Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 32 Kota Anggrek Emas II


__ADS_3

" Menarik. Aku akan mengikuti pelelangan itu. Siapa tahu, ada batang yang berguna untukku." Ucap Ling San.


Sesaat kemudian, makanan yang ada dimeja sudah dilahap oleh Ling San.


" Pelayan. Berapa harga makanan yang aku pesan tadi?" Tanya Ling San


" Semuanya 50 koin perak tuan." Jawab pelayan tersebut..


" Baiklah ini koinnya." Ucap Ling San lalu mengeluarkan 100 koin perak dari cincin ruangnya.


" Ini kebanyakan tuan." Ucap pelayan


" Sudah. Sisanya untukmu saja." Ucap Ling San lalu berjalan meninggalkan restoran.


" Semuanya, beri hormat kepada permaisuri Jiu Lia dan putri Sui Hia." Ucap seorang prajurit.


Semua orang yang ada di sana pun memberi hormat kepada permaisari dan putri Sui Hia, kecuali Ling San.


Swuusss


Melihat Ling San tidak memberi hormat padanya, Sui Hia melemparkan sebuah jarum akupuntur kearah Ling San.


" Ciih, lagi-lagi, orang gila hormat." Ucap Ling San sambil melemparkan jarum akupuntur delapan bintang kearah jarum tersebut.


Alhasil, jarum itu kemudian terbelah, dan jarum akupuntur milik Ling San melesat kearah putri Sui Hia. Dan jarum itu menancap satu centi dari lehernya.


Wuusss


Jarum itu kemudian menghilang dari sana, sementara putri Sui Hia semakin marah karena ada orang yang berani melawannya..


" Jika kau mencari masalah denganku lagi, maka aku pastikan jarum tadi menancap di batang tenggorokanmu." Ucap Ling San lalu melesat meninggalkan tempat itu.


" Dasar sombong memangnya dia siapa. Berani-beraninya dia mengancamku." Ucap putri Sui Hia.


" Sudahlah. Lagi pula kau masih bisa membalasnya. Lagian dia juga tinggal di kekaisaran Sui, dan sudah pasti dia akan di beri hukuman." Ucap permaisuri Sui Jia.


Sementara itu, Ling San melesat menuju ke paviliun Persik emas. Dia berniat melelang beberapa kitab tingkat mahaguru dan beberapa teknik tingkat dewa.


" Permisi. Saya ingin melelang beberapa barang di disini." Ucap Ling San.


" Memangnya barang apa yang ingin kau lelang bocah?" Tanya salah satu penjaga.


" Aku ingin melelang kitab teknik tingkat dewa, dan juga kitab teknik tingkat mahaguru." Jawab Ling San.


" Ciih, kau pikir kau bisa menipu kami bocah? Kau pikir bocah ingusan sepertimu memiliki kitab tingkat dewa dan mahaguru?" Tanya penjaga tersebut.


" Ini kalau kalian tidak percaya." Ucap Ling San lalu mengeluarkan dua buah kitab tingkat mahaguru dan sebuah kitab tingkat dewa.

__ADS_1


" Ciih, kau pikir kitab tingkat langit ini adalah kitab tingkat bumi?" Tanya penjaga tersebut sambil melempar ketiga kitab tersebut.


Ling San kemudian memasukkan ketiga kitab itu kedalam cincin ruang miliknya dan menatap kedua penjaga itu dengan tajam.


" Apakah kalian tidak pernah membaca buku?" Tanya Ling San.


" Ha..ha..ha..ha.. Dasar bocah tengik kitab tingkat saint saja hampir tidak ada di dunia ini apalagi tingkat mahaguru dan tingkat dewa" Ucap kedua penjaga itu.


" Benar-benar orang tidak berpengetahuan." Ucap Ling San


" Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya pemilik paviliun.


" Ini tuan. Bocah ini ingin melelang kitab tingkat dewa dan mahaguru, tapi kitabnya palsu." Jawab penjaga.


" Anak muda, bisa aku lihat kitab itu?" Tanya Ye Chen.


" Ya." Jawab Ling San lalu mengeluarkan dua buah kitab tingkat mahaguru dan kitab tingkat dewa.


" Ini. Dimana kau mendapatkan kitab ini?" Tanya Ye Chen.


" Aku menemukannya secara tidak sengaja di sebuah reruntuhan." Jawab Ling San berbohong. Tidak mungkin dia akan mengatakan jika dia mempunyai ribuan kitab tingkat dewa.


" Kalau begitu, tuan muda ikut aku." Ajak Ye Chen.


" Baiklah." Jawab Ling San.


" Tuan muda, apa yang tuan inginkan sebagai pengganti ketiga kitab ini?" Tanya Ye Chen..


" Apa barang utama untuk pelelangan besok?" Tanya Ling San.


" Lelang utamanya adalah sebuah batu berwarna putih yang memancarkan aura yang sangat kuat." Jawab Ye Chen sambil mengeluarkan sebuah batu seukuran dengan telapak tangan orang dewasa.


" Tuan. Ini adalah batu bintang. Ini adalah batu dari zaman kuno. Dan entah kenapa, batu ini berada di sini." Jelas Long Qing.


" Selain itu, masih ada satu barang lagi." Ucap Ye Chen lalu mengeluarkan sebuah logam batu surgawi


" Baiklah, aku akan mengambilnya." Ucap Ling San.


" Untuk satu kitab ini, bisa di lelang seharga 10 juta koin emas untuk tingkat dewa, dan 5 juta untuk tingkat mahaguru." Ucap Ye Chen.


" Baiklah. aku setuju." Ucap Ling San.


" Baiklah, tuan ini kartu VVIP ungu." Ucap Ye Chen lalu menyerahkan sebuah kartu berwarna ungu kepada Ling San.


" Baiklah, kalau begitu, saya pamit dulu paman." Ucap Ling San. Lalu keluar dari paviliun persik emas. Setelah merasa sudah cukup jauh dari paviliun, Ling San masuk kedalam dimensi cincinnya untuk menempa tombak mata ganda miliknya.


" Hm, Logam batu surgawi ini dapat meningkatkan tingkatan tombak tuan hingga ke tingkat kuno tahap puncak." Jelas Niu Qwang.

__ADS_1


" Baiklah bibi. Aku akan mulai menempa senjataku." Ucap Ling San lalu melesat dan masuk keruang latihan.


Wusss


Ling San mengeluarkan tombak mata ganda miliknya dan meletakkan di meja batu.


Lalu, perlahan-lahan, Ling San mulai menyatukan tombak miliknya dengan logam batu surgawi.


Swuusss


Perlahan-lahan, tombak mata ganda Ling San dan Logam batu surgawi melebur dan mulai menyatu secara perlahan-lahan.


Dua bulan kemudian...


Swuusss


Logam batu surgawi sudah hampir menyatu dengan sempurna dengan tombak mata ganda Ling San. Sesaat kemudian, Logam batu itu sudah menyatu, dan Senjata Ling San melayang dihadapan Ling San.


Swuuss


Ngiiiuuuunnggg


Tombak Ling San lalu berdengung dengan keras, lalu perlahan-lahan, kedua mata tombak tersebut mulai menyatu. Bukan hanya itu, seluruh pegangan tombak itu juga hancur lalu, perlahan-lahan terbentuk kembali dengan ukiran naga emas di sepanjang gagangnya, sementara mata tombaknya terdapat unsur kristal dan api jiwa yang menyatu sehingga membuat tombak itu semakin keren.


Gagang tombak Ling San berwarna putih keemasan dengan ukuran naga biru, sementara mata tombaknya setengah berwarna hijau, dan setengah berwarna ungu pucat.


" Selamat tuan. Tombak tuan sudah meningkat ke tingkat kuno tahap puncak." Ucap Nou Qwang.


" Tombak tuan hanya bisa meningkat ke tahap selanjutnya dengan sendirinya." Ucap Niu Qwang.


" Terima kasih bibi. Karena tombak ini memiliki ukiran naga biru, digagangnya, maka aku memberi nama tombak ini, tombak naga Azure." Ucap Ling San.


" hm, nama yang sangat cocok." Ucap Niu Qwang.


Ling San kemudian berjalan menuju kerak buku, dan mencari sebuah kitab teknik. Dia menyusuri semua rak buku. Dan sesaat kemudian, Ling San menemukan sebuah buku dengan sampul biru.


" Kultivasi jiwa." Ucap Ling San.


Ling San lalu memasukkan buku itu kedalam cincin ruangnya.


" Kalau begitu saya pergi dulu bibi." Ucap Ling San.


Swuusss


Ling San kemudian muncul kembali di kota Anggrek emas, dan ternyata hari sudah malam.


" Dari pada bingung mencari penginapan lebih baik aku mempelajari kitab Kultivasi Jiwa." Ucap Ling San.

__ADS_1


__ADS_2