
" Tidak akan ku biarkan satupun dari kalian melarikan diri." Ucap pemimpin siluman itu. tiba-tiba saja, pemimpin siluman itu menghilang dari tempatnya dan membunuh semua murid sekte Teratai Giok yang melarikan diri.
Slasshhh
Slasshhh
Slasshhh
Pemimpin siluman itu kemudian mengayunkan cakarnya sehingga para murid sekte Teratai Giok mati dengan kepala yang terlepas dari tubuh mereka.
Boooommm
Booommm
Boooommmm
Booommmmm
Semenit kemudian, ledakan-ledakan beruntun pun terdengar. Sekte yang sebelumnya sudah hancur kini berubah menjadi kawah besar.
Boooommmmm
Booooooommmm
Booooommmmm
Ratusan bola api raksasa kemudian dilontarkan oleh para siluman itu. Bola-bola api itu membumihanguskan seluruh sekte Teratai Giok.
Booooommmmm
Boooooommmm
Tiba-tiba saja, seseorang melepaskan sebuah serangan berupa bola tanah dari langit. Meteor api itu membuat ratusan siluman mati sekaligus. Kematian ratusan pasukannya membuat pemimpin pasukan siluman marah.
" Dasar manusia b**n***t. Keluarlah jangan menyerang secara sembunyi-sembunyi dasar pengecut." Teriak pemimpin pasukan siluman itu.
" Beraninya para siluman menyerang sekteku." Ucap seorang pria parubaya.
Pria itu lalu mendarat tepat dihadapan pemimpin pasukan siluman itu.
" Kau sudah menghancurkan sekteku. Jadi, jangan harap kalian semua bisa pergi dengan keadaan hidup." Ucap pria yang tak lain adalah Qui Jung, patriak terdahulu sekte Teratai Giok.
Wuussss
Boooommmm
Boooommm
Booooommmmm
Boooooommmm
Kini, pemimpin pasukan siluman yang merupakan siluman Singa putih itu kemudian melancarkan serangan beruntun kearah Qui Jung. Serangan dari Siluman singa putih itu membuat debu beterbangan dan menghalangi pandangan.
" Hanya itu kekuatan dari seekor siluman yang dijuluki sebagai Raja siluman di alam dewa?" Tanya Qui Jung.
" Terlalu lemah." Ucap Qui Jung lalu melesat kearah siluman singa putih itu dan menyerangnya menggunakan sebilah pedang tipis yang sangat tajam.
__ADS_1
Triiinnggg
Triiiinngg
Dentingan logam pun terdengar tatkala pedang milik Qui Jung membentur kulit kerss milik Raja siluman.
" Pedang suci milikmu sekalipun tidak akan mampu menggores kulit armor logam milikku." Ucap raja siluman.
Triiiinngg
Triiinnggg
Triiiinngg
Qui Jung kembali menebas raja siluman berkali-kali sehingga dentingan logam kembali terdengar selain itu, percikan-percikan api pun tercipta saat pedang suci milik Qui Jung menghantam kulit keras milik raja siluman.
" Saudara Yang, menurutmu bagaimana cara mengalahkan raja siluman itu?" Tanya Ling San.
" Kulit armor logam miliknya melindungi seluruh tubuhnya kecuali lengan dan juga kepalanya. Jadi, pastilah kelemahannya terletak pada lengan dan juga leher sampai kepalanya." Jawab Wou Yang.
" Bukan hanya itu, armor logam miliknya belum sempurna. Jadi, armor logamnya akan meleleh jika diserang menggunakan api yang bersuhu sangat tinggi seperti api jiwa." Jelas Ling San.
" Tapi, sayangnya mereka hanya berfokus pada penggunaan pedang dan senjata sehingga rata-rata dari mereka tidak menguasai serangan tangan kosong dengan baik. Bahkan penguasaan elemen mereka juga kurang baik." Ucap Wou Yang.
" Lalu, bagaimana denganmu?" Tanya Ling San.
" Dulu penguasaan elemenku bisa dibilang sangatlah rendah. Tapi, saat aku melakukan latih tanding dengan salah satu murid elit sekte, aku jadi sadar pentingnya penguasaan elemen dengan maksimal. Jadi, sejak saat itu aku lebih fokus kepada penguasaan elemen ketimbang teknik pedang." Jelas Wou Yang.
Kembali ke pertempuran...
Triiiinngg
Triiiinngg
Triiinnggg
" Apakah kau sudah selesai?" Tanya raja siluman.
" Ciihh, sialan. dia mengejekku. Akan ku tunjukkan padanya kekuatan dari si pedang suci." Batin Qui Jung lalu melompat kebelakang. Dari raut wajahnya sudah jelas bahwa dia sudah kelelahan dan energinya terkuras akibat menebas armor logam milik raja siluman terus menerus.
" Teknik pedang suci, Tebasan penghakiman." Ucap Qui Jung.
Swiiiiiinnnggg
Dhuarrrrrrr
Pedang suci milik Qui Jung berdengung, lalu pedang itu memancarkan cahaya putih yang sangat terang. Lalu, cahaya itu membentuk ratusan pedang berwarna putih. Pedang-pedang itu lalu menyerang raja siluman itu sehingga ledakan-ledakan besar pun kembali terdengar.
" Ha..ha..ha..ha..ha.. Ternyata jurus pedangmu selemah itu?" Tanya raja siluman.
" Meteor pedang." Ucapnya lagi.
Wuuuussss
Booooommmm
Booooooommm
__ADS_1
Boooooommmm
Booooommmmm
Sesaat setelah Qui Jung merapalkan nama jurusnya, ribuan pedang jatuh seperti hujan meteor. Pedang-pedang itu menghantam tubuh Raja siluman sehingga ledakan beruntun kembali terdengar dan debu beterbangan membentik kabut.
" Ha..ha..ha..ha..ha.. Kali ini kau tidak akan bisa selamat." Ucapnya.
" Semoga saja dia sudah mati. Kalau tidak, maka aku yang akan dibunuh olehnya." Ucapnya.
Serangan terakhir dari Qui Jung menghabiskan energin dewanya tanpa sisa. Jadi, serangan yang berbentuk jarum kecil saja dapat mengakhiri hidupnya.
" Apakah dia sudah mati?" Tanya Wou Yang.
" Belum. dia baik-baik saja." Jawab Ling San.
" Bukankah seharusnya serangan itu mengenai kepalanya dan kepala adalah titik lemahnya?" Tanya Wou Yang.
" Memang benar. Tapi, sepertinya dia memusatkan armor logam itu dikepalanya. dia dapat memindahkan armor itu kemana saja sesuai keinginannya." Ucap Ling San.
" Ha..ha..ha..ha..ha... seranganmu bahkan tidak menggores kulitku." Ucap raja siluman itu.
" Apa? Bagaimana mungkin?" Tanya Qui Jung.
" Senjata logam tidak akan bisa melukaiku." Ucapnya lalu sebuah pukulan mendarat tepat di dada Qui Jung sehingga dia terpental ratusan meter kebelakang. Tak puas sampai disitu, raja siluman kembali melepaskan puluhan bola api kearah Qui Jung. Karena sudah kehabisan energi, dia tidak bisa menangkis bola api itu ditambah dia terluka para yang membuat tubuhnya tidak dapat digerakkan untuk sementara.
" Mungkin ini akhir dari segalanya." Ucap Qui Jung.
Sebelum bola-bola api itu menghantam tubuhnya, Qui Jung menghancurkan kontrak darah dengan pedang suci lalu dia membiarkan pedang suci kemana saja yang dia mau.
" Carilah tuan baru." Ucap Qui Jung sesaat sebelum dia melepas pedang suci yang sudah bersamanya selama lebih dari seribu tahun.
Booooomm
Boooommmm
Boooommmmm
Booooommmm
Bola-bola api itu menghantam bebas tubuh Qui Jung dan melahapnya tanpa sisa. Selain Qui Jung, bola-bola api itu juga membakar seluruh kawasan dari sekte Teratai Giok.
" Habisi murid sekte yang tersisa lalu pergi." Pintah raja siluman.
" Baik tuan." jawab para siluman itu.
Hanya dalam waktu singkat, seluruh murid sekte yang tersisa sudah menjadi mayat. Setelah menghancurkan sekte Teratai Giok, para siluman itu menghilang tanpa jejak. Bahkan, aura mereka juga menghilang. Kini, sekte Teratai Giok hanya tinggal nama saja. Semua anggotanya sudah mati dan hanya menyisakan Wou Yang seorang.
" Kehancuran adalah hukuman bagi mereka yang mengusik kehidupan makhluk lain. Jadi, aku berharap kau tidak melakukan kesalahan sama seperti anggota sektemu lakukan. Cukup ini yang terakhir." Ucap Ling San.
" Aku tidak akan melakukan mengulangi kesalahan itu." Ucap Wou Yang.
" Kita boleh berburu hewan, tapi dalam batas yang wajar. Jangan memburu binatang buas Yang ada di hutan secara liar. Karena mereka juga berhak untuk hidup. Selama mereka tidak mengusik kita, maka kita tidak boleh mengusik mereka." Ucap Ling San.
" Sebagai anggota terakhir sekte sekte Teratai Giok, kau boleh membangun kembali sekte Teratai Giok ditempat sebelumnya." Ucap Ling San.
" Aku memang ingin melakukan itu. Tapi, kekuatanku sangat lemah." Ucap Wou Yang.
__ADS_1
" Ambillah. Kau bisa menggunakannya untuk meningkatkan kekuatanmu." Ucap Ling San lalu memberikan sebuah cincin ruang kepada Wou Yang.