Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
CHAPTER 35 KOTA ANGGREK EMAS III


__ADS_3

" Ambil saja kalau kau bisa.'' Balas Ling San


" Kalau kau tidak ingin memberikannya kepadaku, maka aku akan membunuhmu." Ucap Qin Hui.


Qin Hui kemudian melesat kearah Ling San dengan tunju yang di oleh elemen tanah.


Sesaat kemudian, Qin Hui terjatuh ke tanah, dan mengerang kesakitan.


" Arrrrrghhhhh"


Qin Hui berteriak kesakitan. Rasa sakit itu datang secara tiba-tiba tanpa dia ketahui dari mana asalnya. " Dasar jenderal bodoh." Ucap Ling San sambil terus membuat segel tangan yang membuat Qin Hui semakin kesakitan..


" Seandainya aku mau, aku bisa saja membunuhmu saat kita bertemu di kota embun, tapi aku masih memberimu kesempatan untuk merubah sikapmu hanya dengan memberimu serbuk kristal saja, tapi, kau tidak berubah sama sekali." Ucap Ling San.


" Apa, bagaimana mungkin?" Tanya Qin Hui.


" Kau saja yang tidak menyadarinya. Kau pikir waktu aku memberimu buah abadi itu tanpa alasan?" Tanya Ling San.


" Kurang ajar. Jadi, selama ini kau menipuku?" Tanya Qin Hui.


" Yap benar sekali. Penipu juga harus di tipu. Dan bukan hanya kau saja, seluruh klanmu juga ada dalam genggamanku. Jadi, kau jangan macam-macam." Ucap Ling San lalu pergi.


" Arrrrggghhh sialan. Bagaimana bisa aku di tipu oleh seorang anak kecil. Dia menjadikanku dan klan Qin sebagai budaknya. Dasar bocah sialan." Ucap Jenderal Qin Hui.


Sementara itu, Ling San terus berjalan mencari sebuah penginapan untuk beristirahat. Tapi, semua penginapan yang di singgahinya telah penuh.


" Aish, kenapa semua penginapan di kota ini penuh. Memangnya apa lagi yang akan di laksanakan oleh kaisar bodoh itu?" Tanya Ling San dalam hati.


" Karena semua penginapan telah penuh, maka aku akan menyelidiki apa yang di rencanakan oleh kaisar bodoh itu." Ucap Ling San lalu melsat menuju ke istana kekaisaran.


" Aish, dasar kaisar pelit. Seluruh wilayah istana yang sangat luas ini di tutupi oleh formasi." Ucap Ling San.


" Hm, dasar kaisar pelit." Ucap Ling San.


" Baik, saatnya menembus formasi." Ucap Ling San lalu menghilang.


Wusss


Tap.


Sesaat kemudian, Ling san sudah berada di dalam formasi yang melindungi istana.


" Aish, istana terbuat dari emas, tapi, rumah para rakyat jelata hampir roboh." Ucap Ling San.

__ADS_1


" Saatnya bermain-main." Ucap Ling San lalu melompat keatas atap.


" Hm, sepertinya di bawah adalah aula istana." Ucap Ling San.


Sementara itu, di aula istana....


" Yang mulia apa rencana kita selanjutnya?" Tanya perdana menteri.


" Seperti sebelumnya, kita tundukkan klan-klan yang tidak mau tunduk kepada kekaisaran." Jawab kaisar Sui Yang.


" Di kekaisaran Sui, ada beberapa klan yang tak ingin tunduk kepada kekaisaran." Ucap perdana menteri.


" Klan apa saja itu,?" Tanya Kaisar Sui Yang.


" Klan Ling di kota Lampion, klan Lui di kota Daun, klan Yue di kota Matahari, klan Suchang di kota Kristal, dan klan Suyang di kota Fajar" Jelas Kasim istana.


" Baik, kita mulai dari klan Ling dulu." Ucap Kaisar Sui yang.


Sementara itu, Ling San tambah kesal, dikarenakan klan yang di sebutkan oleh kasim istana adalah klan petinggi sekte matahari. Dan tentu saja dia tidak akan membiarkan kaisar Sui Yang menyerang klan itu.


" Klan yang dia sebutkan tadi, adalah klan dimana para murid dan petinggi sekte berasal. Aku harus memberi tahu ini kepada kakek." Ucap Ling San lalu menghilang.


Swuuss


" Maaf, jika aku lancang. Tapi, aku ingin memberitahu sesuatu yang penting kepada para tetua." Ucap Ling San.


" Apa itu?" Tanya tetua Agung.


" Kaisar Sui Yang berniat menundukkan klan Ling, klan Lui, dan klan Suchang, dengan alasan tidak mau tunduk kepada kekaisaran. Dan jika keempat klan ini tidak mau tunduk, sudah pasti mereka akan menghancurkan keempat klan itu." Jelas Ling San.


" Kurang ajar. Akan kupatahkan leher kaisar bajingan itu." Ucap tetua agung Suchang Sien.


" Tenanglah kakek, sebaiknya kakek lindungi klan saja, untuk kaisar, itu biar aku yang mengurusnya." Ucap Ling San.


" Lalu, bagaimana dengan klan Ling?" Tanya Ling Gui.


" Mereka akan menyerang klan Ling terlebih dahulu. Jadi, aku akan memecah belah pasukan mereka sebelum sampai di kekaisaran." Jawab Ling San.


" Oh iya, leluhur. Leluhur Ling Jin dan Ling Ruan sempat datang ke klan Ling satu setengah tahun yang lalu. Tapi, aku tidak tahu apakah sekarang mereka masih ada atau tidak ada." Jelas Ling San.


" Kalau begitu, aku akan menemui mereka." Ucap Ling Gui.


" Tunggu dulu. Kakek di sini saja. Aku punya firasat, jika mereka sudah mengetahui keberadaan sekte matahari. Jadi, kakek di sini saja untuk berjaga-jaga." Ucap Ling San.

__ADS_1


" Baik, kalau begitu aku permisi dulu." Ucap Ling San lalu menghilang.


" Aish, anak ini selalu saja pergi dan datang secara tiba-tiba " Ucap tetua kedua.


" Baiklah, kalau begitu sekarang bersiaplah untuk kembali ke klan." Ucap Ling Yuan.


" Aku merasa ini hanya pancingan patriak." Ucap tetua kedua.


" Maksudmu?" Tanya Ling Yuan.


" Apakah patriak tidak merasa ada yang janggal dari informasi yang di sampaikan tuan muda tadi?" Tanya tetua kedua.


" Iya juga sih. Aku curiga mereka memang sudah mengetahui keberadaan sekte matahari. Jadi, mereka berencana menyerang keempat klan dimana para petinggi sekte berasal untuk memancing agar kita semua keluar." Jelas patriak Ling Yuan..


Tapi, bagaimana mereka bisa mengetahui keberadaan sekte?" Tanya tetua pertama.


" Hanya ada satu jawabannya, ada pengkhianat di sekte." Jawab Patriak Ling Yuan.


" Pengkhianat itu, seharusnya adalah salah satu dari petinggi klan. diantara semua klan tempat para tetua berasal, kenapa mereka tidak menyerang klan Tang?" Tanya Ling Gui dalam hati.


" Itu artinya, besar kemunginan, pengkhianat itu adalah tetua Tang Xi." Batin Ling Gui.


" Pantas saja San'er memintaku untuk tetap berada di sekte." Gunam Ling Gui.


Kembali ke Ling San...


" Hah, semoga saja paman mengerti maksudku." Ucap Ling San yang masih berada di sekitar sekte matahari.


" Lebih baik aku menggunakan jendral Qin Hui saja." Ucap Ling San.


Wuss


Ling San kemudian memasang formasi pelindung di sekitar sekte matahari. Sekitar 300 meter dari sekte, Ling San memasang Formasi cakram dewa.


" Akan ku urus pengkhianat itu nanti." Ucap Ling San lalu menghilag dan muncul kembali di ibukota.


" Ingat semua, jangan sampai sekte matahari mengetahui rencana kita. Lakukan sebaik mungkin. agar sekte itu menampakkan diri." Ucap Jenderal Xiao.


" Terima kasih atas informasi yang kau berikan komandan Tang Ru." Ucap Jenderal Xiao.


" Sudah aku duga. Ternyata dia adalah pengkhianatnya, dan yang membuatku terkejut, ternyata dia adalah seorang komandan." Ucap Ling San.


Swuusss

__ADS_1


Ling San kemudian meniupkan serbuk kristal ke arah Tang Ru. Di melakukannya bukan untuk mengendalikannya, melainkan untuk mengambil informasi dari Tang Ru.


__ADS_2