Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 126 Kekacauan III


__ADS_3

" Ukkhhuuuukk"


Jenderal kedua memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya, tepat saat tebasan bulan Cembung mengenai tubuhnya.


" Tebasan bulan sabit." Ucap Yu Xiang yang tiba-tiba saja muncul di belakang jenderal kedua.


Boooooommmm


Ledakan besar kembali terdengar saat tebasan itu menghantam tanah.


" Andai saja aku tidak menghindar, bocah itu sudah membunuhku." Ucap Jenderal kedua dengan geram.


" Tinju Bulan kembar." Ucap Yu Xiang dari langit.


Swuuuuusss


Booooooommmm


Entah kenapa, kecepatan Yu Xiang tiba-tiba saja meningkat drastis, sehingga Jenderal kedua kesulitan mengimbangi kecepatan Yu Xiang.


" Tujuh pedang Ashura, Tebasan Penghakiman." Ucap Jenderal ke-2.


Wuuuusssss


Tujuh tebasan melesat kearah Yu Xiang. Tapi, tebasan itu tidak mengenainya, ketujuh pedang itu malah melesat dan masuk kedalam tubuh Yu Xiang.


" Apa-apaan ini? Kenapa pedang itu malah terserap kedalam tubuh bocah itu?" Tanya jenderal kedua.


" Pedang itu akan selalu kembali ke pemilik yang seharusnya." Ucap Yu Xiang.


Di alam Ilahi.....


Wuuuussss


Wuuuusssss


Wuuussssss


Boooooommmm


Boooooommmm


Boooooommmm


Boooooommmm


Boooooommmm


Puluhan meteor menghantam benua Langit. Debu-debu yang sangat tebal menyelimuti benua Langit membuat seuasanan menjadi gelap.


" Akar menjalar." Ucap Ling Guang.


Wuuuuuusssss


Wuuuusssssss


Wuuuusssssss


Jleeeeeeppp


Jleeeeeeppp


Puluhan akar kayu muncul dari tanah dan menusuk semua pasukan iblis yang ada disana.


" Akkkkhhh"


Akkkkhhhh


Teriakan-teriakan kesakitan terdengar saat akar-akar itu menusuk kejantung para iblis itu. Semua iblis itu mati dengan tubuh berlubang.


" Sialan, sejak kapan di alam manusia ada kultivator yang sangat kuat?" Tanya salah-satu komandan iblis.


" SREEEEEKKKK


Tak lama kemudian, kepala komandan iblis itu menggelinding ditanah, Sementara tubuhnya tetap berdiri tanpa kepala.


" Tapak Es abadi." Ucap Ling Fei.


" Hantaman meteor logam." Ucap Ling Wu.


Wuuuussss


Wuuuussss


Wuuuussss

__ADS_1


Boooommm


Boooooommmm


Dua buah tapak berbeda unsur menghantam tanah dengan keras. Puluhan prajurit iblis mati dengan tubuh yang hancur lebur.


" Akkkkkkk, dasar bocah sialan, tebasan Darah Iblis." Ucap Jenderal ketujuh.


" Logam cair." Ucap Ling Wu.


Swuuuuusss


Booooooommmm


Ledakan besar kembali terdengar saat tebasan darah jenderal ke-tujuh menghantam logam cair miliki Ling Wu.


" Semuanya hindari logam cair itu." Teriak Ling Guang.


Tanpa bertanya lagi, para pasukan sekte Matahari melesat dan menjauh dari logam cair itu.


Syuuuuutttt


Syuuuuutttt


Dan benar saja, logam cair yang meledak itu menciptakan percikan logam yang sangat panas. Siapapun yang terkena logam itu, tubuhnya akan meleleh.


Swuuuuuusssss


Booooooommm


Tak lama kemudian, badai salju turun dengan lebat selama beberapa menit. Walaupun begitu, banyak pasukan Iblis yang mati membeku.


" Sial, kalau begini terus, kurang sebulan pasukan kita akan di kalahkan." Ucap jenderal ke-8.


" Jangan biarkan itu terjadi. Kita harus menguasai Benua Langit." Ucap Jenderal ke-7


Booooooommm


Booooooommm


Booooooommm


Saat sedang berbicara dengan jenderal ke-7 sebuah serangan menghantam perut jenderal ke-7.


" Dasar bocah sialan." Ucap Jenderal ketujuh lalu berpecah menjadi lima dan menyerang Ling Wu.


" Kubah logam." Ucap Ling Wu.


Boooooommmm


Boooooommmm


Ledakan-ledakan beruntun terdengar saat Tebasan lima iblis darah menghantam kubah logam milik Ling Wu.


Boooooommmm


Karena kubah itu tidak cukup kuat untuk menahan serangan dari Jenderal ke-7, akhirnya kubah itu hancur dan Ling Wu terpental puluhan meter.


" Hm, kena kau." Ucap jenderal ke-7 lalu mrnebaskan pedangnya kearah Ling Wu.


" Dinding logam" Ucap Ling Wu lalu menghilang dari dinding logam itu.


Boooooommmm


Ledakan besar kembali terdengar saat dinding logam milik Ling Wu hancur dan tebasan pedang Jenderal ke-7 menebas tiga pohon dibelakang dinding Logam Ling Wu.


" Kakak." Teriak Ling Fei dan Ling Guang.


" Hei, aku baik-baik saja." Ucap Ling Wu yang tiba-tiba muncul di belakang Ling Guang dan Ling Fei.


" Aku kira kau sudah mati, tadi." Ucap Ling Guang.


" Kau ini. Ayo kita hancurkan pasukan iblis ini, lalu kembali ke alam Langit." Ucap Ling Wu lalu melesat dan memukul Jenderal ke-tujuh dengan tinju yang dilapisi oleh elemen logam.


Pukulan itu membuat jenderal ke-7 tersungkur ketanah.


" Sialan, bagaimana bisa kau selamat?" Tanya Jenderal ketujuh.


" Banyak tanya." Ucap Ling Wu lalu kembali melepaskan puluhan tapak kearah Jenderal ke-7.


Booooooommmmmmmm


Boooooommmmmmmmm


Boooooommmmmmmmm

__ADS_1


Ledakan-ledakan beruntun kembali terdengar saat puluhan tapak milik Ling Wu menghantam tubuh jenderal ke-7.


Ditempat lain...


Seribu jarum es.


Wuuuusssssss


Syuuuuutttt


Syuuuuutttt


Syuuuuutttt


Ratusan jarum es terbentuk di langit. Jarum-jarum itu melesat dan menembus jantung para pasukan iblis.


" Ciiih, dasar gadis sialan." Ucap Jenderal kedua lalu menebas kearah Ling Fei.


Swuuuuusss


Booooooommm


" Maaf, tebasanmu meleset." Ucap Ling Fei dibelakang jenderal ke-8.


" Tapak es." Ucapnya.


Booooooommm


Sebuah tapak es menghantam punggung jenderal ke-8.Tapak itu membuatnya jatuh tersungkur.


Ling Fei kemudian memutarkan pandangannya ke arah lain, dan semuanya sudah hancur tak tersisa. Ditambah lagi dengan adanya meteor-meteor yang membuat ribuan penduduk mati dengan mengenaskan.


" Benar-benar hancur." Gumam Ling Fei lalu melesat dan kembali bertarung dengan jenderal ke-8.


Saat kedua kakaknya sibuk melawan dua jenderal, Ling Guang justru membantai para pasukan iblis satu persatu dengan pedangnya. Pedangnya itu berputar-putar seperti baling-baling, dan menebas kepala para iblis hingga menggelinding ditanah seperti bola.


Ling Guang kembali memutar pedangnya keatas, sehingga ratusan akar-akar menusuk dada pasukan iblis.


" Wuuussssss"


Boooooommmm


Ling Guanglalu menebaskan pedangnya kearah kumpulan pasukan iblis yang sedang bertarung dengan para murid sekte Matahari. Walaupun begitu, tidak ada satupun murid sekte yang terkena tebasan dari Ling Guang.


" He..he..he.. Sempurna." Ucap Ling Guang lalu mompat kelangit.


" Raksasa kayu." Ucapnya.


Roarrrrrrrrrrrrgggggggg


Sesaat kemudian, suara raungan yang entah dari mana tiba-tiba menggetarkan peperangan.


" Harusnya kau serius dari tadi." Ucap Ling Wu.


" Habisi para iblis itu." Pintah Ling Guang.


Booooooommmm


Booooooommm


Booooooommm


Sreeeeeekkk


Sreeeeeekkk


Sreeeekkkk


Raksasa kayu itu lalu berjalan kearah pasukan iblis dan memukul mereka satu persatu, bahkan raksasa kayu itu memenggal kepala pasukan iblis dengan sebilah kayu tajam, sehingga darah terciprat kemana-mana.


" Pedang booomerang." Ucapnya lalu melemparkan pedangnya kearah pasukan iblis. Pedang milik Ling Guang berputar-putar dan memenggal kepala iblis yang ada didepannya, lalu kembali ketangan Ling Guang. Pedang yang awalnya mengkilat, kini berubah menjadi merah kehitaman akibat terkena darah iblis.


" Raksasa, bergerak menuju ke kakak Fei." Ucap Ling Guang.


Raksasa kayu milik Ling Guang lalu berjalan menuju kearah Ling Fei. Dan kebetulan juga, Ling Fei terdesak oleh serangan beruntun oleh Jenderal ke-8.


" Jarum kayu raksasa." Ucap Ling Wu


Wuuuussssss


Booooooommmmmmmm


" Ya, tepat sasaran." Ucap Ling Guang saat melihat jarum kayunya menembus perut jenderal ke-8.


" Kak, selesaikan dia dengan cepat." Teriak Ling Guang.

__ADS_1


" Baiklah." Jawab Ling Fei lalu menebaskan pedangnya kekepala jenderal ke-8.


__ADS_2