
" Ha..ha..ha..ha..ha.. Sekarang menyerahlah, dan ikutlah denganku menuju alam bawah." Ucap Jenderal Darah.
" Aku akan ikut, tapi dengan satu syarat, tarik semua pasukanmu yang ada di alam langit." Ucap Ling San.
" Baiklah." Jawab Jenderal Darah.
" Dengan begini, aku bisa kealam bawah bawah tanpa repot-repot mencari portal." Gumam Ling San.
" Baik, aku sudah menarik semua pasukanku, jadi, kau harus ikut denganku." Ucap Jenderal Darah.
" Baik." Jawab Ling San dan Sui Chu.
Wussss
Jenderal Darah kemudian meringkus Sui Chu dan Ling San lalu mulai mengaktifkan portal menuju alam bawah dengan memecahkan sebuah giok.
Wussss
Sesaat kemudian, sebuah portal muncul di hadapannya. Jenderal Darah kemudian memasuki portal itu dan membawa Ling San dan Sui Chu ke alam bawah.
Wussss
Mereka kemudian muncul di alam bawah, tepatnya di depan gerbang istana kerajaan iblis.
" Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Tanya Sui Chu.
" Tentu saja, mencari keberadaan ketiga orang lainnya." Jawab Ling San.
" Hei bocah, apa maksudmu, dari perkataanmu itu?" Tanya Jenderal Darah.
" Tidak ada." Jawab Ling San.
" Lapor, yang mulia. Aku sudah menangkap mereka berdua." Ucap jenderal Darah.
" Kerja bagus. Sekarang bawa mereka menuju ke penjara bersama ke tiga anak lainnya, besok kita akan jadikan mereka korban persembahan kepada dewa iblis." Ucap Raja Iblis, Mo Gio.
" Baik, yang mulia." Jawab Jenderal Darah lalu pergi membawa Ling San dan Sui Chu menuju ke penjara bawah tanah.
" Selamat tinggal jenderal bodoh." Ucap Ling San.
Wuuusss
Slleeeppp.
"Ukhhuuuk."
Dasar bocah penipu." Ucapnya
" Memang inilah yang aku inginkan. Apakah kau pikir aku menyerah dan mau dibawa kealam bawah begitu saja tanpa alasan?" Tanya Ling San.
" Sekarang kau sudah menuntaskan satu tujuanku, jadi aku ucapkan terima kasih, jenderal." Ucap Ling San lalu mengalirkan elemen cahaya ke tombaknya.
Arrrrrgghhhhh
" Aku akan memberitahukan ini kepada yang mulia." Ucap nya.
" Apakah kau mencari ini?" Tanya Ling San sambil menunjukkan lencana giok berwarna merah darah.
" Selamat tinggal." Ucap Ling San.
Wussss
Tubuh jenderal Darah perlahan-lahan berubah menjadi abu. Lalu, abu itu beterbangan ditiup angin.
Lalu, Ling San kemudian membuka kunci dari penjara bawah tanah tersebut lalu membebaskan tiga orang yang di penjara.
" Apakah kalian tidak apa-apa?" Tanya Sui Chu.
" Ya, kami baik-baik saja." Jawab seorang perempuan berambut cokelat.
" Kalau boleh tahu, siapa nama kalian?" Tanya Ling San.
__ADS_1
" Ya, namaku Yu Xiang, dan aku berasal dari klan Yu, yang ada di kekaisaran Moon." Ucap pemuda berambut perak memperkenalkan diri.
" Namaku YangZao, dan aku berasal dari Klan Yang." Ucap pemuda berambut biru tua.
" Dan aku Ying Zi aku berasal dari keluarga kekaisaran Chang." Ucap wanita berambut cokelat.
" Baik, sekarang ayo kita membuat kekacauan di istana ini." Ucap Sui Chu.
" Tapi, apakah kita mampu? Kekuatan kerajaan iblis ini sangat kuat." Ucap YU Xiang.
" Apakah kau takut?" Tanya YingZi.
" Ciih, sialan. Aku sama sekali tidak takut." Ucap YU Xiang
" Mana mungkin. Aku tidak takut sama sekali." Jawabnya.
" Baiklah, kalau begitu, ayo kita buat kekacauan disini." Ucap Ling San.
" Tunggu, tapi, bagaimana caranya kita keluar tanpa ketahuan?" Tanya YingZi.
" Caranya mudah." Jawab Ling San.
Wussss
Booooommmmm
Sesaat kemudian, Ling San melepaskan sebuah tapak kearah dinding, dan seketika dinding itupun hancur.
" Ayo kita keluar" Ucap Sui Chu.
Wussss
Wussss
Wussss
Mereka berlima kemudian melesat keluar dari penjara bawah tanah. Sementara itu, seluruh istana menjadi gaduh akibat ledakan itu. Hal itu membuat Raja iblis Mo Gio menjadi marah. Tapi yang membuatnya semakin marah adalah hilangnya kelima anak yang akan dia korbankan besok kepada dewa iblis.
Booooommmmm
Sesaat kemudian, pemuda yang tak lain adalah Ling San melepaskan tapak kristal kearah seorang prajurit yang membuat tubuh prajurit itu berubah menjadi kristal. Lalu, perlahan-lahan, kristal itu mulai retak dan hancur menjadi kepingan-kepingan kecil.
" Jenderal Darah itu memang bodoh. Dengan mudahnya dia percaya pada omonganku, dan membawaku kesini." Ucap Ling San.
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Sesaat kemudian, terdengar ledakan dari empat arah berbeda, ledakan itu sukses menghancurkan. bagian atap istana.
Sriiiinnggg
Sesaat kemudian, Ling San melemparkan tombaknya dalam keadaaan berputar-putar kearah perdana menteri. Lalu, sesaat kemudian, tombak itu menyala, sebelum menghantam tubuh perdana menteri.
" Akkhh, sialan. Dia menggunakan api jiwa." Ucap Perdana menteri.
" B**********, A*********." Ucapnya dengan amarah yang meledak-ledak.
" Oh, ternyata kau mudah marah juga, ya?" Tanya Ling San. lalu kembali melayangkan sebuah tapak kearah Raja iblis.
" Sialan kau. Matilah, bocah laknat." Ucapnya lalu melepaskan ribuan jarum kearah Ling San.
Syuuuttttt
Syuuuttttt
Syuuuttttt
__ADS_1
Syuuuttttt
Ling San kemudian menghindari ribuan jarum itu, sehingga jarum api itu menancap di singgasana raja.
" Biar aku tambahkan." Ucap Ling San lalu melemparkan bola api jiwa kearah singgasana raja iblis.
" Arrrrggghhh, benar-benar cari mati " Ucapnya lalu berubah wujud menjadi semakin menyeramkan.
" Ingin bertarung?" Tanya Ling San.
" Matilah bocah pengganggu." Ucapnya lalu melesat kearah Ling San.
Triiiiinnnggg
Triiiiinnnggg
Trriiinggg
Dhuarrrr
Dentingan logam dan suara ledakan terdengar saat senjata mereka beradu. Terkadang, mereka bertarung di langit, hingga yang terlihat hanyalah kilatan cahaya keemasan dengan cahaya merah darah.
Trarrrrrkkkk
Dhuarrrr
Sesaat kemudian, petir putih menyambar dilangit. Hal itu membuat Raja iblis Mo Gio semakin terkejut dengan kemunculan petir putih yang legendaris itu.
" Sebenarnya kekuatan apa saja yang dimiliki oleh bocah ini?" Tanya Mo Gio.
Triiiiinnnggg.
Trriiinggggg
Trriiinggggg
Dentingan logam terdengar memekakkan telinga, bahkan, efek pertarungan itu membuat seluruh bangunan istana hancur. Istana yang seluruhnya terbuat dari batu giok hitam itu hancur lebur. Giok hitam. sendiri adalah batu giok langka yang hanya ada di lembah kegelapan di alam bawah.
Swuuusss
Raja iblis kemudian terseret kebelakang. Di lantai istana, terbentuk bekas cakaran yang merupakan. bekas cakaran raja iblis saat terseret.
" Grrrrr. Sialan. Jika aku tidak menghisap energi mu hari ini, maka jangan panggil aku Mo Giu." Ucap Mo Giu lalu melepaskan serangan cakar kearah Ling San.
" Yaelah, aku saja tidak tahu siapa namamu, bodoh." Ucap Ling San sambil mengibaskan tombaknya kearah cakar tersebut.
Ok, kita beralih ke Sui Chu...
Booommmm
Boooommm
Booommmm
Ledakan beruntun terdengar saat Sui Chu melepaskan serangan tapak secara beruntun kearah para prajurit iblis.
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Ledakan beruntun kembali terdengar saat Sui Chu kembali melepaskan tiga tapak kearah prajurit iblis.
Hal itu membuat istana kerajaan iblis semakin hancur.
Syuuuttttt
Syuuuttttt
Dari arah belakang, puluhan jarum berwarna merah darah melesat kearah Sui Chu. Untungnya, indera Sui Chu sangatlah tajam, sehingga dia langsung menghindari puluhan jarum itu.
__ADS_1
" Dasar pengecut. Beraninya menyerang dari belakang." Ucap Sui Chu.