
" Hah, kau ini main pergi-pergi saja." Ucap Sui Chu.
" Aku kira kau kelelahan, jadi aku tidak mengajakmu,kak." Ucap Ling San.
" Kita kemana sekarang?" Tanya Sui Chu.
" Pergi ke portal yang digunakan oleh para iblis itu." Jawab Ling San.
" Portal..? Tapi, seingatku, tidak ada portal di sekitar sini." Ucap Sui Chu.
" Itu karena para pengikut mereka merahasiakan portal itu, dan juga tempatnya juga dirahasiakan. Jadi, wajar jika kau tidak tahu." Ucap Ling San.
" Lalu, untuk apa kita kebangunan tua ini?" Tanya Sui Chu.
" Ya, karena bibi bilang, portal itu berada di dalam bangunan tua ini." Jawab Ling San.
" Oh, pantas saja tidak ada yang mengetahui letak portal itu, ternyata ada di bangunan ini." Ucap Sui Chu.
Mereka berdua berjalan memasuki bangunan tua itu. di dinding bangunan itu, terdapat ukiran yang menceritakan tentang sesuatu.
" Apa kau tahu apa fungsi bangunan ini sebelum terbengkalai?" Tanya Ling San.
" Mungkin bekas bangunan paviliun atau semacamnya." Jawab Sui Chu.
" Reliefnya menggambarkan sebuah cerita, tapi aku tidak dapat membacanya karena semuajya telah rusak." Jelas Ling San.
" Sepertinya bangunan ini lebih mirip kuil kuno atau semacamnya." Ucap Sui Chu.
" Matahari, bulan, dan bintang." Ucap Ling San.
" Matahari melambangkan cahaya , bulan melambangkan cahaya dikegelapan malam, dan bintang melambang makhluk hidup." Ucap Ling San.
" Tapi, apa maksud semua ini?" Tanya Sui Chu.
" Intinya, simbol itu melambangkan alam dewa, alam bawah dan alam manusia. Matahari berarti cahaya, Matahari, merupakan simbol yang selalu digunakan oleh kaisar langit, yang berarti matahari menyimbolkan alam dewa. Bulan yang bercahaya dikegelapan malam identik dengan dewa ashura yang merupakan penguasa alam bawah sebelum dewa iblis, dan bintang melambangkan makhluk hidup, uaitu manusia, hewan dan tumbuhan, dan juga identik dengan dewa bintang yang merupakan penguasa dunia manusia." Jawab Ling San.
" Berarti dewa Ashura adalah dewa bulan itu sendiri?" Tanya Sui Chu.
__ADS_1
" Ya, dan lebih tepatnya dia merupakan manifestasi dari bulan, dan merupakan salah salah satu dari 5 dewa primordial, dua lainnya adalah dewa laut, dan dewi bumi." Jawab Ling San.
" Sepertinya relief ini menceritakan tentang perang yang besar." Ucap Sui Chu sambil menunjuk ke salah satu relief yang mana relief itu memperlihatkan pertarungan antara dewa bintang, dan dengan para iblis kulit logam.
" Hm, seharusnya mereka ada tiga, kemana yang satu lagi?" Tanya Sui Chu sambil memperhatikan dua relief berbentuk manusia.
" Yang tidak ada di sana adalah dewa bulan. Dia bertarung dengan dewa iblis dialam bawah, tapi akhirnya dia kalah, karena salah satu putranya mengkhianatinya. Dia ditusuk dari belakang, menggunakan sebuah belati, dan seluruh cahaya miliknya diserap. Dan sejak itu juga bulan kehilangan cahayanya, dan hanya memanfaatkan cahaya dari matahari." Ucap sebuah suara.
" Dan sejak saat itu, dewa bulan menghilang entah kemana, lalu disusul dengan menghilangnya dewi bumi, lalu dewa laut, dewa matahari, dan dewa laut." Lanjutnya.
" Siapa kamu?" Tanya Ling San.
" Tidak usah waspada, aku hanyalah sebuah roh yang merupakan perwujudan dari energi yang lepas saat pertarungan itu." Jawab suara itu lagi.
" Sejak kejadian itu, alam bawah dikuasai oleh dewa iblis. Tapi setelah ribuan tahun berlalu, seorang ksatria datang kealam bawah, dan bertarung dengan dewa iblis selama berbulan-bulan. Ksatria itu berhasil mengalahkan dewa iblis, dan menghancurkan tubuh fisiknya, serta jiwanya dia segel." Ucap Roh itu.
" Bukankah Dewa iblis mati saat kekacauan terjadi?" Tanya Sui Chu.
" Tidak, yang mati hanyalah klon jiwanya saja. Sementara tubuh aslinya sedang bertarung dengan dewa ashura dialam bawah." Jawab roh itu.
" Ksatria itu dijuluki pendekar tombak kehancuran" Lanjutnya.
" Tentu, saja. Karena orang itu adalah leluhur dari klan Sui, klan Ling, klan Suyang, dan klan Lui." Jawab Roh itu lagi.
" Biar kutebak, pasti andalah orang itu." Ucap Ling San.
" Tebakanmu benar." Ucap roh itu.
Lalu perlahan-lahan, roh yang hanya bercahaya itu kemudian berubah menjadi seorang pria parubaya dengan rambut dan jenggot yang sabgat panjang.
" Hormat kami leluhur." Ucap mereka berdua lalu berlutut.
" Bangunlah. Hormat kalian aku terima." Ucap pria itu.
" Waktuku tidak banyak. Aku hanya ingin memberi tahu kalian bahwa segel dewa iblis mulai terbuka. Dan beberapa tahun lagi, mungkin segel itu akan dihancurkan." Ucap pendekar tombak kehancuran.
" Kekacauan yang akan terjadi tidak dapat dihindari ataupun dicegah. Aku hanya ingin kalian mempersiapkan diri untuk menghadapi kekacauan itu." Ucapnya.
__ADS_1
" Memangnya ada apa dengan kekacauan itu, leluhur?" Tanya Sui Chu.
" Kekacauan itu akan menyebabkan dampak yang lebih parah lagi, yang mana tiga alam, terutama alam manusia akan kacau. Dimana benua yang ada di alam ini akan hanyut di kehampaan membentuk sebuah alam yang baru." Ucap pendekar tombak kehancuran.
Dia kemudian mengeluarkan sepasang tombak, yang mana tombak itu adalah tombak langit, dan tombak bumi. Senjata yang dia gunakan untuk mengalahkan dewa iblis.
" Keluarkan tombak kalian." Ucapnya.
" Baiklah." Jawab mereka, lalu mengeluarkan tombak yang mereka miliki. Yang mana tombak Ling San berukiran naga, sementara tombak Sui Chu berukiran phoenix.
Wusssss
Tombak langit kemudian melayang kearah tombak Naga Azure, sementara tombak Bumi melayang kearah tombak Phoenix biru.
" Seuai namanya, tombak ini melambangkan alam manusia dan alam langit atau yang kalian kenal dengan nama alam dewa."
" Kau akan menjadi penguasa di alam manusia, sementara kau yang akan menjadi penguasa di alam dewa." Ucap pendekar tombak kehancuran.
" Tunggu, apa hubungan kedua tombak ini dengan penguasa alam manusia dan alam dewa?" Tanya Ling San.
" Tombak bumi merupakan tombak yang tercipta dari energi bintang, sementara tombak langit tercipta dari energi milik dewa matahari. Jadi, tombak ini juga di sebut sebagai dua tombak penguasa." Jelas Pendekar tombak kehancuran.
Swuuuusss
Perlahan-peelahan tombak langit dan bumi mulai menyatu dengan tombak phoenix biru, dan tombak Naga Azure. Udara di sekitar keempat tombak itu berputar-putar.
Wussss
Boooommmm
Sesaat terdengar suara ledakan yang membuat seluruh kuil bergetar. selain itu, ledakan itu menciptakan debu yang menutupi pandangan.
Setelah debu menghilang, kedua tombak itu kembali kepemilik masing-masing.
Wussss
Sebuah armor emas menutupi tubuh Ling San saat dia memegang tombaknya. Hal yang sama juga terjadi pada Sui Chu, dimana armor biru langsung terbentuk dan menutupi tubuhnya saat dia memegang tombaknya.
__ADS_1
" Karena kedua tombak itu seudah menyatu dengan tombak kalian, maka otomatis tombak kalian langsung mencapai senjata semesta. Ingat, jangan menggunakan kekuatan tombak itu secara sembarangan." Ucap pendekar Tombak kehancuran.
Lalu, perlahan-lahan, tubuh pendekar tombak kehancuran berubah menjadi butiran-butiran cahaya kecil dan terbang ke langit.