Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 40 Sekte Matahari VS Sekte Bulan Malam


__ADS_3

Sesaat kemudian, Sebuah portal muncul di langit, lalu dari dalam portal itu, sekitar satu juta orang keluar dari dalam portal itu.


" Bagaimana ini?" Tanya Sui Chu mulai khawatir.


" Tenang saja. Kita hanya perlu mengulur waktu sampai mereka datang." Jawab Ling San.


" Ha...ha...ha..ha...ha.. Siapa yang begitu berani mengganggu salah satu dari anggota sekte bulan malam?" Tanya pria parubaya.


" Ciih, dasar licik. Ternyata kau adalah anggota dari sekte Bulan Malam" Ucap Sui Chu.


" Ha..ha..ha..ha.. Bukan hanya anggota, aku adalah salah satu murid dari patriak sekte." Ucap Sui Yang.


" Aku tidak akan pernah memaafkanmu sampai kapanpun." Ucap Sui Chu lalu melesat dan menebas kepala Sui Yang.


Slasshhh


Kepala Sui Chu terpenggal dan menyisakan tubuhnya yang di penuhi dengan darah. Bahkan lantai istana juga penuh dengan darah.


" Sialan kau. Aku akan membunuhmu." Ucap Pria parubaya yang berdiri di depan para murid sekte bulan malam, yang tak lain adalah Yo Qun, patriak sekte Bulan Malam.


" Bersiaplah. Tapi ingat, keselamatanmu yang lebih utama." Ucap Ling San.


Hyaaatttt


Booooommmm


Baru juga patriak Yo Qun maju, sebuah tapak berwarna emas menghantam tubuhnya.


" Ternyata kau pengecut juga. Bisa-bisanya kau bertarung melawan dua orang anak kecil yang umurnya jauh di bawahmu." Ucap sebuah suara yang tak lain adalah suara Ling Yuan.


" Ling Yuan. Tapi, bagaimana bisa. Bukankah kau sudah mati 50 tahun yang lalu?" Tanya Yo Qun.


" Tidak, aku hanya bersembunyi. Tapi, itu tidaklah penting. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menghapuskan sekte Bulan Malam dari benua Awan Biru." Ucap Ling Yuan sambil memberi aba-aba kepada murid sekte matahari untuk menyerang.


Hyyaaaatttt...


Trrriiiinnngg


Triiiinnnggg


Triiinnnggg


Dhuaarrrrrr


Dentingan logam dan suara ledakan menghiasi puing-puing istana. Bahkan sesekali terdengar suara ledakan dari arah pertarungan itu.


Traarrrkkkk


Booommmm


Lagi-lagi, sebuah sambaran petir ungu pucat menghantam salah satu murid sekte bulan malam, dan murid itu tak lain adalah cucu dari Yo Qun sendiri.


" Ciiih, sialan. Siapa yang berani sekali menggunakan kekuatan jiwa di sini?" Tanya Yo Qun dengan marah.


Booommmm


Karena tidak fokus, Sebuah tapak menghempas tubuh Yo Qun beberapa meter. Sementara itu, Ling San terlihat masih tenang, karena menurutnya musuh yang sebenarnya belum muncul.

__ADS_1


" Apa yang sedang kau tunggu?" Tanya Sui Chu.


" Ya, tentu saja musuh yang sesungguhnya." Jawab Ling San.


" Jangan-jangan kau menggunakan petir jiwa tadi, untuk memancingnya keluar?" Tanya Sui Chu.


" Benar sekali." Jawab Ling San. dengan santai.


Pertarungan terus terjadi. Banyak korban yang berjatuhan di kedua pihak. 500 murid sekte matahari sudah gugur, sementara 1000 orang murid sekte bulan malam gugur.


" Sepertinya sudah saatnya membuat kekacauan agar orang itu keluar dari persembunyiannya." Ucap Ling San..


" Kalau aku sih, ikut saja." Ucap Sui Chu.


" Apakah kau bisa menggunakan kekuatan jiwa?" Tanya Ling San.


" Ya, jiwaku berunsur petir. Tapi, jiwaku baru di tingkat dewa tahap awal." Jawab Sui Chu.


" Itu sudah cukup untuk memancing orang itu keluar.


" Ayo." Ucap Ling San dengan tangan yang di pwnuhi dengan petir berwarna ungu pucat.


Trarrrrkkk


Booommm


Arkrrrgggg


Satu sambaran mengenai satu murid lagi. murid itu berteriak kesakitan namun beberapa saat kemudian dia sudah berubah menjadi abu.


Booommm


Tak mau ketinggalan, Sui Chu juga mengarahkan petirnya kesalah satu pemuda yang berumur sekitar 17 tahun, dan membuatnya menjadi abu.


" Mereka berdua sama-sama menggunakan kekuatan jiwa. Sungguh duet yang sangat pas." Ucap Ling Yuan.


" Boooommmm"


Satu pukulan mengenai wajah Ling Yuan akibat perhatian teralihkan kepada Ling San dan Sui Chu.


" Akkkhhh, sial. Aku melupakannya." Ucap Ling Yuan lalu kembali bertarung dengan Yo Qun..


Traaaarrrkkk


Booommmm


Traarrrrkkkk


Boooommmm


Sambaran petir jiwa mengenai murid sekte bulan malam satu persatu, dan jiwa serta fisik mereka langsung menjadi abu.


" Semuanya mundur." Perintah patriak Yo Qun.


" Tak semudah itu untuk mundur." Ucap Ling San lalu mengaktifkan formasi pelindung yang di selimuti oleh petir jiwa..


Arrrrkkkkkhhh

__ADS_1


Akkkkhhhh


Akkkhhhhh


Teriakan kesakitan terdengar saat murid sekte bulan malam menerobos formasi itu. Dalam sekejap saja, 200.000 murid sekte Bulan Malam berubah menjadi abu.


" Arrrgghhh, dasar licik. Ternyata dia sudah memasang jebakan." Ucap Yo Qun.


" Ya, karena kami berdua tidak dapat melawan kalian, jadi, sambil menunggu bantuan tiba, aku memasang jebakan saja." Ucap Ling San.


" Karena semua pasukan kalian yang berada di ranah dewa langit keatas sudah mati, Kuharap orang yang bersembunyi di dalam bayangan itu memunculkan dirinya sebelum aku yang memaksanya keluar." Ucap Ling San sambil memutar tombaknya.


" Terima kasih kakek. Sekarang kakek dan semua murid sekte pulihkan tenaga, karena musuh sebenarnya masih bersembunyi." Ucap Ling San


Sementara itu, di balik bayangan....


" Aku tidak boleh takut. Dia pasti hanya menebak saja. Tidak mungkin jika dia mengetahui keberadaanku dan pasukanku di sini." Ucap seorang pria parubaya yang memakai jubah hitam.


" Tuan, apakah kita akan keluar sekarang?" Tanya salah seorang pria setengah baya.


" Tunggu dulu. Kita lihat dulu, apa kekuatan yang di miliki oleh kedua bocah itu." Jawab pria yang di panggil tuan.


Jumlah pasukan yang bersembunyi adalah sekitar 500.000 pasukan, dan jika dilihat dari aura dan tampilannya, mereka semua adalah manusia iblis. atau manusia yang sudah berubah menjadi iblis.


lalu melesat dan membantai semua murid sekte bulan malam dengan sadis, bersama dengan Sui Chu.


Sriiiinngggg


Sreeekkk


Satu persatu kepala menggelinding kelantai di sertai dengan darah yang keciprat kemana-mana. Mereka berdua seperti seorang pembunuh berdarah dingin, dan kebetulan mereka sama-sama menggunakan tombak.


Sementara itu, pasukan sekte bulan malam sudah hampir habis di bantai oleh Ling San dan Sui Chu kini hanya tersisa puluhan ribu saja.


" Kenapa mereka belum keluar?" Tanya Sui Chu.


" Sepertinya harus di paksa." Jawab Ling San.


" Ayo kita habisi mereka semua sekali serang." Ajak Ling San..


" Ayo, siapa takut." Jawab Sui Chu.


Mereka berdua kemudian mundur lalu mengambil jarak satu sama lain, lalu memainkan tombak mereka seperti sedang menari.


" Mereka berdua sedang apa?" Tanya seorang pemuda.


" Sepertinya menari." Jawab yang lain..


" Dasar bodoh. Apakah kalian tidak melihat, dari gerakan mereka sebuah kilatan cahaya keluar?" Tanya Pemuda yang lain lagi.


" Waspadalah, mereka sedang mengeluarkan sebuah jurus." Ucap Yo Qun.


Tapi, peringatan itu, sudah terlambat. mereka berdua sudah menutup gerakan mereka, dan dari tonbak mereka, seekor naga keluar. Naga biru bersisik kristal keluar dari tombak Ling San, sementara naga api biru keluar dari tonbak Sui Chu.


Grooarrrrggghhh


Kedua naga itu kemudian meraung dengan keras, lalu terbang ke langit.

__ADS_1


__ADS_2