Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 61 Kekaisaran Yong


__ADS_3

Swiissss


Sesaat kemudian, Sui Chu melepaskan serangan berbentuk sabit, yang memenggal kepala prajurit iblis yang menyerangnya.


Swiissss


Booommmm


Booommmm


Booommmm


Ledakan beruntun kembali terjadi di keempat sisi istana iblis. hal itu tentu saja membuat seluruh istana menjadi rata.


" Sentuhan terakhir." Ucap Yingzi


Krakkkkkk


Krakkkkkk


Krakkkkkk


Tiba-tiba, tanah menjadi retak. Retakan itu terjadi di sekeliling istana iblis. Hingga akhirnya, retakan itu semakin besar. Dan membentuk sebuah lubang. Dan tentu saja istana kerajaan iblis jatuh kedalam lubang itu.


Wussss


Lalu, sesaat kemudian, lubang itu kembali menyatu kembali, membentuk sebuah Padang rumput, seakan-akan tak pernah ada istana yang berdiri di tempat itu.


" Arrrrrgghhhhh"


" Sialan. Kalian membuat istanaku yang megah menghilang." Ucap Mo Gio.


" Aku akan membalas kalian sekarang juga." Ucapnya lalu mengeluarkan pedang dewa iblis.


Swiissss


Sesaat kemudian, tekanan udara di tempat itu meningkat drastis. semua prajurit iblis menjadi mati karena darah mereka terserap Kedalam pedang itu.


Swiisssssa


Lalu, Mo Gio mengibaskan pedangnya sehingga bayangan pedang raksasa muncul dilangit.


Bayangan pedang itu melesat kearah Sui Chu dan yang lainnya.


" Perisai Dewa Bulan." Ucap YU Xiang.


Swuuusss


Sesaat kemudian, sebuah bayangan bulan raksasa berwarna putih terbentuk, Bayangan bulan itu melindungi mereka berempat dari serangan pedang raksasa itu.

__ADS_1


Swiiiisssss


Sesaat kemudian, angin bertiup semakin kencang saat bayangan. pedang raksasa itu menghantam perisai dewa bulan milik Yu Xiang.


krakkkkkk


Kraaakkk


Sesaat kemudian, retakan mulai terlihat di perisai itu yang menandakan jika perisai itu tak mampu menahan bayangan pedang itu lebih lama lagi.


" Tidak. Perisainya akan hancur." Ucap Ling San lalu melesat kearah perisai itu.


" Kubah kristal." Ucap Ling San


Swiissss


Kristal berwarna hijau keemasan menyelimuti perisai dewa bulan milik Yu Xiang, sehingga, perisai itu tidak jadi hancur.


" Tapak Cahaya." Ucap Ling San lalu melepaskan sebuah tapak kearah bayangan pedang raksasa itu.


Wussss


Booommmm


Ledakan pun kembali terjadi bersamaan dengan hancurnya bayangan pedang iblis milik Mo Giu.


" Sepertinya kau harus diberi sedikit pelajaran, ya." Ucap Ling San lalu menciptakan ratusan jarum yang terbuat dari api jiwa. Tapi, sesaat sebelum menyerang, cahaya perak menyelimuti mereka, sehingga mereka berdua pun menghilang dari sana.


Wussss


" Aish, Hampir saja kalian melakukan. kesalahan besar dengan membunuh Raja iblis." Ucap Pria tersebut.


" Memang apa yang terjadi jika dia mati?" Tanya Ling San.


" Karena, dia adalah kunci dari segel dewa iblis. membunuhnya, berarti membebaskan dewa iblis." Ucapnya.


" Oh,. begitu." Ucap mereka mengangguk.


" Tunggu, dulu. Bukankah Anda adalah dewa bulan?" Tanya Yu Xiang.


" Kau Benar. Aku memang adalah Dewa bulan. Aku sudah berada disini sejak dewa iblis mengalahkanku, dan mengambil cahaya milikku." Ucap Dewa bulan.


" Sebenarnya bukan hanya aku disini, masih ada empat orang lagi." Ucapnya.


Lalu, sesaat kemudian, empat orang muncul di samping dewa bulan. Mereka berempat adalah Dewa Matahari, Dewa Bintang, Dan


Dewi Bumi, dan Dewa Laut.


" Sepertinya kau sudah menemukan batu itu." Ucap Dewa matahari sambil menatap Ling San.

__ADS_1


" Benar, Dewa agung. Tapi, satu yang tidak kumengerti, kenapa kalian tidak mengalahkan dewa iblis, sementara manusia biasa bisa mengalahkan dewa iblis, dan kekuatannya pun jauh dibawah kalian?" Tanya Ling San.


" Ya, bisa dibilang Dewa iblis adalah seorang dewa yang terlahir dengan kekuatan besar, dimana semua kekuatan gelap ada padanya. Jadi, yang bisa mengalahkannya hanya manusia saja." Jelas Dewa Bulan.


" Waktu kami tidak banyak, sekarang ulurkan tangan kalian berlima." Ucap Dewa Bintang.


" Baik." Jawab mereka.


Mereka berlima lalu mengulurkan tangan mereka kedepan. Lalu, Lima buah cahaya terbang ke arah mereka berlima. Cahaya itu memiliki warna yang berbeda-beda. Yaitu, kuning keemasan, perak, cokelat, biru, dan putih.


Kelima cahaya itu kemudian menyelimuti tubuh mereka berlima, lalu perlahan-lahan, cahaya itu menghilang.


" Sekarang kekuatan kalian sudah sempurna. Ingat, kalian harus menggunakannya sebaik-baiknya. Jika kalian menggunakan kekuatan itu untuk membuat kerusakan, maka kekuatan itu akan menghancurkan kalian." Ucap Dewa Matahari.


" Baik, kami mengerti Dewa Agung." Balas mereka berlima.


Swuuusss


Sesaat kemudian, cahaya putih lalu, menyelimuti mereka berlima, cahaya itu kemudian membawa mereka kembali ke alam langit, bersamaan dengan menghilangnya kelima Dewa Agung tersebut.


Wussss


Mereka berlima diteleportasikan ketempat masing-masing. Tak terkecuali Ling San. Dia di teleportasikan ke sebuah air terjun


" Aish, tempat apalagi ini." Gerutu Ling San.


" HM, sepertinya ini masih di benua awan biru." Ucap Ling San.


" Tapi, apa yang akan aku lakukan sekarang?" Tanya Ling San.


" Ahhh, mungkin kembali menjelajahi alam dewa kuno." Ucap Ling San lalu mulai berteleportasi menuju alam dewa kuno. Tapi, anehnya, dia tidak dapat pergi ke alam itu.


" Akkhh sial. Kenapa aku tidak bisa pergi ke sana?* Tanya Ling San dengan kesal. Padahal dia berencana menjelajahi alam dewa kuno.


" Lebih baik aku membersihkan tubuhku saja." Ucap Ling San lalu mulai menanggalkan pakaiannya lalu membersihkan tubuhnya di air terjun tersebut. Beberapa menit kemudian, Ling San sudah selesai membersihkan tubuhnya. Dia kemudian memakai kembali pakaiannya, lalu melesat meninggalkan air terjun.


" Entah kenapa, aku merasa jika hutan ini bukan berada di kekaisaran Sui." Ucapnya Ling San sambil terus melesat dengan kecepatan penuh menembus rimbunnya pepohonan. Dia tidak memiliki keinginan untuk mencari tahu dimana dia berada saat ini. Dua hari kemudian, Ling San akhirnya berhasil keluar dari hutan tersebut.


" Hm, Lambang itu, bukanlah lambang salah satu sekte yang ada di kekaisaran Sui." Ucap Ling San.


" Itu artinya, aku saat ini berada di wilayah lain benua awan biru." Ucapnya lagi.


Ling San kemudian mendarat lalu berjalan kearah pemuda yang berada tak jauh darinya.


" Permisi saudara, kalau boleh tahu ini dimana, ya?" Tanya Ling San.


" Apakah kau bukan berasal dari kekaiaaran Yong?" Tanya balik pemuda itu.


" Kekaisaran Yong, aku tidak pernah mendengar nama kekaisaran itu." Jawab Ling San yang semakin kebingungan.

__ADS_1


" Kekaisaran Yong, adalah kekaisaran yang berada di wilayah tengah benua awan biru. kekaisaran ini hanya memiliki luas 34 Juta km² saja, yang membuat kekaisaran Yong menjadi kekaisaran terkecil di benua awan biru.Selain itu, selama ini tidak ada yang pernah menjelajahi wilayah ini, karena dikelilingi oleh hutan dan pegunungan yang tinggi. Dan sekarang anda berada di kota Langit, tepatnya di sekte Langit. Sekte terbesar di kekaisaran Yong." Jelas pemuda itu.


" Oh, selama ini, aku mengira jika wilayah tengah tidak memiliki penghuni, tapi, ternyata berdiri sebuah kekaisaran di wilayah ini." Ucap Ling San.


__ADS_2