Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 90


__ADS_3

Wusssssss


Boooommmm


Entah darimana asalnya, tiba-tiba saja puluhan bola api jatuh dari langit menerjang para pasukan klan Yan.


" Ciihh, sialan. Apakah kau yang menyerang kami menggunakan bola-bola api itu?" Tanya Tetua keenam klan Yan.


" Aku dari tadi melayang di sini tanpa melakukan apapun. Lagi pula aku tidak memiliki elemen api." Jawab Ling San dengan cuek.


Boooommmmm


Karena tidak fokus, tetua keenam terkena serangan dari salah satu tetua klan Yao yang membuatnya terhempas kebelakang.


" Sialan, kau. Dasar B*****at." Umpatnya.


" Makanya, kalau sedang bertarung itu perhatian jangan kemana-mana." Ucap tetua kelima klan Yao.


Wussssss


Boooommmm


Boooommmm


Kini, tetua keenam klan Yao dan tetua ketujuh klan Yao bertarung diatas langit sehingga ledakan-ledakan beruntun terdengar di langit.


Wusssss


Boooommmm


Satu serangan dari tetua klan Yao berhasil membuat tetua klan Yan meluncur kebawah dengan keras hingga menghantam tanah.


" Ukkhhuuuukk"


Tetua keenam klan Yan memuntahkan darah segar dari mulutnya tanda jika dia mengalami luka dalam.


Pertarungan itu terus berlanjut. korban juga berjatuhan dikedua pihak. Tapi, korban dari klan Yan lebih banyak.


" Apakah kalian belum puas berperangnya?" Tanya Ling San.


" Apakah kalian tidak melihat, banyak korban yang berjatuhan?" Tanya Ling San.


" Lebih baik kembali ke klan masing-masing sudahi pertarungan ini."


" Seharusnya kalian itu tidak saling berperang. Seharisnya yang kalian hancurkan itu adalah para klan-klan atau sekte dari aliran hitam yang meresahkan masyarakat." Ucap Ling San.


Tapi, pertarungan itu terus berlanjut hingga pasukan klan Yan dimusnahkan oleh para pasukan klan Yao.


Wusssss


Wussss


Sesaat kemudian, Ling San melemparkan bola-bola api kearah mayat-mayat yang berserakan ditanah.


" Kalau begitu, aku permisi dulu." Ucap Ling San lalu melesat meninggalkan wilayah klan Yao.


Wusssss


Dhuarrrrrr


Belum juga terbang terlalu jauh, sebuah panah melesat kearahnya. Hampir saja panah itu menembus dadanya.

__ADS_1


" Ada masalah apa sehingga kau menyerangku?" Tanya Ling San.


" Khe...Khee...Khe..." dari balik pohon, terdengar suara wanita terkekeh. Wanita itu memiliki rambut berwarna merah serta bola mata gadis itu berwarna merah.


" Kau dari bangsa peri?" Tanya Ling San.


" Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya wanita itu.


" Kau sembunyikan pun aku tetap akan mengetahui jika kau itu berasal dari bangsa peri, tapatnya peri api" Jawab Ling San.


" Katakan padaku, darimana kau tahu semua itu?" Tanya wanita itu.


" Aku juga bingung, bagaimana caranya aku mengenal para peri dalam sekejap saja" Jawab Ling San


" Apakah kau pernah bertemu dengan bangsa peri sebelumnya?" Tanya Gadis peri itu.


" Perkenalkan dulu dirimu baru mengajukan pertanyaan padaku" Ucap Ling San.


" Ok, namaku Vania. Namamu siapa?" Jawabnya lalu bertanya kembali.


" Namaku San Ling." Jawabnya membalikkan namanya.


" Jangan berbohong, lebih baik kau katakan siapa namamu yang sebenarnya atau kau akan kubakar." Ucap Vania.


" Baiklah, namaku Ling San." Ucap Ling San.


" Jawabn untuk pertanyaanmu, adalah ya. Aku pernah bertemu dengan bangsa peri yang dipimpin oleh seorang ratu, kalau tidak salah namanya ratu Ariana." Jawab Ling San.


" Ratu Ariana, ya. Dimana kau bertemu dengannya?" Tanyanya lagi.


" Maaf, kalau pertanyaan itu, aku tidak bisa menjawabnya." Jawab Ling San.


" Baik, berarti kau akan mati disini." Ucapnya lalu melepaskan ratusan anak panah berapi kearah Ling San.


Boooommmm


Boooommmm


Tapi, semua anak panah itudapat dihancurkan oleh Ling San hanya dalam waktu kutang dari semenit.


" Katakan dimana kau bertemu dengannya?" Tanya Vania.


" Tidak, sebelum kau beritahu aku apa tujuanmu mencari Ratu Ariana?" Tanya Ling San kembali.


" Bukan urusanmu." Jawabnya lalu kembali melepaskan ribuan anak panah.


" Baik, kalau itu maumu." Ucap Ling San lalu melesat dengan kecepatan penuh menghancurkan anak panah itu.


Boooommmm


Boooommmm


Boooommmm


Ledakan-ledakan beruntun kembali terdengar saat Ling San menghancurkan semua anak-anak panah itu.


" Dasar peri pemarah." Ucap Ling San.


" Phoenix pembelah bumi." Teriak Vania.


Kwaaaakkkk

__ADS_1


Sesaat kemudian, seekor Phoenix melesat kearah Ling San dengan kecepatan penuh. Ling San hanya menatap phoenix itu dengan tersenyum.


Wussssss


Hanya dalam satu gerakan saja, phoenix itu menghilang seperti dilahap oleh sesuatu..


Wusssss


Ling San kemudian meniup serbuk kristal yang ada di tangannya hingga semuanya beterbangan diudara. Lalu, Ling San mengendalikan serbuk kristal itu mengelilingi Vania.


Wussss


Lalu, serbuk itu menyelimuti busur api milik Vania sehingga dia tidak dapat menggunakan busurnya lagi.


" Apa yang kau lakukan pada busurku?" Tanyanya.


" Menghancurkannya jika kau masih terus menyerangku." Jawab Ling San.


" Jujur saja, sikapmu itu tidak mencerminkan sikap seorang peri. Apapun unsur dari peri itu, tetap saja sifat mereka sangat lembut dan penyayang selama mereka tidak dibuat marah. Jadi, dapat disimpulkan, kau bukanlah peri alam, tapi, peri api merah." Jelas Ling San.


" Tujuanmu mencari dimana ratu Ariana berada, adalah untuk menghancurkan seluruh peri alam." Ucap Ling San.


" Benarkan apa yang aku katakan Ratu Vania?" Tanya Ling San.


" Kau memang pandai membedakan mana peri alam dan mana peri api merah." Ucap Vania sambil terkekeh.


" Semuanya benar. Aku memanglah Ratu dari peri Api merah." Ucapnya.


" Dan tujuanku adalah untuk menyerap esensi dari pohon Magis untuk memperkuat bangsa peri Api merah." Ucapnya.


" Tapi, maaf sekali. Aku tidak akan pernah memberitahu dimana mereka berada." Ucap Ling San.


Serbuk kristal yang beterbangan di udara lalu menyelimuti tubuh ratu Vania sehingga membuat tubuhnya mengkristal menyusakan kepalanya saja.


" Lepaskan aku manusia sialan." Teriaknya.


" Lepaskan saja kalau bisa." Ucap Ling San.


" Hyaaaattt"


Ratu Vania kemudian menggunakan apinya untuk menghancurkan kristal yang menyelimuti tubuhnya, tapi itu sia-sia.


" Kau pikir itu es yang akan hancur saat terkena api?" Tanya Ling San.


" Baiklah, waktumu tidak banyak ratu berhati iblis." Ucap Ling San lalu membuat segel tangan. Lalu, sesaat kemudian, api jiwa menyembur dari diagram yang terbentuk dari segel tangan yang sudah dibuat oleh Ling San. Api itu kemudian meresap kedalam kristal lalu membakar Ratu Vania.


Tak beberapa lama, puluhan teknik yang asing tiba-tiba muncul dikepala Ling San, entah siapa yang memberikan teknik itu padanya.


" Baik, aku akan menggunakan teknik yang satu ini." Ucap Ling San lalu membuat segel tangan yang aneh.


" Segel tangan itu. Tapi, bagaimana mungkin dia memiliki teknik itu?" Tanya Vania.


" Cahaya peri, kristal pemurnian." Ucap Ling San.


" Tidaaaaakkkkkk" Teriak Vania.


Wuusssss


Cahaya berwarna cokelat kemudian melesat kearah Ratu Vania. Cahaya itu lalu merubah tubuh Vania menjadi sebuah kristal kecil yang berukuran 5 cm x 3 cm.


" Pemurnian hati iblis." Ucap Ling San.

__ADS_1


Swuuusssss


Lalu, kristal itu kemudian mengeluarkan cahaya berwarna merah marun selama beberapa menit. Setelah itu cahaya kristal itu menghilang. Lalu, perlahan-lahan, kristal itu retak hingga akhirnya hancur berkeping-keping. Dan dari dalam kristal itu, Ratu Vania muncul, tapi kini tatapannya tidak seganas sebelumnya. Kini, hati iblis yang ada padanya sudah dimurnikan.


__ADS_2