
" Hai, Anak muda. Berikan kristal itu padaku. Aku sangat membutuhkannya." Ucap pris diruangan VVIP nomor 1.
" Di sini uang yang berbicara, jika tidak punya uang, maka lebih baik anda diam saja." Ucap Ling San.
" 8 Juta koin emas." Ucap Ling San menaikkan harganya.
" Arrrgghhh. Dasar bocah tengik. Akan kubunuh kau." Ucap pria tersebut dengan marah lalu melesatkan sebuah serangan tak kasat mata kearah Ling San.
" Ciihhh, dasar bodoh." Ucap Ling San lalu menyerang pria itu dengan petir jiwa miliknya.
"Ukkhuuk."
Pria yang berada di ruangan VVIP nomor 1 kemudian muntah darah akibat serangan Ling San.
" Kau.. Serangan apa yang kau berikan padaku?" Tanya pria tersebut.
" Hanya serangan jiwa, memangnya kenapa?" Jawab Ling San lalu bertanya balik.
" Harap tenang. Jika ingin bertarung, maka silahkan tinggalkan paviliun." Ucap Ye Lei.
" Apakah tidak ada lagi yang ingin menawar?" Tanya Ye Lei.
" 8.500.000" Ucap peserta di ruangan VVIP 1.
" 9.000.000 koin emas." Ucap Ling San.
" 10.000.000 koin emas." Tawar pria di ruangan VVIP 9 yang tak lain adalah kaisar Sui Yang.
" 15.000.000 Koin emas." Ucap Ling San.
" Hei, Aku adalah kaisar Sui, jadi berikan muka padaku." Ucap Kaisar Sui Yang.
" Maaf tapi aku tidak pernah mendengar nama anda." Ucap Ling San.
" 17.000.000 koin emas." Ucap Ling San.
" Kau... Aku adalah kaisar Sui Yang, dan kau seharusnya membiarkanku memiliki kristal itu." Ucap Kaisar Sui Yang dengan marah.
" Sudah aku katakan tadi, aku tidak mengenal anda, dan juga orang sepertimu tidak layak aku hotmati.," Ucap Ling San yang membuat kaisar Sui Yang semakin marah.
" Harap tenang. Walaupun paviliun ini berada di kekaisaran Sui, tapi, kami tidak memberi muka kepada siapa pun yang berani membuat kekacauan di sini termasuk anda kaisar." Ucap Ye Lie.
" Apakah masih ada yang ingin menawar lagi?" Tanya Ye Lie.
" 17. 000.000 pertama"
'' 17. 000.000 kedua ''
'' 17. 000.000 ketiga."
" Karena sudah tidak ada lagi yang menawar, maka kristal putih ini dimenangkan oleh pemuda di ruangan VVIP nomor 7." Ucap Ye Lie.
" Jenderal Qin Hui, cari tahu identitas anak itu, dan juga rebut kembali kristal putih yang ada padanya." Pintah Kaisar Sui Yang..
__ADS_1
" Siap yang mulia." Jawab jenderal Qin Hui lalu pergi dari ruangan tersebut.
Tok..tokk..tokkk..
" Masuklah." Ucap Ling San.
" Tuan, ini adalah barang lelang yang tuan menangkan." Ucap seorang pelayan.
'' Baik terima kasih." Ucap Ling San lalu memberikan satu kantong berisi 17 juta koin emas kepada pelayan tersebut.
" Sekarang barang kelima, yaitu sebuah kotak perak yang tidak di ketahui isinya. Harganya dibuka mulai dari 1.000.000 koin emas." Ucap Ye Lie.
" Siapa juga yang mau kotak yang tidak jelas apa isinya." Ucap salah satu peserta lelang.
" Benar. Aku tidak ingin membuang-buang uangku hanya untuk sebuah kotak yang tidak jelas." Ucap Peserta di ruangan VVIP 5.
" 1.500.000 koin emas." Ucap Ling San.
" Dasar pemuda bodoh. menyiakan-nyiakan uang saja." Ucap Peserta di ruangan VVIP 2.
" Baik, karena tidak ada yang ingin menawar maka kotak ini dimenangkan oleh peserta di ruangan VVIP 7." Ucap Ye Lei.
" Sekarang lelang puncak, yaitu sebuah kitab tingkat Mahaguru. Harganya dibuka dengan nilai 5.000.000 koin emas." Ucap Ye Lei.
" 6.000.000 koin emas." Ucap Peserta di ruangan VVIP 9.
" 7.000.000" Tawar peserta di ruangan VVIP nomor 2.
'' 8.000.000 koin emas." Ucap Peserta di ruangan VVIP nomor 3.
'' 11.000.000 koin emas.'' Tawar peserta lelang di ruangan VVIP nomor 15.
" 15.000.000 koin emas." Tawar peserta lelang di ruangan VVIP 9 yang tak lain ada kaisar Sui Yang.
" 20.000.000 koin emas." Tawar peserta di ruangan VVIP nomor 10.
" 25.000.000 koin emas." Tawar kaisar Sui Yang.
" 30.000.000 koin emas." Tawar peserta lelang di ruangan VVIP nomor 10.
" 50.000.0000 koin emas." Ucap Kaisar Sui Yang menaikkan harga 20.000.000."
" Hm, aku menyerah saja. Lagian masih ada barang terakhir." Ucap pria di ruangan VVIP 10.
" 50.000.000 pertama."
'' 50.000.000 kedua."
" 50.000.000 ketiga."
" Baik, barang kedua kitab ini di menangkan oleh Kaisar Sui Yang." Ucap Ye Lei.
" Sekarang, barang terakhir, yaitu kitab tingkat dewa. Harganya dibuka mulai dengan 10.000.000 koin emas." Ucap Ye Lei sambil mengeluarkan sebuah buku usang.
__ADS_1
" 15.000.000 juta koin emas." Tawar peserta di ruangan VVIP 10.
" 20.000.000 koin emas." Tawar Ling San yang mencoba memprovokasi kedua orang itu.
" 25 juta koin emas." Tawar peserta lelang di ruangan VVIP 10.
" 30.000.000 koin emas." Tawar Kaisar Sui Yang.
" 35 juta koin emas." Ucap Ling San.
Mendengar Ling San yang terus menaikkan harga, membuat kaisar Sui Yang semakin marah.
" 60 juta koin emas." Ucap Kaisar Sui Yang.
" 70 juta koin emas." Ucap Ling San.
" 100.000.000 koin emas." Tawar Kaisar Sui Yang.
" Kitab itu, untukmu saja, aku sudah tidak punya uang lagi." Ucap Ling San.
" Dasar bocah tengik. Beraninya kau mempermainkanku." Ucap Kaisar Sui Yang.
" 100 juta pertama.''
'' 100 juta kedua''
100 juta ke tiga."
" Selamat, kitab tingkat dewa ini dimenangkan oleh kaisar Sui Yang." Ucap Ye Lie.
" Karena sekarang barang utama sudah terjual, maka berakhirlah lelang kali ini. Dan kami ucapkan terima kasih kepada para hadirin yang sudah sempat hadir di acara lelang kami." Ucap Ye Lie lalu pergi.
" Tok..tok..tok..."
" Masuklah." Ucap Ling San.
" Tuan. Ini adalah harga dari barang yang tuan lelang, semuanya menjadi 150.000.000 koin emas." Ucap pelayan tersebut.
" Terima kasih." Ucap Ling San lalu memberikan 1.000.000 koin emas kepada pelayan tersebut.
" Terima kasih tuan." Ucap pelayan itu lalu pergi.
" Hah, aku juga harus pergi." Ucap Ling San lalu meninggalkan Paviliun persik emas.
Ling San kemudian melesat menuju ke pusat kota untuk mencari sebuah penginapan, untuk mengistirahatkan tubuhnya.
" Hei berhenti." Cegat seorang pria bertopeng.
" Hm, ada perlu apa jenderal Qin Hui menghentikanku?" Tanya Ling San. Yang langsung membuat Qin Hui kaget.
" Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Qin Hui.
" Bagiku, mengetahui identitasmu itu sangat mudah. Sebaiknya kau beritahu aku, apa yang diperuntahkan oleh kaisar bodoh itu?" Tanya Ling San.
__ADS_1
" Ciih, jika kau tidak ingin mati, maka serahkan kristal putih itu, kalau tidak, maka kaisar akan menghukummu." Jawab Jenderal Qin Hui.