Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 69 Paviliun Qilin


__ADS_3

" Apakah kau yakin tidak ingin bergabung dengan sekte Gunung Salju?" Tanya pria parubaya itu.


" Ya, aku yakin paman. Lagi pula aku tidak suka terikat dengan sebuah organisasi atau sekte manapun." Jawab Ling San.


" Sekte Gunung Salju merupakan sekte terbesar di kekaisaran Yong. Jika kau bergabung dengan sekte kami, maka kau tidak akan pernah kehabisan sumber daya." Ucap pria parubaya itu.


" Sekali lagi, aku tidak tertarik sama sekali." Ucap Ling San.


" Susahlah paman. Aku ingin pergi saja. Paman cari saja orang yang ingin bergabung dengan sekte Gunung Salju" Ucap Ling San yang berbalik meninggalkan pria parubaya itu.


" Ciih, dasar sombong. Kau pikir kau bisa menjadi kuat jika tidak masuk di sebuah sekte?" Tanya pria itu.


" Justru masuk kesebuah sekte hanya akan membuat seseorang lemah, terutama sekte yang hanya mengajari muridnya cara bertarung dan tidak mengajarinya cara bertahan dan menindas saja." Ucap Ling San.


" Oh iya, satu lagi. Petualang jauh lebih kuat dari pada murid-murid sekte yang hanya terisolasi dari dunia luar." Ucap Ling San lalu pergi


" Ciih, sialan. Berani-beraninya dia menghinaku. Aku akan memperlihatkannya kekuatan dari sekte Gunung Salju."Ucapnya lalu melepaskan sebuahb tapak kearah Ling San.


Booommmm


Ling San kemudian membelokkan tapak tersebut sehingga yang dikenainya adalah paviliun milik pangeran Yong Lie.


" Oh, aku lupa satu hal. Dikendalikan oleh amarah hanya akan membawa masalah bagimu, jadi pandai-pandailah mengendalikan amarah dan kesombonganmu." Ucap Ling San lalu menghilang.


" Ciih, sialan kau. Sekarang juga bayar kerusakan paviliun milikku, atau aku akan memerintahkan prajuritku untuk menghancurkan sekte gunung Salju." Ucap pangeran Yong Lie.


" Baik pangeran." Jawabnya lalu mengeluarkan dua kantong koin emas yang berjumlah 5 juta koin emas.


" Ciih, sialan. Aku akan membalas perbuatanmu jika aku bertemu denganmu." Ucap pria tersebut.


Sementara itu, Ling San saat ini berada di depan Paviliun Qilin. Dia berniat menjual Beberapa Mutiara Jingga dan Kristal Jingga.


" Ada yang bisa saya bantu tuan muda?" Tanya kasir Paviliun.


" Saya ingin menjual beberapa mutiara Jingga dan juga kristal Jingga." Ucap Ling San lalu mengeluarkan 100 butir kristal jingga dan 100 kristal Jingga.


" Apakah ini asli, tuan?" Tanya kasir itu.


" Ya, itu asli. Lagian, untuk apa juga aku berbohong." Jawab Ling San.


" Kalau begitu, tunggu sebentar tuan. Aku akan memanggil manejer dulu." Ucap kasir.


" Hm, ternyata kristal dan juga mutiara ini mengandung energi yang sangat besar. mungkin kristal ini dapat meningkatkan kultivasiku." Gumam Ling San.


Sesaat kemudian, kasir itu kembali bersama dengan seorang pria yang berumur sekitaran 40 tahunan. Pria itu adalah Manejer di paviliun Qilin.


" Manejer, dia adalah orang yang ingin menjual kristal jingga dan mutiara jingga." Ucap kasir tersebut.


" Baiklah." Jawabnya lalu berjalan kearah meja dan mulai memeriksa mutiara dan kristal itu satu persatu.


" Ini, asli. Satu butir kristal dan mutiara ini di beri harga 1 juta koin platinum. jadi, semuanya adalah 200.000.000 koin platinum. " Jelas Manejer itu.

__ADS_1


" Karena ini adalah sesuatu yang langka, maka tuab mendapatkan bonus 20.000.000 koin platinum." Ucapnya.


" Bagaimana, apakah tuan setuju?" Tanya Manejer paviliun Qilin.


" Ya. Aku setuju." Jawab Ling San.


" Baiklah. di dalam cincin ruang ini, ada 220.000.000 koin platinum, ditambah kartu VVIP Emas. Jadi, jika tuan berada di kekaisaran Lui, maka mampirlah di paviliun Qilin." Ucapnya lalu menyerahkan cincin ruang tersebut.


" Baiklah. Kalau begitu terima kasih." Ucap Ling San.


" Oh iya, tuan muda. Besok akan diadakan pelelangan disini. Aku harap tuan muda berkenan untuk menghadiri acara lelang itu." Ucap Manejer tersebut.


" Baiklah aku pasti akan datang." Jawab Ling San lalu pergi meninggalkan paviliun Qilin.


Setelah merasa cukup jauh dari keramaian, Ling San masuk kedalam dimensi cincinnya dan mengambil beberapa mutiara jingga dan kristal jingga untuk dia serap.


Wussss


Wusss


Benang-benang energi. dari kristal jingga dan mutiara jingga kemudian memasuki tubuh Ling San.


3 menit, kemudian, terjadi lonjakan energj dari dalam tubuh Ling San yang menandakan jika dia hendak menerobos


Boooommm


Booommmm


Lalu, dua kali suara ledakan teredam terdengar dari dalam.tubuh Ling San yang menandakan jika dia menerobos keranah dewa agung bintang 5. Bukan hanya itu, kekuatan jiwanya juga meningkat ketingkat abadi bintang 4


" Persik surgawi mampu meningkatkan kultivasi hingga meneeobos ranah dewa agung bintang 7 atau sembilan. Setelah itu, buah abadi tidak dapat meningkatkan kultivasiku lagi." Ucap Ling San


" Mungkin, aku akan menerobos ranah dewa agung bintang 7 terlebih dahulu, baru mengonsumsi persik Surgawi." Ucapnya lalu mengeluarkan beberapa kristal jingga dan mutiara jingga dan kembali menyerapnya.


Hanya dalam waktu satu dua menit saja, kristal dan juga mutiara jingga habis diserapnya. Bersamaan dengan itu, terjadi lonjakan energi di dalam dantian Ling San.


Booommm


Booommmm


Dua kali suara ledakan teredam terdengar dari dalam tubuhnya yang menandakan jika dia menerobos dua bintang. Kini kultivasinya sudah meningkat ke ranah dewa agung bintang 7.


" Sekarang, saatnya menerobos." Ucap Ling San lalu mengeluarkan satu buah abadi dan mulai memakannya hingga habis.


Wussss


Booommmm


Booommmm


Booommm

__ADS_1


Booommmm


Booommmm


Sesaat kemudian, terdengar suara ledakan teredam sebanyak 5 kali yang menandakan jika kultivasi Ling San menerobos keranah dewa Suci bintang 3.


" Sekarang saatnya keluar dari sini." Ucap Ling San lalu menghilang.


" Jika aku ingin ke alam dewa, paling tidak, kekuatan jiwaku haru mencapai tingkat Immortal." Ucap Ling San.


” Tapi, jika bisa, aku akan menembus kekuatan jiwa absolute." Ucapnya.


Sekarang, Ling San adalah kultivator terkuat di benua awan biru. Hanya satu dua orang saja yang dapat melawannya. Tapi, jika itu alam dewa maka Ling San adalah yang paling lemah. Karena kultivasi terendah di alam dewa adalah ranah jenderal dewa. Bahkan di alam dewa, dia hanya akan dianggap sebagai sampah saja. Tapi, jika menggunakan kekuatan jiwa, maka Ling San memiliki peluang untuk memenangkan pertempuran karena memang di alam dewa dan alam manapun pengguna kekuatan jiwa dapat di hitung menggunakan jari.


" Sebelum ke alam dewa, aku harus membasmj iblis di benua awan biru terlebih dahulu." Ucap Ling San.


" Sebaiknya aku mencari penginapan untuk menginap malam ini." Ucap Ling San.


Tingkat kultivasi setelah Ranah dewa bintang


Dewa Agung..


Dewa Suci..


Dewa Giok...


Dewa Surgawi...


Dewa ilahi...


Prajurit dewa..


Jenderal dewa


Raja dewa


Kaisar dewa


Dewa Alam


Kaisar Dewa Alam


Dewa absolute


Dewa Abadi.


Maha dewa


Penguasa


Pengusa alam

__ADS_1


Dewa Penguasa.


Masing-masing ranah, terbagi menjadi sembilan tingkatan atau sembilan bintang.


__ADS_2