Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 107 Energi Semesta


__ADS_3

Booooommmm


Booooommmm


Booooommmm


Boooommmm


Boooooommmm


Ledakan-ledakan terus terdengar di puncak gunung salju akibat pertarungan antara para Dewa dengan para iblis. Pertarungan mereka membuat setengah dari tubuh gunung hancur. Gunung yang sebelumnya setinggi 10.000 meter kini tersisa hampir 4.900m saja. Hampir setengah bagian gunung sudah hancur.


" Serbu cakram dewa" Ucap Dewa cakram Kembar.


Swuuuuusss


Boooooommmm


Booooooommm


Boooooommmm


Boooooommmm


Ledakan-ledakan besar pun kembali terdengar saat seribu cakram dewa menghantam tanah. Hal itu membuat para Dewa kewalahan bahkan Dewa panah dan dewa pedang sudah terluka dan kehabisan energi.


" Ha..ha..ha..ha..ha..ha..ha.."


" Sekarang saatnya menghabisi bocah sialan ini." Ucap Dewa Cakram Kembar lalu berjalan kearah Ling San.


" Sial. Dengan kekuatanku sekarang, aku tidak bisa melindunginya." Ucap Wou Yang.


" Ha..ha..ha..ha..ha.. Selamat tinggal bocah." Ucapnya lalu melemparkan cakramnya kearah Ling San.


Swuuuusssss


Boooommm


Cakram berapi milik Dewa Cakram Kembar hancur berkeping-keping sebelum mengenai tubuh Ling San.


" Bagaimana mungkin?" Tanyanya tidak percaya.


" Kau akan membayar ini bocah." Ucapnya lalu melempar cakram yang satunya lagi kearah Ling San. Tapi tetap saja, cakram miliknya hancur lebur.


" Kekuatan apa yang melindungi bocah sialan ini?" Tanya Dewa Cakram Kembar.


" Tanpa cakram Kembar milikmu kekuatanmu akan terkurang setengahnya." Ucap Dewa panah lalu kembali menyerang Dewa Cakram Kembar.


" Berhenti menyerangnya." Teriak Dewa Giok.


" Ada apa? Bukankah kekuatannya tempurnya sudah berkurang setengahnya?" Tanya Dewa Panah.


" Cakramnya memang hancur. Sesuai dengan gelar yang disandangnya, dia bisa membentuk kembali cakramnya." Jawab dewa Giok.

__ADS_1


Dan benar saja. Tak lama setelah Dewa Giok mengatakan itu, pecahan-pecahan cakram yang berserakan disekitar Ling San terbang dan menyatu kembali.


" Gelar dewa Cakram Kembar bukan hanya gelar belaka." Ucap Dewa Panah.


Swuuuuusss


Tiba-tiba saja, energi yang terdiri dari energi peri, energi spiritual, energi Dewa, dan energi matahari, serta energi Ashura menembak ke langit.


" Energi ini belum lengkap." Ucap Dewa Giok.


" Itu benar. Masih kurang energi Surgawi dari alam Rembulan." Ucap Dewa Pedang.


" Memangnya apa yang akan terjadi jika dia berhasil menyatukan semua energi yang ada di alam semesta?" Tanya Wou Yang.


" Dia akan membangkitkan energi semesta yang konon belum ada yang pernah membangkitkan energi itu." Jawab Dewa Giok.


Sementara itu...


" Ciiihh. Tidak akan kubiarkan kau membangkitkan energi itu." Ucap Dewa Cakram Kembar lalu melesat dan menghunuskan cakramnya kearah Ling San.


Wuuussss


Booooomm


Pusaran energi yang menyelimuti tubuh Ling San membuat Dewa cakram Kembar terpental dan terluka.


Wuuuusss


Wuuuusss


Swuuuuusss


Tembakan energi dari dari tubuh Ling San mengundang energi dari alam Rembulan dan alam ilahi atau benua Langit. Sebenarnya energi dari alam ilahi sama dengan energi yang ada di alam Langit karena sebelumnya benua Langit berada di alam yang sana dengan Benua Awan Biru.


Swuuuuusss


Energi berwarna Jingga dan energi berwarna Biru Cyan menembak kearah Ling San.


" Hm, yang berwarna Jingga adalah energi dari Alam Rembulan, tapi yang berwarna biru Cyan itu energi dari alam mana?" Tanya Dewa Giok.


Fenomena itu di saksikan oleh seluruh penghuni alam Dewa. Mereka semua kebingungan dengan fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika itu adalah petir semsta, mungkin mereka tahu, tapi tembakan energi itu tidak mereka ketahui sama sekali.


" Energi apa itu?" Tanya patriak klan Ruan.


" Aku juga tidak tahu patriak. Tapi menurut buku-buku yang aku baca, energi yang berwarna putih keemasan adalah energi peri, energi berwarna ungu adalah energi Dewa. Lalu setelahnya ada energi Ashura, energi primordial, dan energi surgawi. Tapi yang berwarna biru Cyan aku tidak tahu energi apa itu." Jawab tetua kedua klan Ruan, Ruan Qing.


" Lalu, kenapa semua energi itu terlihat menyatu?" Tanya Ruan Tan, patriak klan Ruan.


" Kalau prediksi tidak salah, semua energi itu berasal dari semua alam yang ada di alam semesta ini. Jadi, secara langsung energi itu membentuk energi semesta." Jawab Tetua Ruan Qing.


Di tempat lain, tepatnya di sekte Iblis malam...


" Tetua Agung, cari orang yang mendapatkan energi semesta itu. Lalu bunuh dia. Ingat, jangan membiarkan dia hidup, karena jika dia hidup maka kita tidak akan bisa menguasai alam Dewa." Ucap Patriak Zang Wu.

__ADS_1


" Baik patriak." Jawab Zang Di lalu menghilang.


" Ha..ha..ha..ha.. Sama seperti sebelumnya, aku akan menghabisi setiap orang yang membangkitkan energi semesta." Ucap Zang Wu


" Kali ini aku harus menghabisi dia lagi. Aku tidak akan membiarkan Dewa semesta muncul di alam dewa ini." Ucap Zang Wu.


Sementara itu, Dewa Pengetahuan tersenyum melihat tembakan energi itu.


" Walau energi semsta bangkit tanpa sengaja, tetap saja dia adalah penguasa semesta yang tak akan bisa di singkirkan lagi seperti sebelum-sebelumnya." Ucapnya.


" Lima anak pemilik energi semesta sudah di bunuh oleh Zang Wu. Tapi kali ini, dia tidak akan berhasil membunuhnya lagi." Ucap Dewa Pengetahuan.


Kembali ke Puncak Gunung Salju...


Swuuuuusss


Energi Surgawi dan energi ilahi kemudian menyatu didalam tubuh Ling San membentuk energi semesta.


Wuuuusss


Sesaat kemudian, energi yang menembak ke langit itu masuk kembali ke dalam tubuh Ling San.


Swiiiisss


Booooommmm


Sesaat setelah energi tersebut terserap kedalam tubuh Ling San, satu kali ledakan terdengar dari dalam tubuh Ling San yang menandakan jika penyatuan energi tersebut sudah selesai. Bukan hanya itu, kultivasi Ling San yang sebelumnya berada diranah prajurit Dewa menerbos ke ranah kaisar Dewa bintang 3. itu artinya, Ling San melompati satu ranah, yaitu ranah Raja Dewa.


" Sekarang adalah kesempatanku untuk membunuhnya." Ucap Dewa Cakram Kembar lalu melesat kearah Ling San.


Wuuuussss


" Pengkhianat sepertimu tidak punya tempat di dunia ini." Ucap Ling San sambil menahan tinju Dewa Cakram kembar lalu memutarnya dan melemparkannya hingga menghantam sebuah pohon besar.


" Kau pasti akan mati sama seperti lima anak yang membangkitkan energi semesta sebelum kau." Ucap Dewa Cakram Kembar.


" Apa maksudmu?" Tanya Ling San.


" Kau tidak perlu tahu. Yang jelas kau juga akan mati." Ucap Dewa Cakram kembar lalu melesat kearah Ling San.


" Tapak Kristal" Ucap Ling San.


Wuuuusss


Satu buah tapak yang terbuat dari elemen kristal melesat kearah Dewa Cakram kembar. Saat tapak itu hampir mengenai Dewa Cakram kembar, tapak kristal itu berubah menjadi serbuk kristal lalu terserap kedalam tubuh Dewa Cakram kembar.


" Kena kau." Ucap Ling San lalu mengepalkan tangannya.


************************


Selamat Hari raya Idul Adha bagi yang merayakan. Novel Kaisar Dewa Kristal akan Up lagi Tanggal 30 Juni.


See you Nex Chapter.

__ADS_1


__ADS_2