
" Oh, iya paman. Apakah di alam dewa ini ada aturan khusus?" Tanya Ling San.
" Sepertinya tidak ada. Hanya ada satu yang tidak boleh kau lakukan." Jawab pria itu.
" Apa itu?" Tanya Ling San.
" Kau tidak boleh memberitahu para dewa disini jika kau berasal dari alam. karena jika mereka tahu, maka kau dalam masalah besar. Karena rata-rata para dewa tidak menyukai para manusia." Jelas pria itu.
" Kalau begitu, terima kasih, tuan." Ucap Ling San.
" Dan satu lagi, jangan pernah ke wilayah barat daya." Ucap pria itu.
" Memangnya kenapa, tuan?" Tanya Ling San.
" Aku juga tidak tahu." Jawabnya lalu pergi.
" Aish, main hilang-hilang saja." Ucap Ling San dengan kesal.
" Ah, aku masuk saja." Ucap Ling San lalu berjalan memasuki kawasan klan
" Kenapa semua orang menatapku?" Tanya Ling San.
" Hei, siapa dia?" Tanya salah satu pemuda sebut saja Yan Long.
" Aku tidak tahu. Tapi, sepertinya dia bukan bagian dari klan Yan." Jelas Yan Yu.
" Kau benar. Aku bahkan tidak dapat melihat adanya aliran energi didalam tubuhnya." Jelas Yan Long.
" Bisa jadi kan kalau dia menyembunyikan kultivasinya." Ucap Yan Yu.
" Paling dia tidak bisa berkultivasi, makanya kita tidak dapat melihat aliran energi didalam tubuhnya." Ucap Yan Long.
" Bagaimana kalau kita mengetes kekuatan yang dilikinya?" Tanya Yan Long.
" Kau saja. Aku ingin berlatih." Jawab Yan Yu.
" Dasar penakut." Ucap Yan Long lalu menebaskan pedangnya kearah Ling San.
" Angin apa yang membuatmu menyerangku?" Tanya Ling San dengan dua jarinya menahan pedang Yan Long.
Wusssss
Tapi, Yan Long tidak merespon pertanyaan Ling San. Dia malah menyerang Ling San dengan tebasan beruntun. Tapi, selalu dihindari oleh Ling San.
Wussssss
Boooommmm
Ling San kemudian menapakkan telapak tangannya ke dada YAN Long sehingga dia terbang menabrak pagar.
" Aku tanya padamu? Apa aku lakukan sehingga kau menyerangku?" Tanya Ling San.
" Salahmu karena kau muncul disini." Jawab Yan Long lalu kembali menebaskan kearah Ling San.
Swiiinnggg
Sesaat kemudian, tanah yang dipijak oleh Yan Long mengeras. Lalu, tanah itu retak sehingga dia tenggelam kedalam tanah yang dilapisi oleh kristal.
" Lepaskan, aku." Teriaknya.
__ADS_1
" Katakan saja, kenapa kau menyerangku tanpa sebab?" Tanya Ling San.
" Ya, karena kau sampah yang harus dimusnahkan." Jawab Yan Long.
" Tidak tahu diri. Jika aku adalah sampah, maka kau bagusnya disebut apa?" Tanya Ling San.
" Aku kesini bukan untuk bertarung. Jadi, jangan membuatku marah." Ucap Ling San lalu melesat meninggalkan Yan Long yang masih terjebak didalam kristal.
" Hei, lepaskan aku sialan." Ucapnya.
Tapi, teriakannya itu tidak didengar oleh Ling San. Bukan tidak dengar, tapi pura-pura tidak dengar.
" Untung saja telingaku ini sangat tajam. Jadi, aku bisa mendengar obrolan mereka." Ucap Ling San.
Di dalam aula klan Yan...
" Patriak, apa rencana kita sekarang?" Tanya tetua Agung.
" Seperti biasa. menaklukkan klan-klan kecil untuk memperluas wilayah klan." Jawab patriak.
Sasaran kita selanjutnya adalah klan Yao. Pengendali binatang." Jelas tetua Agung.
" Tetua ke enam. Persiapkan pasukan dan kita serang klan Yao sekarang juga." Titah patriak Yan Ao.
" Baik, patriak." Jawab Tetua keenam lalu mengundurkan diri dari aula klan.
" Inilah yang akan menghancurkan kalian." Gumam Ling San pergi dari sana.
" Menurutku, bukan iblis atau Demon atau Cyclops yang akan membuat peradaban punah, melainkan ulah para dewa dan manusia itu sendiri." Ucap Ling San.
" Nanti aku akan lihat, siapa yang benar dan siapa yang salah disini." Gumam Ling San lalu menghilang dari sana.
Dialam dewa, para dewa tidak tahu apa itu kultivator, mereka hanya tahu petarung.
Tingkatan petarung dan kultivator itu sama hanya saja cara penyebutannya yang berbeda.
" Tetua, klan mana yang akan kita serang hari ini?" Tanya Yan Long.
" Klan Yao. Kita akan menghancurkan klan Yao.
" Ayo kita berangkat sekarang. Aku sudah tidak sabar untuk menghancurkan klan itu." Ucap YAN Long.
" Bagus, semangat yang luar biasa." Puji tetua keenam.
" Baiklah, ayo kita berangkat sekarang." Pintah tetua keenam.
Wusssss
Para pasukan klan Yan kemudian melesat menuju ke klan Yao. Klan Yao sendiri terkenal sangat kuat dikarenakan mereka dapat mengendalikan para hewan.
Klan Yao dan klan Yan berjarak hanya beberapa kilometer saja, jadi tak sampai setengah hari mereka terbang, mereka sudah tiba di gerbang klan Yao.
" Aku harus memberitahu patriak jika para pasukan dari klan Yan menyerang." Ucap seorang pria paribaya lalu memecahkan sebuah giok kecil berwarna merah.
" Ha...ha...ha..ha.. Hari ini adalah hari terakhir klan Yao di dunia. Besok mereka hanya tinggal nama saja." Ucap tetua keenam.
" Serang dan hancurkan klan ini. Jangan sampai ada yang tersisa." Pintahnya.
Swiiiisssss
__ADS_1
Dhuarrrrrrr
Belum sempat mereka menyerang, sebuah serangan berupa ratusan bola api menyerang mereka terlebih dahulu.
" Menghancurkan klanku, tidak semudah membalikkan telapak tangan." Ucap patriak Yao Lu.
Wussssss
Wussssss
Wussssss
BOOOMMM
Booommmm
Booommmm
Tak mau kalah, para petarung dari klan Yan juga melancarkan sebuah serangan tapi, sesaat kemudian, sebuah dinding transparan muncul ditengah-tengah mereka.
" Berhenti. Apakah dengan saling berperang kalian sudah merasa menjadi yang terkuat?" Tanya Ling San.
" Hai, nak siapa kau? Dan mengapa kau ikut campur urusan kami?" Tanya tetua keenam klan Yan.
" Aku bukan siapa-siapa. Tapi, yang jelasnya aku kesini hanya untuk memberitahu kalian jika saling membunuh dan menghancurkan akan membuat kalian semakin melemah." Jelas Ling San.
" Apa maksudmu?" Tanya Patriak Yao Lu.
" Lihat saja ini sendiri" Ucap Ling San lalu dinding pembatas itu menampilkan sebuah adegan dimana petir merah kehitaman menyambar-nyambar dilangit beberapa waktu yang lalu.
" Apa maksudmu memperlihatkan petir itu pada kami?" Tanya Patriak Yao Lu.
" Apakah kalian tahu apa maksud dari munculnya petir itu?" Tanya Ling San.
Semua orang hanya menggelengkan kepalanya tanda jika mereka tidak tahu.
" Itu adalah pertanda dari bangkitnya suatu Ras yang penuh dengan kebencian untuk membalas dendam." Jelas Ling San.
" Tapi, tidak masalah jika kalian tidak percaya." Ucap Ling San lalu menghilangkan pembatas yang dia buat sebelumnya.
" Jangan dengarkan ucapan bocah ini, serang dan hancurkan klan Yao sekarang." Pintah tetua keenam klan Yan.
" Hyaaaatttt"
Boooooommmm
Booooommmmm
Booommmmmmm
Pertarungan pun tak bisa dihindarkan. Suara ledakam beruntun terdengar di seluruh wilayah klan Yao.
" Benar-benar keras kepala. Rasanya aku tidak mau menjadi seorang penguasa." Ucap Ling San.
" Jangan berputus asa. Tugasmu hanyalah menjadi penguasa alam dewa. kau tidak bisa menghentikan pertumpahan darah yang terjadi. Tugasmu hanyalah mengantisipasi jika ada iblis yang menyerang." Ucap sebuah suara yang menggema ditelinga Ling San.
" Baiklah, kalau begitu aku akan membentuk sebuah pasukan khusus di alam dewa." Ucap Ling San.
" Sepertinya para pasukan klan Yan unggul. Dan seperti yang kuharapkan. Mereka tidak serakah akan wilayah. Mereka hanya fokus untuk meningkatkan kekuatan klan mereka." Ucap Ling San.
__ADS_1
" Walaupun sedang bertarung, tapi pemuda klan Yao fokus untuk meningkatkan kekuatan mereka." Ucap Ling San.