
" Maafkan aku jika bersikap kasar padamu." Ucap Ratu Vania. Kini rambut dan bola matanya tidak lagi berwarna merah seperti sebelumnya, namun berwarna perak.
" Apakah ras peri Api merah sama dengan bangsa peri alam?" Tanya Ling San.
" Dulu, kami memang bagian dari bangsa peri alam. Tapi, karena sebuah kesalahan, sekitar 1000 orang peri terkena kutukan api, dimana peri yang terkena kutukan memiliki sifat yang bertolak belakang dengan sifat Peri Alam. Dan sejak saat itu, peri api merah memisahkan diri dari peri alam." Jelas Ratu Vania.
" Sejak saat itu kami selalu bertarung satu sama lainnya saat bertemu kami selalu bertarung sampai kekacauan itu terjadi, dan kami tidak pernah lagi menampakkan diri kepada manusia ataupun kepada para dewa sehingga kami dinyatakan punah dan hanya tinggal sejarah saja." Jelas Ratu Vania.
" Bagaimana dengan peri Api Merah yang lainnya.
" Mereka baik-baik saja. karena aku sudah bebas dari kutukan itu, maka mereka juga sudah bebas." Jelas Ratu Vania.
" Oh, iya dimana kau bertemu dengan Ratu Ariana?" Tanya Ratu Vania.
" Dia adalah di Alam Langit." Jawab Ling San.
" Saranku, lebih baik kalian tinggal disini saja. Karena aku merasa bahwa para Demon sudah bangkit bersamaan dengan munculnya petir merah kehitaman waktu itu." Jelas Ling San.
" Mereka sudah bangkit, ya. Itu artinya aku juga harus bersiap-siap." Ucap Ratu Vania lalu menghilang.
Wussssss
Ling San kemudian melesat meninggalkan tempat itu. Dia melesat dengan kecepatan penuh. Bahkan kecepatannya itu hampir setara dengan para dewa. Walaupun dialam dewa dia memiliki kultivasi terendah, tapi dia memiliki kekuatan jiwa yang sangat kuat.
" Hm, mungkin pertama-tama, aku akan meningkatkan kekuatan jiwaku ke tahap absolute bintang 9." Gumam Ling San.
" Tapi, bagaimana caranya?" Tanya Ling San.
" Apa mungkin ada harta tersembunyi di alam dewa ini?" Tanya Ling San.
" Mana aku tidak tahu apa-apa tentang Alam Dewa lagi." Ucap Ling San.
" Yang terpenting sih, aku sudah ada disini." Ucap Ling San lalu mempercepat terbabgnya.
" Klan Tao." Ucap Ling San.
Walaupun wilayah tersebut adalah wilayah dari klan Tao, tapi masih ada beberapa klan yang tinggal disana. Salah satunya adalah klan Miu, pemilik dari Paviliun Surga.
" Kira-kira, alat pembayaran di alam dewa ini menggunakan apa?" Tanyanya.
Sesaat kemudian, Ling San melihat seorang pengunjung yang membayar sesuatu menggunakan batu Roh dan kristal surgawi.
" Ternyata alat pembayaran disini adalah batu Roh dan kristal surgawi." Ucapnya lalu masuk kedala wilayah klan Tao. Ling San lalu masuk kedalam paviliun surga.
__ADS_1
" Ada yang bisa aku bantu?" Tanya pelayan Paviliun Surga.
" Apa disini ada perpustakaan?" Tanya Ling San
" Perpustakaan ada di ruangan sebelah kiri, lima ruangan dari sini." Jawab pelayan.
" Baik, terima kasih." Ucap Ling San lalu masuk keruangan yang dimaksud.
Pertama-tama, dia mencari buku yang menjelaskan tentang alam dewa secara detail, dan juga peta dari alam dewa.
Kurasa inj adalah petanya ucap Ling San lalu mengambilpeta itu dan membukanya.
" Sepertinya memang iya, ini adalah peta yang baru saja dibuat." Ucap Ling San lalu mengambil peta itu, setelah itu dia keluar dari perpustakaan Paviliun Surga.
" Hm, berapa harga buku dan peta ini?" Tanya Ling San.
" 150 kristal surgawi dan 50 batu roh." Jawab kasir paviliun.
Ling San lalu mengeluarkan 150 kristal dan 50 batu roh dan memberikannya kepada kasir paviliun, setelah itu dia meninggalkan paviliun surga.
Ling San kemudian melompat kesalah satu pohon yang ada di pinggir jalan, setelah itu, dia membaca buku tentang alam dewa.
" Hm, berarti kekaisaran berada tepat di tengah-tengah daratan Dewa.
" Hm, apa alasannya sehingga semua orang dilarang kesana?" Tanya Ling San
" Wilayah larangan, yang didalam wilayah itu terdapat tempat-tempat yang sangat berbahaya."
" Biasanya tempat berbahaya memiliki banyak sumber daya yang sangat langka. Jadi, aku akan kesana sekarang." Ucap Ling San lalu menutup bukunya dan kembali mesat menuju ke arah barat, karena sekarang dia berada diwilayah selatan.
" Menurut buku yang aku baca tadi, wilayah barat dulu hanya dikuasai oleh dua klan, yaitu klan dewa pasir, yang menguasai gurun pasir, dan klan Dewa es yang menguasai pegunungan es." Gumam Ling San.
" Mungkin untuk sampai disana butuh waktu berbulan-bulan." Ucap Ling San.
" Apakah tidak ada satu pun bangsa dewa yang penasaran tentang wilayah barat?" Tanya Ling San.
Dari arah depan, seseorang melesat dengan kecepatan penuh. Karena orang itu tidak waspada, dia menabrak Ling San dan terjatuh.
" Sialan. Apakah kau sengaja membuatku jatuh?" Tanya seorang pemuda yang tampaknya berumur 17 tahunan.
" Maaf, bukannya anda yang menabrak saya?" Tanya Ling San.
" Cih, aku adalah cucu dari kaisar langit, jadi semua orang harus tunduk dan mengalah padaku." Ucapnya dengan sombong.
__ADS_1
" Oh, tapi aku tidak peduli kau itu cucu siapa." Ucap Ling San.
Wussssss
Karena marah, pemuda itu melepaskan serangan berupa cakram kearah Ling San, tapi dengan santainya, Ling San mengembalikan cakram itu kearah pemuda itu.
" Kau, apa yang kau lakukan?" Tanyanya.
" Tentu saja mengembalikan cakram milikmu." Jawab Ling San.
Wussssss
Pemuda itu kembali melepaskan serangan kearah Ling San, tapi hasilnya tetap sama, serangan itu kembali kepadanya.
" Seharusnya kau menerima serangan itu, bukan menghindarinya." Ucapnya.
" Hanya orang bodoh, yang akan melakukan itu." Jawab Ling San yang sudah ada di belakang pemuda itu.
Boooommmm
Ling San kemudian memukul pemuda itu dengan keras sehingga dia terpental kedepan menabrak sebuah pohon.
" Orang sombong sepertimu tidak pantas memiliki kekuatan." Ucap Ling San lalu menghancurkan kultivasi pemuda itu.
" Akkkkhhh, sialan kau. Kau akan dihukum berat." Teriaknya sambil menahan rasa sakit.
" Lakukanlah. jarak dari tempat ini ke kekaisaran itu sangat jauh. Mungkin kau akan mati sebelum mencapai kekaisaran." Ucap Ling San.
" Dan satu lagi, aku tidak takut kepada ayahmu." Ucap Ling San lalu melesat meninggalkan pria itu.
" Akkhhhh, sampah sialan. aku pastikan kau akan dihukum berat." Ucapnya lalu mengeluarkan sebuah giok. Sayangnya dia tidak memiliki energi untuk menghancurkan giok itu.
" Akkkkhhh. Lihat saja nanti, kau akan kubalas" Ucapnya lalu berjalan kaki.
" Sungguh memalukan, aku adalah cucu kaisar langit, bisa-bisanya aku dipermalukan oleh seorang rakyat jelata." Kesal pemuda itu.
" Aku harus mencari tabib untuk mengembalikan dantianku apapun caranya." Ucapnya.
Sementara itu, Ling San terus melesat sambil menertawakan kebodohan cucu kaisar langit.
" Aku tidak menyangka jika Meng Diao dan cucunya memiliki sikap yang sama." Ucap Ling San.
" Maaf, Meng Diao sepertinya aku harus memberi pelajaran kepada keturunanmu yang sombong itu." Ucap Ling San.
__ADS_1