Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 72 Desa Bambu Kuning


__ADS_3

" Disini uang yang berbicara, jika tidak punya banyak uang, sebaiknya diam saja." Ucap Ling San.


" 50.000.000 koin emas" Ucap Ling San lalu menaikkan tawarannya dua kali lipat.


" Awas saja kau bocah." Ucap pria di ruangan VVIP 11.


" Apakah masih ada yang ingin menawar lagi?" Tanya Hao Yua.


" 50.000.000 pertama"


" 50.000.000 kedua"


" 50.000.000 ketiga."


" Selamat, Mutiara langit 7 warna dimenangkan oleh peserta di ruangan VVIP 7." Ucap Hao Yua.


" Terima kasih karena telah menghadiri pelalangan hari ini."


" Karena barang terakhir sudah terjual, maka pelelangan hari ini juga berakhir." Ucap Hao Yua.


" Permisi tuan, ini barang yang anda menangkan." Ucap seorang pelayan.


" Terima kasih." Ucap Ling San lalu memberikan satu kantong koin emas kepada pelayan tersebut.


Setelah pelelangan berakhir, Ling San juga meninggalkan paviliun Qilin.


" Hm, ternyata ada yang mengikutiku. aku ingin lihat siapa yang mengikutiku." Ucap Ling San lalu mrnghilang.


" Eh, kenapa anak itu menghilang?" Tanya salah satu pria yang mengikuti Ling San.


" Aku juga tidak tahu. Barusan, dia ada di sana." Jawab yang lainnya.


" Tuan-tuan, lagi cari siapa?" Tanya Ling San


" Kami lagi cari anak yang berjalan di sana." Jawab pria yang berdiri tepat didepan Ling San.


Sesaat kemudian, mereka semua membalikkan tubuh mereka. Dan betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa yang bertanya.


" Kau, Kenapa kau bisa ada disana?" Tanya pria tersebut.


" Kalian saja yang lengah." Ucapnya lalu melayangkan pukulan kearah pria tersebut yang langsung merobohkan tiga pria sekaligus.


" Ukhhk, sial. Anak ini terlalu kuat." Ucap ketiga pria yang terjatuh tersebut.


" Mau apa kalian mengikutiku" Tanya Ling San.


" Serahkan mutiara langit tujuh warna pada kami, dan kau bisa pergi dengan selamat." Jawab pemimpin kelompok tersebut.


" Lagi-lagi ancaman sampah." Ucap Ling San lalu melepaskan sepuluh bola cahaya kearah pria itu


Wussss

__ADS_1


Boooommmm


Lalu, Ling San lalu melepaskan serangan kedua kearah mereka. yang membuat tubuh mereka semua penuh dengan debu dan kotoran serta beberapa luka.


" Bilang pada tuan sampah kalian, jika tidak mampu mengambil sesuatu yang diinginkan, jangan menyusahkan orang lain." Ucap Ling San


" Baik, tuan." Jawab mereka lalu beranjak pergi.


Syuutttt


Syuutttt


Beberapa panah kristal melesat dan menembus dada kiri mereka melewati jantung mereka.


" Kata siapa aku mengizinkan kalian pergi? Maksudku, katakan padanya lewat mimpi." Ucap Ling San.


" Da..dasar li..licik." Ucap salah satu dari mereka sebelum roboh.


" Hm, cukup kaya untuk seorang pesuruh." Ucap Ling San sambil memeriksa cincin ruang mereka satu persatu.


Setelah membakar semua mayat pria tersebut, Ling San lalu meninggalkan tempat itu. Hari in, dia berniat melanjutkan perjalanannya kekaisaran Moon, kekaisaran terkuat di benua awan biru.


" Hah, mumpung hari ini masih pagi, maka aku akan melanjutkan petualanganku di kekaisaran Moon." Ucap Ling San lalu melesat kearah barat daya.


" Hah, mungkin jika aku terbang tanpa berhenti, aku akan sampai diperbatasan tiga hari lagi." Ucap Ling San.


" Hah, aku penasaran kekuatan apa yang dimiliki oleh kekaisaran Moon sehingga dia disebut sebagai kekaisaran terkuat." Ucap Ling San.


" Mungkin aku harus singgah di desa ini untuk makan." Ucap Ling San lalu mendarat tak jauh dari gerbang desa.


" Hm, aneh. kenapa desa ini sangat sepi?" Tanya Ling San.


" Pasti ada yang tidak beres dengan desa ini sehingga desa ini menjadi desa mati." Ucap Ling San.


Dia menyebut desa yang disinggahinya sebagai desa mati karena memang desa ini sangat sepi, bahkan tidak terlihat penduduk yang lalu-lalang di jalanan desa.


" Permisi, apakah disini ada restoran?" Tanya Ling San kepada seorang pria yang duduk di teras rumahnya.


" Sebaiknya anda pergi dari desa ini. Desa ini tidak menerima tamu." Jawab pria tersebut


" Maksud anda?" Tanya Ling San kembali.


" Pergi saja. Jika kau masih disini, nasibmu akan sama dengan mereka." Tunjuk pria itu kearah seorang pria yang diseret secara paksa.


" Jelaskan dulu, apa yang terjadi dengan desa ini." Pintah Ling San.


" Intinya jika kau masih tetap disini, maka kau juga akan dikorbankan kepada Yuirun." Ucap pria itu lalu hilang entah kemana.


" Yuirun. Apa maksudnya?" Tanya Ling San dalam hati


" Aku tidak akan pergi sebelum mencari tahu apa yang terjadi dengan desa ini." Ucap Ling San lalu berjalan mengikuti pria bertubuh kekar yang menyeret seorang pria dengan paksa.

__ADS_1


" Tuan.. Aku mohon lepaskan saya." Mohon pria yang diseret tersebut.


" Jika kau ingin diselamatkan, maka kau harus korbankan anak dan istrimu kepada Yuirun." Ucapnya.


Pria itu tidak merespon jawaban dari pria tersebut. Dia adalah orang yang kesekian kalinya yang akan di korbankan kepada Yuirun. Salah satu dewa kegelapan, adik dari dewa iblis. Dan bisa dibilang dia adalah dewa generasi awal.


Sesaat kemudian, pria itu melemparkan pria yang di diseret itu kesebuah altar, dan didepannya terdapat patung besar berwarna hitam.


" Ternyata dewa naga iblis. Ternyata mereka memberi persembahan kepada Dewa naga iblis, Heian Long." Ucap Ling San.


Swuuussss


Ribuan serbuk cahaya beterbangan kearah patung Heian Long. Serbuk cahaya itu kemudian menyebar keseluruh bagian tubuh patung tersebut.


Krakkkk


Kraaakkk


Kraakkkk


Booommm


Sesaat kemudian, patung itu hancur berkeping-keping. Bersamaan dengan itu, pusaran cahaya memenuhi altar persembahan itu.


" Akhirnya dia muncul juga." Ucap Ling San.


" Arrrgghhhhh. Dasar sampah. Berani-beraninya kalian semua mengkhianatiku. Kalian semua akan kumusnahkan." Ucap Heian Long.


Sesaat kemudian, dia merentangkan kedua lengannya, dan seketika tanah bergetar dengan hebat dan merobohkan bangunan yang berdiri tak jauh dari altar tersebut.


" Dewa... Kenapa anda sangat marah?" Tanya seorang pria parubaya.


" Berani-beraninya kalian membohongiku. Kalian sengaja memberiku persembahan setiap bulan purnama, tapi saat persembahan terakhir, kalian malah menggagalkannya sehingga membuat kebangkitanku tidak sempurna." Jawabnya.


" Apa maksud anda? Dan siapa yang membohongi anda?" Tanya pria paru baya itu lagi.


Swussss


Sriiinnggg


Karena sangat marah, Heian Long atau yang masyarakat desa Bambu kenal dengan nama Yuirun menghentakkan kakinya ketanah sehingga semua orang disana tidak dapat bergerak sama sekali.


" Karena kalian semua sudah mengkhianatiku, maka kalian semua yang akan menjadi penyempurna fisikku." Ucap Yuirun atau Heian Long.


Wusss


Rantai darah kemudian mengikat semua orang yang tak lain adalah pengikut dari Yuirun itu sendiri. Lalu, darah, jiwa, dan energi kehidupan mereka semuanya dihisap.


" Saatnya membuatnya tambah cacat." Ucap Ling San lalu melemparkan puluhan suriken cahaya yang memutuskan semua rantai-rantai darah itu sebelum Yuirun selesai menyerap energi kehidupan jiwa, dan darah semua orang yang diikatnya.


" Arrrrgghhh, siapa lagi yang berani menggangguku?" Teriaknya.

__ADS_1


__ADS_2