Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 119 Berlatih elemen Kayu.


__ADS_3

Long Qing, Liong Xiong, Hanzi Xuang, dan Qiong San berpencar. Mereka berempat ingin menjemput para penerus dewa primordial dan melatihnya di markas Aegis. Sementara Niu Qwang pergi ke klan Ling.


Sementara itu, tanpa orang-orang sadari, meteor-meteor yang sebelumnya jatuh dari langit terbungkus oleh cahaya. Lima meteor jatuh di daratan dan terbungkus oleh cahaya jingga, sementara meteor yang jatuh kelaut terbungkus cahaya berwarna Biru tua. Lalu, meteor-meteor itu menghilang dari tempat jatuhnya. Hal yang sama juga terjadi di alam lainnya, dimana meteor-meteor yang menghantam daratan itu terbungkus oleh cahaya jingga dan biru tua. Khusus untuk alam ilahi, satu meteor yang menimpa alam ilahi kemudian menyemburkan air yang sangat banyak. Air itu akan terus memuncrat hingga terbentuk lautan luas yang mengelilingi benua Langit atau alam Ilahi. Tidak ada yang menyadari peristiwa itu, karena rata-rata penduduk alam ilahi tidak ada yang tinggal di pinggiran benua.


Hal serupa juga terjadi di alam Dewa, dimana sebuah meteor meledak. Dari ledakan itu, muncul mata air yang memancarkan air yang sangat deras. Sepuluh meteor yang jaatuh di tiga alam sebenarnya bukanlah meteor, tapi meteor itu adalah spuluh telur kehidupan yang akan memunculkan makhluk hidup yang baru. Telur kehidupan itu akan memunculkan makhluk yang belum pernah ada sebelumnya. Ras baru itu akan menjadi pertanda dimulainya zaman yang baru dan berakhirnya zaman yang lama.


Sementara itu Ling San masih terus memegang batu tersebut. Batu itu semakin lama semakin mengecil hingga akhirnya hancur menjadi tujuh pecahan. ketujuh pecahan itu lalu mengelilingi Ling San hingga ketujuh pecahan batu itu masuk kedalam tubuh Ling San membentuk elemen baru.


Booooooommmmmmmm


Booooooommmmmmmm


Booooooommmmmmmm


Booooooommmmmmmm


Boooooommmmmmmmm


Lima kali ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Ling San yang menandakan jika kultivasinya meningkat sebanyak Lima bintang.


" Walaupun hanya menaikkan kultivasiku sebanyak Lima bintang saja, tapi berkat batu itu, aku memiliki elemen baru." Ucap Ling San.


" Tuan, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Shen Long.


" Tentu saja aku akan berlatih. Setelah aku menyelesaikan latihanku, aku akan kembali ke alam langit." Jawab Ling San.


" Shen Long, kau awasi tempat ini. Aku ingin brlatih sekarang." Ucap Ling San.


" Baik, tuan." Jawab Shen Long lalu berubah mengeluarkan aura naga.


Sebenarnya, tanpa Ling San sadari Shen Long adalah ras naga yang belum pernah ada sebelumnya. Dan bisa dibilang, dia adalah ras naga energi atau naga Bumi karena terlahir dari mutiara bumi. Tapi, Shen Long bukanlah ras yang dimaksud oleh ramalan tersebut. Karena Shen Long ataupun Ling Qing sama-sama bangsa naga. Ras baru yang dimaksud adalah ras yang benar-benar belum pernah ada sebelumnya. Ras baru yang dimaksud akan muncul setelah kekacauan besar berakhir.


" Instingku mengatakan jika tak lama lagi bencana akan terjadi. Walaupun aku tidak tahu bencana apa itu." Ucap Shen Long.


Sementara itu, Ling San langsung melatih pengendalian elemen kehampaan dan elemen kayu.


" Aku tidak menyangka jika aku akan kembali memiliki elemen api, air, tanah, dan angin sekali lagi." Ucapnya.


" Karena elemen ini sudah aku miliki, jadi aku tidak akan terlalu kesulitan untuk melatihnya." Ucap Ling San lalu mulai melatih elemen kayunya. Bahkan yang tidak dia sadari adalah elemen kehampaan itu terkait dengan teknik ruang dan waktu yang pernah dia latih sebelumnya.


Ling San memulai latihannya dengan mengendalikan akar-akar dari pohon yang ada didepannya. Lalu, dia mengarahakan akar itu keatas. Tapi, akar itu malah mengikatnya.

__ADS_1


" Aku merasa elemen kayu ini mempermainkanku." Ucap Ling San lalu kembali mengarahkan akar itu ke sebuah batang kayu, tapi lagi-lagi, akar itu melilit tubuhnya.


" Sebelumnya aku dipermainkan oleh petir, sekarang aku dipermainkan oleh akar pohon." Ucap Ling San dengan kesal.


Jedaarrrrr


Tiba-tiba satu sambaran petir menghantam kepala Ling San. Sambaran itu tak lain adalah sambaran dari petir surgawi. Sama seperti sebelumnya, petir surgawi membentuk sebuah wajah yang sedang tertawa terbahak-bahak.


" Hei petir sialan. Apakah kau tidak melihat aku sedang berlatih?" Tanya Ling San. Dia yang tadinya kesal semakin kesal.


" Oh, maaf." Ucap suara misterius yang tak lain adalah kesadaran milik petir putih tersebut.


" Ternyata kau memiliki kesadaran. Atau jangan-jangan kau juga memiliki roh" Ucap Ling San.


" Kau akan tahu. Aku hanya ingin menberitahukan padamu cara menembus puncak kekuatan di dunia ini." Ucap petir itu.


" Cepatlah. Kau hanya membuang-buang waktuku." Ucap Ling San.


" Cukup mudah. Kau hanya harus menyatukan seluruh kekuatan yang kau miliki ke jiwamu." Jawabnya.


" Hanya itu?" Tanya Ling San.


" Ya." Jawab petir itu lalu menyambar tubuh Ling San lalu hilang.


" Tunggu. Dia tadi mengatakan kalau ingin menembus puncak kekuatan, aku harus menyatukan seluruh kekuatan kedalam jiwaku." Ucapnya.


" Woi, terima kasih atas infonya." Teriak Ling San.


Jedarrrrrrr


Bukannya mendapatkan jawaban, Ling San malah mendapatkan satu sambaran petir. Sambaran itu sukses membuat pakaian Ling San hangus dan sobek.


" Petir sialan." Gerutu Ling San lalu kembali melatih elemen kayunya.


" Ha..ha..ha..ha..ha.. Bisa-bisanya tuanku yang sangat dan dingin seperti balok es itu dipermainkan oleh petir." Ucap Shen Long sambil tertawa terbahak-bahak.


Wuuuussss


Sekali lagi, Ling San menggerakkan akar-akar pohon yang ada disekitarnya, dan menyerang sebuah pohon menggunakan akar-akar itu.


" Walaupun tidak sekuat milik kak Guang, tapi ini akan sangat berguna." Ucap Ling San lalu kembali melatih elemen kayunya.

__ADS_1


Wuuusss


Wuuusss


Booooommmmm


Boooommmmmm


Ling San lalu mengarahkan akar-akar pohon untuk menghancurkan satu pohon lagi.


" Mungkin aku bisa menggunakan elemen kayu di tempat yang tidak memiliki kayu sama sekali." Ucap Zilong lalu terbang kelangit.


" Semoga saja berhasil." Harapnya lalu membungkus lengan kanannya menggunakan elemen kayu.


Wuuuusssssss


Wuuuussssss


Lalu, kayu yang membalut lengan Ling San kemudian melesat kedepan. Lalu, Ling San membelokkan akar-akar itu kekanan hingga tanpa sengaja membentur sesuatu.


" Apa itu?" Tanya Ling San..


" Tuan, apakah anda membentur sesuatu?" Tanya Shen Long.


" Tidak tahu. Tapi sepertinya akar-akar yang aku keluarkan membentur sebuah formasi." Ucapnya sambil menunjuk kearah akar kayu yang ujungnya tidak terlihat.


" Ini benar. tempat ini memiliki formasi pelindung." Ucap Shen Long yang tiba-tiba saja muncul di depan formasi itu.


" Kau juga bisa menggunakan teknik ruang dan waktu?" Tanya Ling San.


" Tentu saja. Selain elemen tanah, aku juga diberikan teknik ruang dan waktu oleh petir yang mempermainkan tuan tadi." Jawab Shen Long.


" Petir si*lan itu?" Tanya Ling San.


" Sepertinya tuan masih kesal kepada petir itu." Ucap Shen Long.


" Siapa yang tidak kesal. Setiap dia muncul, dia selalu mempermainkanku, walaupun dia memberikan petir putih kepadaku, tapi tetap saja, dia akan membuatku kesal jika dia muncul." Ucap Ling San


Jedarrrrrrr


Tepat saat Ling San menyelesaikan kalimatnya, satu sambaran petir menghantam tubuhnya sehingga bajunya yang tadinya sudah sobek menjadi hancur.

__ADS_1


" Sepertinya tuan butuh jubah baru." Ucap Shen Long lalu mrngalirkan energi berwarna cokelat ketubuh Ling San. Energi itu kemudian membentuk sebuah jubah berwarna cokelat dengan corak naga di depannya.


" Terima kasih Shen Long." Ucap Ling San.


__ADS_2