
Boooommmm
Boooommmm
Boooommmm
Dalam sekali serang, Ling San dapat melepaskan ratusan hingga ribuan tapak sekaligus. Itu karena dia tidak perlu khawatir kehabisan Qi atau energi.
" Akkkhhhh."
Teriakan kesakitan terdengar dari pasukan iblis itu. walaupun tidak mati, tapi serangan tapak itu cukup untuk membuat mereka terluka parah.
Wussssss
Booooommm
Ling San lalu melepaskan serangan susulan berupa jarum kristal raksasa kearah para pasukan iblis itu. Tak seperti serangan yang berbentuk jarum yang bisanya membunuh musuh dengan cara menusuk, jarum kristal raksasa milik Ling San justru meledak sehingga banyak pasukan musuh yang mati hanya dalam satu serangan saja.
Sementara itu, Sui Chu juga membunuh musuh-musuhnya dengan sadis menggunakan elemen petir yang dia alirkan ketombaknya untuk menciptakan serangan kejut.
Traaarrrkkk
Traaarrrrkkkk
Boooommmm
Boooommmmm
Petir putih yang berderak-derik dari tombak Sui Chu kemudian menyambar kearah para pasukan iblis.
" Arrrrrrgghhhh, sialan. Bagaimana bisa petir itu ditaklukan oleh manusia itu?" Tanyanya. Tentu saja dia tahu petir apa yang digunakan oleh Sui Chu. Alasan mengapa didunia kultivator tidak ada pengguna elemen petir karena petir-petir itu tidak mau tunduk dan dikendalikan begitu saja. Jadi, petir melebur ke elemen api, angin, dan air agar tidak sembarang orang yang bisa mengendalikannya.
" Swiiiinnggggg"
Boooommmm
Karena sibuk dengan pertanyaannya, komandan iblis itu terkena pukulan dari Sui Chu yang membuatnya terpental puluhan meter dan berhenti ketika menabrak batang pohon.
" Aku akan menghabisimu terlebih dahulu." Ucap Sui Chu lalu mengumpulkan petir dimata tombaknya dalam jumlah yang besar.
Traaarrrrrkkkk
Traarrrrrkkkk
Traaarrrrkkk
Dhuarrrrrr
Satu sambaran petir yang dilepaskan dari tombak milik Sui Chu membuat komandan iblis itu mati ditempat.
" Kakak, seharusnya komadannya jangan dibunuh." Ucap Ling San.
" Memangnya kenapa?" Tanya Sui Chu.
" Seluruh komandan iblis yang menyerang alam langit itu komadan dibawah perintah Dewa Iblis. Jadi, membunuh satu komandan iblis akan membuat Dewa iblis murka." Jelas Ling San.
" Jadi, itu alasannya kenapa kau selalu membiarkan Komandan iblis pergi begitu saja?" Tanya Ling San.
" Ya, dan yang aku bunuh adalah bawahan dari raja iblis." Jelas Ling San.
" Sudah terlanjur." Ucap Ling San lalu kembali menyerang.
" Kalian telah melakukan kesalahan besar dengan membunuhnya." Ucap sosok menyeramkan yang muncul entah darimana.
" Oh, jenderal iblis, ya?" Tanya Ling San tanpa rasa takut.
Wusssss
Lalu, tanpa basa-basi lagi, jenderal iblis itu lalu melesat dan menyerang Ling San dengan brutal.
__ADS_1
" Dasar lambat." Ucap Ling San lalu memukulkan telapak tangannya yang dilapisi oleh elemen kristal ke dada Jenderal Iblis.
" Kau kuat juga, bocah. Tapi, aku ingin lihat bagaimana kau menahan serangan dari kapakku ini." Ucapnya lalu mengeluarkan kapaknya.
" Tidak masalah." Ucap Ling San.
Wusss
Wussss
Wussss
Wussss
Jenderal iblis itu kemudian menyerang Ling San menggunakan kapaknya. Tapi, serangannya selalu dihindari oleh Ling San.
" Tunjukkan kekuatanmu, jangan menghindar saja yang kau lakukan." Ucap Jenderal iblis.
" Baiklah, kau sendiri yang memintanya." Ucap Zilong lalu mengeluarkan tombaknya.
Wuuussss
Tombak yang awalnya berwarna emas itu kemudian berubah warna menjadi putih.
Traarrrkkk
Traaarrrrrkkk
Dhuarrrrrrr
Ling San kemudian melesat dan melepaskan dua sambaran petir putih kearah Jenderal iblis. Sambaran petir itu membuat jenderal iblis kehilangan keseimbangan dan hampir terjun kebawah.
" Ciih, bisa-bisanya petir sombong itu tunduk kepada manusia sepertimu." Ucap Jenderal iblis.
Swiiinngg
Boooommmm
" Sebenarnya aku tidak mau membunuhmu karena aku tidak ingin Dewa iblis muncul lebih cepat, tapi karena salah satu komandannya dan ribuan pasukannya yang sudah mati, maka aku akan menambah satu jenderal agar menjadi paket komplit." Ucap Ling San.
" Wusssss"
" Kau pikir membunuhku sudah membalikkan telapak tangan?" Tanya Jenderal Iblis.
" Tidak sulit untuk membunuhmu." Ucap Ling San yang sudah ada dibelakang jenderal Iblis.
" Bagaimana kau ada di..."
Boooommmm
Belum sempat dia bertanya, Ling San sudah memukulnya dengan keras sehingga dia tersungkur mencium tanah.
" Dasar bocah sialan." Ucapnya lalu bangkit dan melesat ke arah Ling San. Tapi, sebelum dia sampai, Ling San sudah pindah tempat.
" Dasar bocah meresahkan." Ucapnya lalu berbalik dan menyerang Ling San. Tapi, lagi-lagi Ling San menghilang dan muncul dibelakangnya.
" Bertarunglah denganku jangan berpindah-pindah tempat terus." Ucapnya.
" Itu keinginanmu, bukan keinginanku." Ucap Ling San lalu muncul 2cm di depan Jenderal iblis.
Wuuussss
Booooommmm
Ling San kemudian mendaratkan pukulan yang dilapisi oleh energi matahari ke dada Jenderal Iblis. Pukulan itu membuat Jenderal iblis terluka cukup parah.
" Kekuatan apa saja yang dimiliki oleh bocah ini?" Tanyanya.
" Tanyakan sana kepada dewa Neraka atau Dewa Roh." Jawab Ling San lalu menciptakan tombak cahaya dan melemparkannya kearah Jenderal iblis.
__ADS_1
" Dewa Iblis akan memusnahkanmu." Ucapnya sebelum mati.
" Sekarang sudah komplit." Ucap Ling San lalu mendarat ditanah.
" Kak, akhiri hidup mereka segera." Ucap Ling San.
" Baik." Jawab Sui Chu lalu melesat kearah Ling San.
" Bagaimana kalau kita melakukan serangan gabungan?" Tanya Ling San.
" Boleh saja, tapi bagaimana dengan mereka?" Tanya Sui Chu.
" Benar juga. Aku lupa jika mereka ada disini." Ucap Ling San lalu mengeluarkan sebuah lencana berbentuk bintang.
" Paman, tarik semua pasukan dari arena pertempuran." Titah Ling San.
" Baik, tuan muda." Jawabnya lalu memberi aba-aba kepada pasukan Aegis untuk mundur.
Ling San dan Sui Chu kemudian menyatukan telapak tangan mereka. Lalu tak lama kemudian, energi bintang dan energi matahari tampak menyatu membentuk sebuah badai.
" Apakah mereka sudah gila?" Tanya salah satu pasukan iblis.
" Hyaaaaattttt"
Swuuuusssss
Sesaat kemudian, badai yang terbentuk dari gabungan antara energi bintang dan energi matahari itu kemudian melesat dan menyapu para pasukan iblis. Badai itu menyapu bersih para pasukan iblis itu hanya dalam waktu kurang dari lima menit.
" Akhirnya mereka mati juga." Ujar Sui Chu.
Ini belum selesai, kita masih harus membereskan para iblis yang ada diwilyah lainnya." Ucap Ling San.
" Kalau begitu, ayo kita pergi." Ucap Sui Chu.
Wusssss
Wussss
Tap
Tap
Tap
Dalam satu tarikan nafas saja, Ling San dan Sui Chu sudah ada di langit-langit kekaisaran Sun.
" Hm, mereka semua sudah dikalahkan." Ucap Sui Chu.
" Baguslah kalau begitu." Ucap Ling San.
" Bukankah itu komandan iblis?" Tanya Sui Chu sambil menunjuk kearah salah mayat.
" Kau benar." Jawab Ling San
Wuuussss
Wuuusss
Wuuusss
Ling San kemudian melemparkan bola api kearah mayat-mayat pasukan iblis tersebut. Dalam sekejap, semua tumpukan mayat itu berubah menjadi abu.
" Apakah kita akan menjelajahi kekaisaran ini dulu?" Tanya Sui Chu.
" Sebaiknya, kita kembali saja." Jawab Ling San.
Wuuuussss
Sesaat kemudian, mereka berdua pun muncul di istana kekaisaran Sui.
__ADS_1