Ucapnya.
" Lalu, informasi pentingnya apa?" Tanya tetua kedua yang geram.
" Dia membawa lencana yang mirip dengan lencana sekte, tapi itu berwarna ungu keemasan. Dan sepertinya dia berasal dari klan Ling yang ada di kota Lampion." Jawab Yue Lin
" Hm, Itu berarti dia merupakan keturunan dari kakek Ling Mao." Ucap pria yang tak lain adalah Ling Yuan.
" Maaf patriak. Apakah patriak bukan keturunan dari leluhur Ling Gui?" Tanya Yue Lin.
" Aku adalah keturunan dari leluhur Ling Mao, putra kedua Leluhur Ling Gui yang lahir tepat saat 30 tahun sekte ini di bangun. Karena itu, leluhur Ling Mao tidak ada di dalam silsilah klan Ling, karena seluruh anggota klan Ling saat itu, tidak ada yang tahu jika leluhur Ling Gui mempunyai seorang putra lagi." Jelas Ling Yuan.
" Leluhur, aku harap leluhur segera keluar dari pengasingan leluhur. Aku sudah menemukan keturunan leluhur yang pemegang lencana ungu keemasan." Ucap Ling Yuan.
Sejak di bentuk, sekte matahari baru memiliki 4 orang patriak. Yaitu Ling Gui Ling Mao, Ling Gu, dan Ling Yuan. Ketiga patriak sebelumnya mengasingkan diri untuk menembus ranah Dewa Agung. Leluhur Ling Gui sudah mengasingkan diri selama 200 tahun lebih. Sementara leluhur Ling Mao sudah mengasingkan diri selama 150 tahun, dan Ling Gu sudah mengasingkan diri selama 50 tahun.
Kembali ke Ling San...
Ling San saat ini masih memakan makanannya dengan lahapnya sambil terus memasang telinganya dengan baik.
" Hm, tidak ada informasi penting lagi." Ucal Ling San.
" Pelayan, berapa harga makanan yang aku pesan?" Tanya Ling San.
" Semuanya 1000 koin emas tuan muda." Jawab pelayan tersebut.
__ADS_1
" Ini koinnya." Ucap Ling San sambil menyerahkan satu kantong koin emas kepada pelayan tersebut.
" Baik, terima kasih karena sudah makan di restoran bunga matahari." Ucap pelayan itu.
Ling San kemudian berjalan keluar dari restoran bunga matahari, pelayan itu menghentikan langkah Ling San.
" Tunggu dulu tuan muda." Ucap pelayan wanita itu.
" Ada apa? kenapa kau menghentikanku?" Tanya Ling San.
" Ketua kami ingin bertemu dengan tuan muda." Jawab pelayan itu.
" Ada tujuan apa, ketua kalian ingin bertemu denganku?" Tanya Ling San.
" Aku tidak tahu. Tapi, yang jelasnya, ketua kami ingin bertemu dengan tuan muda." Jawab pelayan wanita itu.
Melihat jika pelayan wanita itu tidak berbohong dan berkata jujur. Ling San menurut dan mengikuti pelayan wanita.
Pelayan wanita itu kemudian berjalan menuju kebelakang restoran lalu memakai jubah sekte matahari.
" Hm, sekte matahari, ya?" Tanya Ling San
Lalu, sesaat kemudian, sebuah portal menarik mereka berdua menuju ke suatu tempat.
Di sekte matahari sendiri, sebuah portal muncul di aula pertemuan. Dan dari portal itu, Ling San dan pelayan wanita itu keluar.
" Hormatku patriak. Aku sudah membawa anak yang kumaksud." Ucap Yue Lin sambil berlutut.
Sementara itu, Ling San hanya kebingungan dan berdiri seperti patung di tempatnya.
" Nak, siapa namamu?" Tanya Ling Gui.
" Namaku Ling San leluhur." Jawab Ling San.
" Kalau boleh tahu, dimana ini? dan mengapa aku di bawa kesini?" Tanya Ling San kebingungan.
" Sebelumnya perkenalkan namaku adalah Ling Gui, pendiri sekte matahari, dan dia adalah putraku Ling Mao, dan yang di sebelahnya adalah Ling Gu. Sementara yang duduk di kursi patriak adalah adalah Ling Yuan, cicitku." Jelas Ling Gui.
" Jadi, anda adalah leluhur klan Ling yang pergi dari klan 400 tahun yang lalu?" Tanya Ling San.
__ADS_1
" Tepat sekali. Aku meninggalkan putraku, Ling Zan di klan lalu pergi mengembara sampai akhrinya aku membangun sekte matahari." Jelas Ling Gui.
" Bagaimana kabar Zan'er sekarang?" Tanya Ling Gui.
" Leluhur sudah lama sekali meninggal. Kalau tidak salah dia meninggal sekitar 350 tahun yang lalu karena terluka akibat pertempuran dengan Ying Qui. Sementara leluhur Ling Jui dan Ling Ruan tidak tahu dimana dia berada, sementara kakek Ling Sin meninggal sejak aku berumur 7 tahun." Jawab Ling San.
Mendengar penjelasan Ling San, Ling Gui hanya menyesal karena telah meninggalkan putranya. bukan hanya itu cucu dan cicitnya menghilang dan yang satunya lagi sudah meninggal.
" Maafkan ayah Zan'er." Gumam Ling Gui.
" Siapa nama ayahmu?" Tanya Ling Yuan.
" Nama ayahku Ling Hou, dia keturunan ke lima dari leluhur Ling Gui." Jelas Ling San.
" Siapa yang menjadi patriak klan sekarang?" Tanya Ling Gui.
" Yang menjadi patriak sekarang adalah paman Ling Dan. Paman mempunyai seorang anak bernama Ling Feng, tapi kakak Ling Feng di sekap di sekte cahaya roh, dan yang kutahu dia ingin di tumbalkan kepada Dewa iblis." Jawab Ling San.
" Ini semua karena kesalanku. Seandainya saja aku tidak meninggalkan klan, mungkin semuanya akan baik-baik saja." Ucap Ling Gui dengan penuh penyesalan.
" Sudahlah leluhur. semua itu sudah berlalu, dan penyesalan sudah terlambat." Ucap Ling San..
" Kau memang bijaksana nak." Ucap Ling Gui lalu memeluk Ling San dengan erat.
" Hm, ternyata kau memiliki darah murni klan Ling." Ucap Ling Mao.
" Benar juga. Itu berarti kau menguasai tapak surgawi dan teknik pedang ilahi." Ucap Ling Gui.
" Ya, dan aku menambahkan elemen milikku kedalam tapak surgawi." Ucap Ling San.
" Kakek, dia itu siapa?" Tanya seorang pemuda yang berumur sekitar 14 tahun.
" Dia adalah saudaramu, namanya Ling San." Jawab Ling Yuan.
" Walau dia adikmu, tapi tingkat kultivasinya sudah mencapai ranah immortal god bintang 2'' Ucap Ling Gui.
" Apa? Bagaimana mungkin, dia sudah menembus ranah immortal god bintang 2 di usianya yang baru 12 tahun?" Tanya tetua pertama.
" Itu benar. Mungkin kalian tidak dapat melihatnya karena kultivasinya tersembunyi oleh tubuhnya, tapi aku dapat mengetahuinya dari aliran energi di tubuhnya " Jelas Ling Gui.
__ADS_1
" Aish, dia bahkan setara dengan murid elit." Ucap Ling Yuan geleng-geleng kepala.