Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 44 Pertarungan Melawan para Iblis II


__ADS_3

" Ciih, sampai kapanpun, kalian tidak akan pernah bisa menguasai tiga alam sekaligus." Ucap Ling San.


" Ha..ha..ha..ha..ha..ha.. Untuk menguasai tiga alam, Kami tidak perlu repot untuk menginvasi alam dewa, cukup membunuhmu saja, itu akan membuat kami menguasai alam dewa dan alam manusia." Ucapnya.


Swiiiinnngggg


Karena kesal iblis itu terus bicara, Ling San melemparkan tombaknya kearah wajah iblis itu, yang membuatnya terpental.


" Berhentilah bicara omong kosong." Ucap Ling San yang sudah ada di belakang iblis itu.


Lalu, tombak yang awalnya putih polos, berubah menjadi hijau keemasan, yang menandakan jika Ling San menggunakan elemen kristal.


Wuussss


Booommmm


Ling San kemudian mengarahkan menghantamkan tombaknya ke tanah, dan seketika tanah di sekitar pemimpin iblis itu menjadi kristal.


" Ternyata benar, kau adalah anak yang ada didalam ramalan itu." Ucapnya yang langsung bersemangat.


" Sekarang baru seru." Ucapnya lalu bangkit dan mengeluarkan kapaknya.


Triiiinnnggg


Triiiinnnggg


Triiiinnngggg


Mereka berdua kemudian melesat dan mulai bertarung. Dentingan logam terdengar saat kapak dan tombak beradu.


Di saat yang sama, Sui Chu juga mulai bangkit dan seluruh tubuhnya di selimuti oleh api biru.


Swuuussss


Mereka berdua kembali bertarung. Jika dilihat, pertarungan itu tidaklah seimbang, karena 500 orang melawan dua orang pemuda.


Trriiiiiinnnggg


Triiiinnnggg


Triiinnngg


Dhuarrrrr


Suara dentingan logam dan suara ledakan terdengar dari tempat mereka bertarung. Sekarang tempat itu sudah berubah menjadi sebuah kawah besar.


" Hah..hah..hah..."


Ling San maupun Sui Chu nampak kewalahan melawan ratusan iblis berkulit armor itu. Bagaimana tidak, kulit mereka sangat keras, dan senjata manapun tidak dapat menembus kulit armor mereka.


" Bagaimana ini, kulit mereka terlalu keras." Ucap Sui Chu..


" Kau benar. Petir putih saja yang mampu menggores kulit armornya itu. Tapi, itu membutuhkan waktu yang sangat lama." Ucap Ling San.


" Andai saja waktu bisa berhenti beberapa menit, mungkin itu akan sedikit membantu." Ucap Sui Chu.


" Oh iya. Kenapa aku bisa lupa kalau aku bisa menghentikan waktu." Ucap Ling San mulai mengingat teknik manipulasi waktu yang dikuasainya.

__ADS_1


" Kenapa kau tidak menggunakannya tadi?" Tanya Sui Chu.


" He..he..he..he.. Aku lupa." Jawab Ling San.


" Tunggu, aku baru ingat. Logam akan melebur jika dipanaskan. Dan kulit mereka itu sekeras logam. Mungkin kelemahan mereka adalah api." Ucap Sui Chu.


" Bagaimana kau bisa tahu, kak?" Tanya Ling San.


" Ya, karena sebeliumnya aku menggunakan api biru untuk bertarung, dan api itu memercik kesalah satu legan iblis itu, dan legannya itu nampak meleleh." Jelas Sui Chu.


" Kalau begitu ayo kita lakukan sekarang." Ucap Ling San.


Wusssss


Mereka berdua pun kembali melesat kearah para iblis itu. Lalu, sesaat kemudian, aliran waktu terhenti. dan mereka tampak seperti ratusan patung.


" Ayo, lelehkan kulit mereka." Ucap Ling San.


" Ya, ayo." Ucap Sui Chu.


Wusssss


Api jiwa menyala dan menyebar keseluruh tombak Ling San yang membuat tombak itu berubah warna menjadi ungu pucat. Sementara di tombak Sui Chu terlihat api biru menyala dan menyebar keseluruh bagian tombak dan membuat tombak Sui Chu berubah warna menjadi biru, sama seperti warna apinya.


Wussss


wussss


Dari tombak mereka, api memercik kemana-mana. Sesekali, lidah api keluar dari tombak mereka dan membakar puluhan iblis.


Dan benar saja, api membuat kulit armor mereka melebur, sementara kulit armor yang terkena api jiwa langsung berubah menjadi abu, walau membutuhkan waktu selama beberapa menit.


Wussss


Wusss


Mereka berpindah-pindah tempat dengan cepat dan melelehkan kulit armor milik para iblis itu satu persatu. Kulit mereka dua kali lebih keras dari kulit milik manusia iblis yang mereka lawan sebelumnya, hal ini di karena yang ada di hadapan mereka, adalah iblis yang asli, bukan manusia yang berubah menjadi iblis.


Wusss


Wusss


Satu persatu kulit mereka mulai hancur, tanpa mereka sadari. Tapi, tetap saja, mereka akan merasa kesakitan jiwak waktu kembali normal.


beberapa saat kemudian, Kulit armor milik para pasukan iblis itu sudah hancur, dan menyisakan pemimpin mereka.


" Adik, kulit dia berkali-kali lebih keras daripada kulit anak buahnya." Ucap Sui Chu.


" Kau benar. Tapi, kita urus dulu anak buahnya." Ucap Ling San.


Wussssss


Sesaat kemudian waktu kembali normal, dan semua pasukan iblis merasa kesakitan. Dan sesaat kemudian, mereka baru sadar jika kulit armor mereka sudah tidak ada.


" Akkkh, bagaimana mungkin. Kapan mereka melakukannya?" Ucap mereka.


" Saatnya, membasmi para makhluk serakah ini." Ucap Ling San.

__ADS_1


Trarrrrrrkkk


Booommmm


Traarrrrrkkkk


Boooommmm


Sesaat kemudian, suara petir menggelegar menghiasi pertarungan. Perir putih menyambar para iblis tersebut satu persatu.


" Arrrrgghhhh. Ampun, ampuni kami tuan." Ucapnya.


" Ciih, aku mana percaya kepada makhluk seperti kalian." Ucap Ling San.


" Benar. Jika kalian diampuni, maka kalian akan kembali melakukan apapun yang ingin kalian lakukan." Ucap Sui Chu.


Trarrrkkkk


Traaaarrrkkk


Dhuarrrrrss


Sambaran petir putih terus mengenai mereka. Kini, lapisan kulit kedua mereka sudah hancur.


" Ciihh, sialan. Aku tidak akan membiarkan kalian membunuh semua anak buahku di hadapanku." Ucap pemimpin pasukan iblis itu, lalu melesat kearah Ling San dan Sui Chu.


Boooommmm


" Kau disitu saja dulu, aku akan mengurus mereka dulu." Ucap Ling San lalu menghentikan waktu di tempat pemimpin pasukan berpijak sehingga dia tidak dapat bergerak.


Lalu, Ling San kemudian membuat segel tangan dengan cepat, lalu sesaat kemudian, sebuah kubah cahaya munutupi seluruh pasukan iblis.


" Arrrrrgggghhhhh"


Para iblis yang terkurung itu kemudian berteriak kesakitan saat elemen cahaya masuk kedalam tubuh mereka.


" Akkkkhhh. Tolong, ampuni kami. Biarkan kami kembali ke alam bawah." Ucap para iblis itu memohon.


" Tidak ada ampun bagi kalian." Ucap Ling San..


" Akkkhhh, Dewa iblis akan membalas semua perbuatan kalian. Dan saat itu juga, dunia akan menjadi milik para bangsa iblis." Ucap para iblis itu lagi.


" Aku tidak peduli dengan dewa kalian itu." Ucap Ling San.


Boooommmmm


Boooommmmm


Sesaat kemudian, terdengar ledakan dari dalam formasi. Satu persatu, para iblis itu meledak dan hancur menjadi potongan-potongan daging. Ledakan itu terus terjadi, hingga semua iblis yang ada di dalam formasi mati.


Kini, formasi itu sudah dipenuhi oleh darah hitam milik para iblis itu. Ling San tidak langsung menghilangkan formasinya, dia menunggu darah iblis itu menghilang, baru dia menghilangkan formasinya.


" Adik, bagaimana kalau pemimpinnya ini kita kuliti saja, aku sudah lelah ingin beristirahat." Ucap Sui Chu.


" Benar juga. Lagi pula, kita juga tidak akan bisa menang jika melawannya." Ucap Ling San.


Wusss

__ADS_1


Ling San kemudian mengubah elemen cahaya miliknya menjadi sebuah belati kecil, sementara Sui Chu merubah api birunya menjadi sebuah belati api.


__ADS_2