
Sementara itu, Sui Chu terus menyerap mutiara petir putih itu. Dan sesaat kemudian, dia membuka matanya dengan senyum puas...
" Hah, berkat mutiara ini, kultivasiku meningkat ke ranah dewa Fana bintang 5." Ucapnya.
Seharusnya, kultivasinya sudah menembus ranah dewa bumi, karena sebelumnya kultivasinya berada di ranah dewa bintang 1, tapi karena sebagian besar energi dari mutiara dia gunakan untuk membentuk inti elemen petir, maka kultivasinya hanya meningkat 4 bintang saja. Sementara sisanya dia gunakan untuk meningkatkan kekuatan jiwanya ketingkat dewa menengah.
" Sekarang aku akan memabantu adik untuk membunuh manusia iblis laknat itu.'' Ucap Sui Chu lalu melesat ketempat Ling San bertarung.
Kembali ke Ling San...
" Oh, ternyata kelemahan kulitmu itu adalah petir" Ucap Ling San..
Ling San lalu kembali menyerang pria itu menggunakan tombaknya, dan sesekali petir putih menyambar tubuh pria itu. Satu sambaran merusak 20% dari kulitnya.
Tarrrrakkkk
Traarrrrkkkk
Boooommmm
Dua sambaran petir putih kembali mengenai pria tersebut dan membuatnya memuntuhkan lima teguk darah hitam.
" Sialan kau bocah." Ucapnya.
" Maaf. Yang tadi itu, bukan aku melakukannya." Ucap Ling San.
"Kalau bukan kau siapa lagi, bocah?" Tanya pria itu.
" Mungkin orang lain." Jawab Ling San.
" Hai, bagaimana rasanya?" Tanya Sui Chu sambil melepaskan satu sambaran lagi kearah pria itu.
Trakkkkkk
Traaarrkk
Booommmm
Di saat yang sama, Ling San juga melepaskan dua sambaran beruntun ketubuh pria itu yang membuat kulit kulit keduanya hancur.
'' Akkkhhh, aku akan membunuhmu bocah sialan." Ucapnya lalu melepaskan serangan elemen kegelapan dengan jumlah besar.
Boooommmmm
Boooommmm
Booooommmm
Boooommmm
Ledakan beruntun terdengar saat ribuan tapak menghantam tanah. Ledakan itu menciptakan sebuah kawah besar.
Wuusssss
Ling San dan Sui Chu hanya menghindari serangan pria itu, dan sesekali melepaskan serangan untuk menghancurkan serangan pria itu.
Swuusss
Booommmm
__ADS_1
Saat mendapat kesempatan, Ling San melepaskabsebuah tapak cahaya, kearah pria itu. yang membuat pria itu merasa seluruh tubuhnya kesakitan
" Ah, sialan. dia menggunakan elemen cahaya." Ucapnya.
" Akkkhh, sialan. seandainya dia tidak menggunakan petir putih, mungkin aku masih bisa mengalahakannya." Lanjutnya
" Dengan begini, serbuk cahaya yang kusuntikkan padamu akan bekerja." Ucap Ling San lalu membuat sebuah segel tangan.
" Arrrrrgghhhhh"
Sesaat kemudian, pria itu berteriak kesakitan. Dan perlahan-lahan, organ dalamnya mulai hancur. Dan kulitnya memerah.
Traarrrkkkk
Traarrrrkkkk
Booommm
Booommmm
Dua sambaran petir dari Ling San dan Sui Chu mengakhiri kehidupan pria itu. Dia meninggal dengan kondisi tubuh yang penuh dengan luka, dan organ tubuh yang hancur.
" Hah, sungguh melelahkan." Ucap Ling San.
" Hah, sekarang tempat ini penuh dengan darah dan sudah menjadi kawah." Ucap Sui Chu.
" Kau benar, kak. Bukan hanya itu, pria sialan itu membuat banyak energi spiritual dan energi jiwaku terkuras." Ucap Ling San.
Belum sempat mereka beristirahat selama satu jam, sebuah pasukan muncul di langit, dan tampilannya sama seperti pria yang mereka lawannya sebelumnya.
" Apa lagi ini?" Tanya Ling San.
" Ciiihh, dasar sampah. Melawan dua orang anak saja kalah." Ucap salah satu diantara mereka..
" Tuan, biar aku yang membunuh mereka berdua." Ucap salah satu diantara mereka.
" Silahkan saja." Jawab pemimpin pasukan iblis itu.
Wusssss
Iblis itu kemudian melesat kearah Sui Chu dan Ling San dengan tinju yang di lapisi oleh energi iblis.
" Tinju iblis kembar." Ucapnya.
" Lagu-lagi ada pengacau." Ucap Ling San..
Swiiiiiinnnnggg
Sesaat kemudian, Ling San dan Sui Chu mengeluarkan tombak mereka dan melemparkannya kearah tinju itu.
Dhuaarrrrrr
Ledakan pun terjadi saat kedua tombak itu menghantam tinju iblis itu. Hal itu membuat iblis itu tercengang. Pasalnya tombak itu tidak hancur setelah menghantam tinjunya, yang bahkan bisa membuat senjata tingkat legenda retak.
" Apa? Bagaimana mungkin senjata tingkat kuno itu tidak hancur setelah bertabrakan dengan tinju komandan?" Tanya salah satu dari pasukan itu.
Tombak itu kemudian berputar-putar lalu kembali ke tangan Ling San dan Sui Chu.
" Karena kalian telah mengganggu istirahatku, maka kalian akan merasakan akibatnya." Ucal Ling San lalu mengalirkan elemen petir surgawi ke tombaknya begitu juga dengan Sui Chu..
__ADS_1
" Aku tidak salah lihat, kan?" Tanya salah satu iblis.
" Tidak. Itu memang petir putih." Jawab pemimpin mereka.
" Jika mereka berdua mrmiliki petir surgawi berarti tombak itu..."
" Ya, pasti tombak itu yang dimaksud oleh ramalan langit itu. Dua tombak yang tidak akan mempan dengan serangan apapun. Bahkan serangan dari senjata semesta tidak akan mampu menghancurkannya." Ucap pemimpin mereka.
"Itu artinya kita harus merebut tombakitu." Ucap prajurit itu.
" Kalau kau ingin petir putih itu membuat tubuhmu hancu, maka kau sentuhlah senjata itu." Ucap yang lain.
" Tunggu apa lagi. Serang dan habisi pemuda itu sekarang." Perintah sang pemimpin.
"Seranggggggggg"
Triiiinnngggg
Triiiiinnnggg
Triiiinngggg
Dentingan logam terdengar saat senjata mereka beradu. Bukan hanya senjata, tapi kulit mereka sangat keras, bagaikan logam.
" Ah, sial. Membunuh mereka akan membutuhkan waktu yang sangat lama." Ucap Ling San.
Swuuussss
Ling San lalu membentuk sebuah tapak dari elemen petir putihnya, dan mengarahkannya kepada iblis itu.
Boooooommmm
Ledakan besar kembali terjadi, tapi, iblis yang terkena serangan itu baik-baik saja, serangan Ling San hanya menggores kulit iblis itu saja.
" Ha..ha..ha...ha...ha... Seranganmu barusan hanya menggelitikku." Ucap iblis tersebut.
Di tempat lain, terlihat Sui Chu juga sedang melawan pulihan pasukan iblis. Dia terlihat kewalahan. Sesekali dia melepaskan serangan petir jiwa dan petir putih secara bersamaan.
Boooommmm
Booommmmm
Boooommmm
Ledakan beruntun terdengar saat serangan Sui Chu menghantam tanah. Sama seperti Ling San, serangannya juga hanya menggores kulit para iblis itu saja.
" Bagaimana cara mengalahkan mereka?" Tanya Sui Chu.
" Jika menghancurkan lapisan kulit mereka satu persatu itu akan memakan waktu yang sangat lama." Ucap Sui Chu.
" Sial, bagaimana ini?" Tanyanya lagi.
" Ha..ha...ha..ha..ha.. Apakah sekarang kau takut bocah. Nah, begini saja, jika kau ingin selamat, maka serahkan tombak itu padaku dan juga jadilah anak buahku." Ucap pemimpin iblis itu memberi tawaran.
" Tidak. Hanya manusia rendah yang tak seharusnya ada di dunia yang mau menjadi anak buahmu." Jawab Sui Chu dengan tegas.
" Ayolah, kau tidak akan bisa mengalahkan kami. Lebih baik serahkan dirimu dan juga senjata itu pada kami." Ucap pemimpin iblis itu memberi tawaran kepada Ling San.
" Tugasku adalah mengatasi kekacauan yang akan terjadi, dan menjaga sesuatu yang di titipkan padaku, bukan menjadi bawahan dari makhluk rendah, serakah dan tak tahu diri seperti kalian. Tugasku untuk menjaga keamanan dunia ini dari makhluk-makhluk serakah seperti kalian, bukan untuk menjadi babu." Ucap Ling San.
__ADS_1
" Seharusnya kalian puas karena sudah diberikan alam kalian sendiri. Bahkan tempat kalian jauh lebih luas dari alam manusia." Lanjutnya.
" Ciih, kami tidak akan pernah puas dengan pembagian itu. Kami ingin tiga alam tunduk dibawah kekuasaan kami, para iblis." Ucap pemimpin pasukan itu.