Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 97


__ADS_3

" Berarti petir hitam yang muncul barusan itu pertanda jika Dewa Iblis berhasil bangkit?" Tanya Dewa Panah.


" Bisa jadi." Jawab Dewa Pengetahuan.


Kembali ke Ling San..


Ling San terus melesat tanpa henti. Saat ini, Ling San berada disebuah klan yang berprofesi sebagai ahli formasi.


" Wow, formasi yang kuat." Ucap Ling San berjalan memasuki wilayah klan Juan.


Sebagai klan ahli formasi, Setiap tempat-tempat di klan Jua diselimuti formasi yang kuat. Hal ini dilakukan untuk mencegah para penyusup mencuri di wilayah klan Jua.


" Sayangnya, formasi ini memiliki banyak kelemahan." Ucap Ling San.


" Formasi ini sangat mudah dibuka oleh orang yang bukan ahli formasi sekalipun." Gumam Ling San.


" Hei, apa yang kau lakukan disana?" Tanya seorang penjaga dengan keras.


" Hanya melihat-lihat saja." Jawab Ling San.


" Kau mau mencuri, ya?" Tanya penjaga itu lagi.


" Jika aku ingin mencuri, semua yang ada dibalik formasi itu sudah aku ambil." Jawab Ling San.


" Apakah kau tahu apa yang ada dibalik formasi itu?" Tanya penjaga itu.


" Ya, ada bunga kristal, Teratai awan, dan logam langit." Jelas Ling San


" Bagaimana kau tahu?" Tanyanya.


" Kau tidak perlu tahu, yang jelasnya formasi ini memiliki banyak celah." Jelas Ling San lalu pergi.


" Apakah dia benar? Tapi, masa iya formasi buatan patriak memiliki banyak celah?" Tanya penjaga itu.


Sementara itu, Ling San terus berjalan tanpa mempedulikan penjaga yang sedang kebingungan itu.


Jika dipikir-pikir, Patriak Jua Lin adalah ahli formasi tingkat tinggi setelah Dewa formasi, bagaimana mungkin formasi buatannya memiliki banyak celah.


" Jika dipikir-pikir, bagaimana mungkin formasi buatan milik Kaisar formasi memiliki banyak formasi" Ucap Ling San sambil tersenyum.


Tingkatan formasi dialam Dewa dimulai dari Guru, mahaguru, master, Grand Master, Raja, kaisar, Dewa formasi.


" Bagiku, tingkatan formasi itu hanya gelar saja." Ucap Ling San.

__ADS_1


" Suasana seperti ini yang aku suka." Ucap Ling San.


" Mungkin, suatu saat nanti, aku akan membawa klan Ling ke alam Dewa." Ucap Ling San.


" Siapa kau? dan kenapa aku baru melihatmu?" Tanya seorang pemuda.


" Sebaiknya hilangkan tekanan yang kau arahkan padaku atau aku yang menghilangkannya." Ucap Ling San.


" Oh, kau menantangku?" Tanya pemuda itu.


" Tidak. Aku hanya tidak suka ada orang yang menggunakan auranya untuk menindasku" Ucap Ling San lalu mengeluarkan aura Dewa penguasa miliknya dan berbalik menindas pemuda itu. Aura itu sendiri adalah aura yang berasal dari energi yang sebelumnya Ling San dapatkan dari penggabungan tiga energi kuat. Energi itu sendiri lebih kuat dari energi penguasa.


Pemuda yang tadinya berdiri tegak dengan sombongnya dihadapan Ling San kini jatuh tersungkur bagaikan ditimpa oleh sebuah gunung. Bahkan, saking kuatnya tangan pemuda itu tidak dapat digerakkan.


" Diatas langit masih ada langit. Jadi, jangan sombong hanya karena kekuatan yang kau miliki." Ucap Ling San lalu meninggalkan pemuda yang masih tersungkur ditanah itu.


" Berani-beraninya dia menantangku. Lihat saja nanti." Ucapnya lalu berdiri dan berjalan menuju ke aula klan.


" Oh, pengen mengadu, ya." Ucap Ling San.


" Aku penasaran dengan kekuatan yang dimiliki oleh kaisar formasi." Ucap Ling San.


Benar saja. Beberapa menit kemudian, seorang pria parubaya keluar dari sebuah bangunan yang paling besar diantara semua bangunan di klan Jua.


" Aku tidak bohong, ayah. Dia orang asing, dan bukan anggota klan Jua." Ucap Jua Ding.


" Di seluruh alam Dewa ini, tidak ada yang bisa mengalahkanku membuat formasi selain Dewa formasi." Ucap Jua Reng.


" Tuan, ada seorang pemuda yang datang ke klan Jua, dan dia bilang formasi yang anda buat memiliki banyak celah." Ucap seorang penjaga.


" Kurang ajar. Berani-beraninya dia mengatakan formasiku memiliki banyak celah." Ucapnya.


" Memang iya." Ucap Ling San.


" Aku hanya bilang, orang yang hanya tahu tentang formasi pun bisa menghancurkan formasi itu asal mereka dapat mengetahui dimama kelemahannya." Ucap Ling San.


" Tahu apa kau soal formasi?" Tanya Jua Reng.


" Hanya tahu sedikit." Jawab Ling San.


" Kalau begitu aku ingin melihat bagaimana kau membuka formasi itu tanpa menimbulkan suara." Ucapnya sambil menunjuk kearah formasi yang menutupi sebidang tanah.


" Jika kau berhasil, aku akan memberikan apa pun yang kau minta." Lanjutnya.

__ADS_1


" Baiklah." Jawab Ling San lalu berjalan kearah formsi yang ditunjuk oleh Jua Reng. Ling San lalu mengamati formasi itu, lalu dia menempelkan telapak tangannya di formasi itu. Seketika itu juga, formasi itu lenyap.


" Aku tidak salah lihat, kan?" Tanyanya.


" Ini asli." Ucap Ling San.


" Aku masih tidak percaya." Ucap Jua Reng.


" Kalau kau tidak percaya tidak apa-apa. Tapi, aku ingin kau membuka formasi yang aku buat ini." Ucap Ling San lalu membuat sebuah formasi ditempat sebelumnya.


" Ha, bocah bau kencur menantangku, belum tahu dia siapa aku." Ucapnya lalu berjalan kearah formasi. Jua Reng kemudian mengelilingi formasi yang dibuat oleh Ling San dan mencari titik lemah formasi itu. Namun tak kunjung menemukannya.


" Bagaimana?" Tanya Ling San.


" Tidak semua formasi bisa dibuka hanya dengan menghancurkan titik lemahnya. ada kalanya formasi itu dapat dibuka menggunakan suatu teknik tertentu." Ucap Ling San lalu membuat segel tangan dengan cepat. Lalu sesaat kemudian, sebuah sinar warna putih menembak kearah formasi tersebut. Dalam sekejap, formasi itu hilang.


" Kau masih muda tapi memiliki pengetahuan yang luas." Ucap Jua Reng


" Rasanya aku bukanlah siapa-siapa dihadapan anda." Ucapnya sambil tertunduk.


" Setiap orang itu memiliki kesalahan dan kekuarangan masing-masing. Jadi, jangan bersikap sombong kepada orang lain atas pencapaian yang kita dapatkan. Karena kesombongan itu yang akan menjatuhkan kita ke dasar jurang." Ucap Ling San.


" Intinya, teruslah tingkatkan kemampuan yang kita miliki, karena diluar sana masih banyak orang yang memiliki kekuatan yang lebih kuat daripada kekuatan milik kita." Lanjut Ling San.


" Aku mengerti. Dan terima kasih karena telah menyadarkanku." Ucapnya.


" Kalau begitu aku pemit dulu." Ucap Ling San lalu berjalan meninggalkan Jua Reng dan Jua Ding.


" Ayah, sekarang apa yang akan kita lakukan?" Tanya Jua Ding.


" Tentu saja meningkatkan kekuatan kita." Jawabnya.


" Hm, aku makan saja dulu." Ucap Ling San lalu memasuki sebuah restoran. Ling San lalu memilih bangku yang berada di pojok restoran untuk menghindari keramaian.


" Ingin pesan apa, tuan muda?" Tanya pelayan restoran.


" Hm, aku ingin memesan menu yang paling murah saja." jawab Ling San.


" 10 Kristal Batu Roh, tuan." Ucap pelayan restoran.


" Baik." Ucap Ling San lalu memberikan 10 Kristal Bumi kepada pelayan restoran.


" Tunggu sebentar, tuan. Pesanan anda akan segera datang." Ucap pelayan itu lalu meninggalkan Ling San.

__ADS_1


__ADS_2