Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 88 Alam Dewa


__ADS_3

" Auw, sungguh menyakitkan." Ucap Ling San


" Hm, apakah ini adalah alam dewa?" Tanya Ling San.


" Hah, mungkin aku bisa meningkatkan kekuatan jiwaku ke bintang 5 menggunakan energi di alam dewa ini." Ucap Ling San lalu duduk dengan posisi Lotus dan mulai menyerap energi Dewa di alam dewa.


10 jam kemudian...


Tubuh Ling San diselimuti oleh cahaya berwarna ungu pucat. cahaya itu menembak ke langit lalu membentuk pusaran energi dilangit setelah itu kembali kedalam tubuh Ling San.


" Aish, kenapa harus menembak ke langit sih, kan bisa mengundang para dewa itu ke sini." Ucap Ling San


" Mending, aku kabur saja." Ucap Ling San.


" Tuh, kan. Baru juga dibilang, orang-orang pada datang. Ah, mending aku pura-pura baru datang saja." Ucap Ling San lalu terbang menjauh dari tempat itu dan berjalan kearah tempatnya berkultivasi tadi.


" Hei, nak. Apakah kau melihat ada orang disini tadi?" Tanya seorang pria.


" Aku tidak tahu. Aku juga baru sampai di sini." Jawab Zilong.


" Memangnya ada apa, ya?" Tanya Ling San.


" Tidak ada apa-apa. Aku hanya mencarinya." Jawabnya.


" Gelagatnya sangat aneh." Gumam Ling San.


" Oh iya. Siapa namamu, nak?" Tanya pria itu.


" Namaku, San." Jawab Ling San.


" Orang-orang disini memanggilku sebagai Dewa immortal." Ucapnya.


" Hah, sudah aku duga. Dia adalah kultivator jiwa, makanya dia tidak mau ada yang memiliki kekuatan jiwanya lebih tinggi darinya." Gumam Zilong.


" Kalau begitu aku permisi, dulu." Ucap Ling San lalu berjalan menjauh dari Dewa immortal.


" Aku tidak melihat adanya fluktasi energi dari dalam tubuhnya tapi kenapa dia dapat menahan tekanan jiwa yang aku berikan padanya?" Tanyanya.


" Waduh, gawat. Bisa- bisa dia tahu kalau aku memiliki kekuatan jiwa lebih tinggi darinya." Ucap Ling San.


" Mana aku tidak merasakan tekanan yang dia arahkan padaku tadi." Ucap Ling San.


" Ho, kenapa pergi secepat itu anak muda?" Tanya Dewa Immortal.


" Ada apa?" Tanya Ling San.


" Kau tidak boleh pergi secepat itu. Kau harus tunjukkan kekuatan jiwa milikmu terlebih dahulu baru kau bisa pergi." Jawabnya.


" Maaf, tapi aku tidak mau." Jawab Zilong lalu berjalan meninggalkan Dewa Immortal lalu diam-diam dia mengeluarkan tombaknya lalu mengalirkan elemen kristal ke tombaknya.


" Wusss"

__ADS_1


Booommmm


Dan benar saja. Pria itu melepaskan serangan berupa petir jiwa kearah Ling San. Untungnya Ling San berhasil menahan serangan itu menggunakan tombaknya.


" Dasar dewa bodoh plus serakah. Bisa-bisanya kau menyerangku tanpa sebab." Ucap Ling San.


" Di alam dewa ini tidak ada yang boleh memiliki kekuatan jiwa lebih tinggi dariku." Ucapnya.


" Setinggi apapun kekuatan orang lain, itu bukan urusanmu." Ucap Ling San sambil terus menahan serangan dari Dewa Immortal.


Wusssss


Boooommmm


Sesaat kemudian, Ling San memukulkan tombaknya ke tanah sehingga kristal-kristal bermunculan dari dalam tanah.


" Wussssss"


Lalu, kristal-kristal itu beterbangan kearah Dewa Immortal.


" Akkhh, sialan kau." Ucapnya lalu melepaskan petir jiwa untuk menghancurkan kristal-ktistal yang beterbangan kearahnya. Tapi sialnya, kristal-kristal itu tidak hancur sama sekali. Alhasil kristal-kristal itu mengenai tubuhnya.


Wussssss


Boooommm


Booommmm


Roarrrrgghhhh


Booommmm


Naga kristal itu kemudian melesat dan menghantam tubuh Dewa immortal dengan keras hingga menimbulkan ledakan besar.


" Roaarrrrgggh"


Dhuarrrrrrr


Belum sempat Dewa immortal berdiri seekor naga kristal kembali menghantam tubuhnya dengan keras. Sesaat kemudian, naga kristal itu berubah menjadi serbuk kristal lalu menyatu dengan tubuh Dewa Immortal.


" Tadi kau menyerangku tanpa alasan. Sekarang akan kubuat kau menyesal." Ucap Ling San.


" Siapa kau sebenarnya? kenapa kekuatanmu lebih besar dari tingkat kultivasimu?" Tanya Dewa Immortal.


" Bukan siapa-siapa. Aku hanyalah seorang penjelajah biasa." Jelas Ling San


" Tidak mungkin jika kau itu hanya penjelajah biasa." Ucapnya.


" Tidak masalah jika kau tidak percaya tidak masalah." Ucap Ling San.


Sebelum pergi, Ling San kemudian mengikat Dewa Immortal menggunakan kristal.

__ADS_1


" Hei, lepaskan aku sialan." Teriaknya.


" Maaf, aku buru-buru." Jawab Ling San.


" Ciih, membuang-buang waktuku saja." Gerutu Ling San.


" Dasar dewa penakut." Ucap Ling San lalu mempercepat terbangnya.


Dialam Dewa tidak ada kota. pembagian wilayah Dialam dewa berdasarkan klan. Dalam satu wilayah hanya di tempati oleh satu atau dua klan saja. Selain wilayah yang hanya ditempati oleh satu atau dua klan, ada juga beberapa sekte besar. Diantara semua sekte yang berada di alam dewa, sekte Phoenix adalah sekte yang terbesar yang ada di alam dewa.


" Sekarang aku ada dimana? Aku tidak tahu apa-apa tentang alam dewa?" Tanyanya.


" Hah, mana aku tidak memiliki peta alam dewa." Ucapnya.


" Tidak masalah, sih kalau tidak ada aturan khusus." Ucap Ling San.


" Ada apa, ya tuan muda?" Tanya seorang pria parubaya.


" Maaf, tuan. Aku tersesat dan tidak tahu ini dimana."" Jawab Ling San.


" Apakah anda tidak tahu apa-apa tentang wilayah ini?" Tanya Pria itu.


" Ya, aku memang tidak tahu apa-apa tentang wilayah ini." Jawab Ling San.


" Wilayah ini adalah wilayah dari klan YAN. Salah satu klan yang menjadi pilar dari kekaisaran Langit." Jelasnya.


" Klan Yan sendiri adalah salah satu klan bangsawan di alam Dewa." Jelas pria itu.


" Oh, iya. Apakah anda berasal dari alam lain?" Tanya pria itu.


" Tanpa kau bilang, pun aku sudah tahu kalau kau sebenarnya berasal dari alam manusia." Ucapnya.


" Ya, aku memang berasal dari sana. aku tidak sengaja menemukan sebuah portal. karena penasaran aku memasuki portal itu. Dan tau-taunya portal itu membawaku kesini." Jelasnya..


" Aku tidak tahu kapan terakhir kaki ada manusia yang berhasil ke alam dewa. dan tuan adalah yang pertama datang ke sini setelah ribuan tahun berlalu." Jelas Pria itu.


" Apakah memang selama itu? Dan siapa manusia yang terakhir kali naik ke alam dewa?" Tanya Ling San.


" Dia adalah Dewa bintang, Dewa Bumi dan Dewa Laut." Jelas pria itu.


" Memang itu sudah berlalu bukan ribuan tahun melainkan miliaran tahun." Ucap Ling San.


" Oh, iya. Apakah tuan muda tidak melihat ada segel yabg menyegel portal itu?" Tanya pria itu lagi.


" Hm, segel apa, ya?" Tanya Ling San.


" Segel yang sengaja dipasang oleh kaisar langit untuk mencegah para dewa turun kealam manusia sekaligus untuk menjaga keseimbangan alam." Jelas peia itu.


" Segel? sepertinya aku tidaj melihat ada segel disini" Ucap Ling San.


" Itu artinya tuan beruntung. Pasalnya salah satu segel yang terpasang disana adalah segel penghancur yang dapat menghancurkan tubuh dan jiwa orang. dan segel yang paling bawah adalah segel penghilang ingatan." Jelasnya.

__ADS_1


__ADS_2