Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 57 Alam Dewa Kuno


__ADS_3

" HM, Alam apa ini?" Tanya Ling San.


Karena tidak tahu harus apa, Ling San lalu melesat kearah barat karena instingnya mengatakan jika di sana ada kota terdekat. dan selain itu, dia hanya mengetahui arah barat dan timur saja.


Wussss


Ling San melesat dengan kecepatan penuh. Saat hari menjelang senja, Ling San akhirnya menemukan sebuah kota. Kota itu tidak memiliki nama sama sekali. Tapi, yang mengejutkannya, ranah dewa Giok hanya menjadi penjaga gerbang di alam itu.


" Sungguh mengerikan. Kultivator ranah dewa Giok hanya menjadi penjaga gerbang di alam ini." Ucap Ling San.


Tanpa pemeriksaan dan pertanyaan, kedua penjaga gerbang itu mempersilahkan Ling San memasuki kota.


" Benar-benar megah dengan arsitektur kuno." Ucap Ling San.


" Tapi, sebelum itu, aku harus mencari informasi tentang alam ini." Ucap Ling San lalu berjalan berkeliling kota sambil mencari tempat untuk mencaritahu dimana dia berada saat ini.


Karena tidak kunjung menemukan apa yang dicarinya, Ling San akhirnya memasuki sebuah perpustakaan. Di sana, dia mencari buku yang berisi pengetahuan tentang alam itu.


Setelah mencari selama dua jam, Ling San akhirnya menemukan sebuah buku yang memiliki sampul kulit.


Tanpa basa-basi lagi, dia kemudian membuka buku itu.


" Tulisannya menggunakan huruf-huruf kuno. Tapi, untungnya aku bisa membacanya." Ucap Ling San..


Setelah beberapa menit membaca buku itu, akhirnya Ling San mengetahui jika alam tempat dia berada adalah alam dewa kuno. Dan merupakan tempat para dewa yang selamat dari kekacauan dimasa lalu. Selain itu dia juga mengetahui jika di alam dewa kuno hanya ada satu kekaisaran, yaitu kekaisaran YUN, yang diperintahkan oleh keturunan dari dewa Api.


" Apa mungkin, dewa bintang, dewa matahari, dewa bulan, dewa laut, dan dewi bumi ada di alam ini?" Tanya Ling San dalam hati.


Alat pembayaran yang digunakan dialam dewa kuno adalah kristal roh dan kristal jiwa. Itu adalah metode pembayaran kuno sebelum koin emas, koin perak, koin perunggu dan koin platinum ada.


" Hah,untung saja aku punya kristal roh dan kristal jiwa." Ucap Ling San.


" HM, ngomong-ngomong, apakah aku bisa menjual emas, dan permata yang berada dari kerajaan mutiara jingga disini?" Tanya Ling San.


" HM, sebaiknya aku mencaritahu ya nanti saja. Sekarang aku harus meningkatkan kekuatanku secepatnya. Karena dikira ini saja anak seumuran ku sudah berada dewa bintang." Ucap Ling San.


Jika anak berumur 15 tahun saja sudah menembus ranah dewa bintang, bagaimana dengan kaisar dewa kuno?" Tanya Ling San dalam hati.


Wussss


Ling San kemudian masuk kedalam cincin semestanya lalu mengambil beberapa buah abadi dan mulai menekannya.


Sesaat kemudian, terjadi lonjakan energi di dalam santan Ling San yang menandakan jika kultivator akan naik.


Booommmm


Booommmm


Booommmm


Booommmm


Booommmm


Sesaat kemudian, terdengar suara teredam sebanyak 5 kali yang berarti kultivasinya meningkat keranah dewa langit bintang 6. Setengah energi dari buah yang dia makan dia gunakan untuk memperkuat fondasi kultivasinya.

__ADS_1


Setelah merasa fondasi kultivasinya sudah kokoh, dia lalu memakan satu buah abadi lagi.


Sesaat kemudian


Booooommmmm


Booommmm


Booommmm


Booommmm


Booommmm


Terdengar suara ledakan teredam sebanyak lima kali dari dalam tubuh Ling San yang menandakan jika kultivasinya menerobos keranah dewa awan bintang 2.


" Sekarang apel bumi sudah tidak bisa meningkatkan kultivasinya lagi." Ucap Ling San.


Ling San lalu mengambil Cherry langit lalu memakan buahnya satu persatu.


Sesaat kemudian.....


Booooommmmm


Booooommmmm


Booooommmmm


Booooommmmm


Booooommmmm


" Paling tidak aku harus menembus ranah dewa bintang bintang 5 atau 6." Ucap Ling San lalu kembali memakan buah Cherry langit.


Sesaat kemudian


Booommmm


Booommmm


Booommmm


Booommmm


Booommmm


Booommmm


5 kali suara ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Ling San yang menandakan jika kultivasinya Ling San menerobos ke ranah dewa bintang bintang 3.


Belum puas sampai disitu, Ling San lalu memakan lagi Cherry langit lagi untuk menerobos lima tahapan.


Sesaat kemudian.....


Booooommmmm

__ADS_1


Booommmm


Boommm


Booommmm


Booommmm


Kini kultivasi Ling San sudah menerobos keranah dewa bintang bintang 8. Setelah beberapa saat, Ling San lalu membuka matanya dan mengakhiri kultivasinya.


" Sekarang aku akan menjelajahi alam dewa kuno ini." Ucap Ling San lalu keluar dari dalam dimensi dan muncul kembali di perpustakaan kota.


" Sekarang, aku akan menjelajahi kota ini terlebih dahulu." Ucap Ling San lalu berjalan keluar dari kota.


" Aku baru ingat, jika di alam ini semuanya adalah dewa, entah apa yang terjadi jika mereka menyadari jika aku adalah seorang manusia biasa." Ucap Ling San sambil terus berjalan menyusuri kota dan sesekali memperhatikan apa yang dilakukan oleh masyarakat kota.


" Sungguh kehidupan yang damai." Ucap Ling San.


Sesaat kemudian, Ling San tak sengaja melihat seorang pemuda yang sedang memukul pemuda yang berumur sekitar 15 tahun.


" Aku baru ingat, jika hampir tidak mungkin sebuah kota akan selalu damai tanpa ada kelakuan seperti itu." Ucap Ling San.


" Ha..ha..ha..ha...ha..ha... Ternyata sampah sepertimu berani juga untuk menunjukkan wajah disini." Ucap pemuda yang berpakaian bangsawan.


" Memangnya kenapa? Lagi pula tidak ada aturan yang mengatakan jika aku tidak boleh mencari udara segar." Ucap pemuda dengan wajah yang babak belur.


" Memang tidak ada. Tapi, manusia biasa sepertimu tidak punya hak disini." Ucap pemuda bangsawan tersebut.


" Oh, ternyata di alam manusia biasa di deskriminasi dan hanya menjadi pelayan." Ucap Ling San.


Wussss


Sesaat kemudian Ling San meniupkan serbuk cahaya kearah pemuda yang merupakan manusia biasa itu untuk menyembuhkan lukanya.


" Ciih, sialan. Teknik rahasia apa yang kau gunakan?" Tanya pemuda bangsawan itu.


" Tidak ada teknik rahasia yang aku gunakan. aku juga tidak tahu apa yang terjadi." Ucap pemuda yang dipukul tadi.


" Dasar makhluk hina. Apakah kau mencuri di perpustakaan sekte?" Tanyanya dan melayangkan tinjunya kearah pemuda itu.


Wussss


Tapi, sesaat kemudian. Tinjunya ditahan oleh seseorang, yang tak lain adalah Ling San. Dia tidak suka jika ada tindakan deskriminasi dan ketidak adilan yang terjadi di depan matanya.


" Ciih, hanya keturunan dewa berdarah campuran sudah sangat sombong." Ucap Ling San lalu melempar pemuda itu ke dinding.


" Ciih, lagi-lagi manusia yang sok jadi pahlawan kesorean." Ucapnya.


" Apakah kau tidak apa-apa?" Tanya Ling San.


" Tidak apa-apa. " Jawab pemuda tersebut.


" Sebaiknya tuan muda pergi dari sini. Karena dia adalah putra dari Patriak sekte awan emas. Kau dalam masalah besar jika Patriak menemukanmu disini." Ucap pemuda itu.


" Sebaiknya pergilah dari sini. jangan kembali lagi ke sekte itu." Ucap Ling San lalu memberikan sebuah cincin ruang kepada pemuda itu.

__ADS_1


" Bagaimana dengan anda tuan muda?" Tanya pemuda itu lagi.


" Jangan pikirkan diriku. Sekarang tinggalkan saja tempat ini." Jawab Ling San


__ADS_2