
Traaarrrrrkkkk
Traaarrrrrkkkk
Traaarrrrrkkkk
Dhuarrrrrr
Dhuarrrrrr
Dhuarrrrrr
Petir putih dan petir hitam saling bertabrakan sehingga membuat dimensi hancur lebur. Kini mereka bertarung di dunia luar, bukan didalam dimensi lagi.
" Sialan, kau menghancurkan semua dimensi milikku." Ucap Xue Yong dengan geram.
Traaaaaarrrrrkkkkkk
Traaaaaarrrrrkkkkkk
Dhuarrrrrr
Dhuarrrrrr
Ledakan besar kembali terdengar di langit saat petir surgawi dan petir Ashura saling bertabrakan.
Swuuuuuusssss
Booooooommmm
Melihat Xue Yong yang lengah, Ling San lalu melemparkan cakram matahari kearah Xue Yong sehingga Xue Yong terpental kebelakang.
Swuuuuusss
Booooooommmm
Booooooommmm
Booooooommmm
Booooooommmm
Karena marah, Xue Yong lalu menyerang Ling San membabi buta. Serangan-serangannya itu memiliki banyak celah, sehingga Ling San dapat menghindari serangan dari Xue Yong.
" Ukkhuuukkk"
Xue Yong mundur kebelakang beberapa langkah dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
" Swiiiiiinnnggg "
Tombak milik Xue Yong berdengung lalu melesat dan menyerang Ling San dengan sendirinya.
Triiiiiiinnnngggg
Triiiiiiinnnngggg
Triiiiiiinnnngggg
Dhuarrrrrrr
Dengan satu kali serangan, Ling San berhasil membuat tombak itu hancur dan terbagi menjadi 5 dan tersebar ke berbagai arah.
Triiiiiiinnnngggg
Dhuarrrrrrssssss
Ling San lalu muncul tepat di hadapan Xue Yong lalu memukulnya dengan keras. Pukulan dari Ling San itu sukses membuat Xue Yong terjun kebawah hingga menghantam daratan dengan keras.
" Akkhh, sialan. Aku harus menggunakan itu." Ucap Xue Yong lalu bangkit dan membuat segel tangan
" Dimensi kehancuran, ledakan massal." Ucap Xue Yong.
Swuuuuusss
Mereka berdua tiba-tiba berpindah tempat. Kini, mereka berdua berada di dalam dimensi yang kacau.
" Mati kau bocah." Ucapnya.
" Coba saja kalau kau mampu." Ucap Ling San.
Booooooommm
Booooooommmm
Dimensi itu mulai meledak saat Xue Yong menyelesaikan segel tangannya.
" Teknik peri agung, Penghancuran jiwa abadi." Ucap Ling San.
Swuuuuuusssss
Tak lama kemudian, akar yang terbuat dari kekuatan api jiwa dan petir jiwa. Akar-akar itu lalu mengikat jiwa Xue Yong dan menariknya kedalam sebuah bola jiwa.
" Akkkhhhhhhhh"
Dhuaarrrrrrrrr
Dhuarrrrrr
__ADS_1
Dhuarrrrrr
Dhuarrrrrr
Tak lama kemudian, ledakan besar kembali terdengar. Ledakan itu menghancurkan dimensi milik Dewa Iblis. Bersamaan dengan itu, jiwa dewa iblis juga berhasil dimurnikan, dan hancur lalu menyatu dengan alam.
" Selesai." Ucap Ling San lalu terjatuh kedaratan. Tombaknya sendiri jatuh dan menancap ditanah. Energi yang dipancarkan oleh tombak itu membuat benua Awan biru bergetar hebat. Lama kelamaan, getaran itu semakin hebat, hingga akhirnya, benua Awan bitu terbelah menjadi lima bagian.( Kekaisaran Sun tidak masuk, karena kekaisaran Sun sudah dipisahkan dari benua Awan biru oleh laut Jingga.)
Ling San sendiri terjun bebas kebawah hingga akhirnya menghantam tanah dengan keras.
Wuuuuussssssss
Wuuuuussssssss
Dhuarrrrrrr
Dhuaarrrrrrrrr
Dhuarrrrrr
Para peri masih terus berperang melawan para Demon. Kini, pasukan demon sudah berkurang drastis. Pasukan yang awalnya berjumlah 10.000.000 pasukan, kini hanya tersisa seribu pasukan saja.
" Meteor bintang." Ucap Sui Chu.
" Peri pemusnah." Ucap Arumi.
" Peri penghancur." Ucap para jenderal peri.
Swuuuuusss
Swuuuuusss
Swuuuuusss
Booooooommmm
Boooommm
Booooommm
Booooooommmm
Booooooommmm
Booooooommmm
Ledakan-ledakan besar terus terdengar, hingga membuat seluruh benua kembali bergetar. Benua yang awalnya menjadi lima pulau, kini bergerak semakin menjauh satu sama lainnya.
Wuuuuuuuusssssssss
Booooooommmm
Wuuuuussssssss
Sui Chu kemudian melesat menuju ke tempat Ling San terjatuh. Dia lalu membawa Ling San ke markas Aegis, sementara para pasukan peri dan pasukan Aegis berpencar dan mengumpulkan para warga yang tersisa di satu tempat.
Di Alam Dewa....
Booooooommmm
Booooooommmm
Booooooommmm
Booooooommmm
Booooooommmm
Ledakan-ledakan besar terus terdengar. Ledakan itu disertai dengan darah yang memuncrat kemana-mana. Darah itu adalah darah milik para Dewa dan juga darah dari para Cyclops.
Swuuuuuusssss
Sreeeeeekkkkkk
Sreeeeeekkkkkk
Sreeeekkkkkkkk
Long Qing, Shen Long Yu Xiang, serta para pasukan Aegis dan prajurit Dewa melesat dan membantai habis para Cyclops.
Roaaaaaagggghhhhh
Roaaaaaagggghhhhh
Booooooommmm
Tak lama kemudian, suara raungan terdengar ditengah-tengah pasukan Cyclops. Naga itu tak lain adalah Shen Long yang bertransformasi menjadi seekor naga. Dia membanatai habis semua pasukan Cyclops yang dia temui.
Wuuuuusssssss
Wuuuuussssssss
Wuuuuussssssss
Sreeeeeekkkkkk
Sreeeekkkkkkkk
__ADS_1
Di tempat lain, Yu Xiang juga melesat dan membantai para Cyclops dengan pedangnya. Dari ujung pedang hingga gagangnya, semuanya penuh dengan darah.
" Kami menyerah." Ucap para Cyclops yang tersisa.
" Apakah kalian tidak berbohong?" Tanya Long Qing.
" Ya. Kami tidak bohong, dan kami bersumpah tidak akan pernah membuat kekacauan lagi selamanya. Jika para Cyclops menyebabkan peperangan, maka petir surgawi akan memusnahkan kami tanpa sisa." Ucap mereka.
Jedaarrrrr
Jedarrrrrrrrrrr
Jedarrrrrrr
Dhuarrrrrr
Dhuarrrrrr
Dhuarrrrrr
Sesaat kemudian, petir putih menyambar di langit. Petir itu menandakan jika sumpah para Cyclops di dengar.
" Baik, jika kejadian hari ini kembali terulang, maka kalian akan menerima konsekuensinya." Ucap Yu Xiang.
" Baik, kalau begitu kami akan pergi." Ucap para Cyclops itu lalu membawa teman mereka yang mati lalu pergi.
" Sebelum aku pergi, aku ingin memberikan ini kepada teman anda yang satunya." Ucap Jenderal Xiha..
" Maksudmu, saudara San?" Tanya Yu Xiang.
" Ya. Berikan ini padanya jika anda sudah kembali." Ucapnya lalu pergi.
Swuuuuusss
Swuuuuusss
Swuuuuusss
Booooooommmm
Booooooommmm
Booooooommmm
Lima meteor raksasa kembali menghantam alam dewa. meteor-meteor itu menandakan jika peperangan berakhir.
" Baik, kumpulkan semua korban, dan para penduduk yang masih hidup." Ucap Long Qing.
Di peperangan itu, para dewa banyak yang mati. Bahkan Dewa Pengetahuan, dewa giok, dewa panah, dewa pedang, dewa formasi, dan yang lainnya mati. Kini yang tersisa hanyalah 1000prajurit dewa saja.
" Makamkan mereka yang gugur dengan layak." Ucap Shen Long.
Di alam Ilahi....
" Meteor logam" Ucap Ling Wu.
" Badai es"
" Seribu monster kayu."
Wuuuuussssssss
Wuuuuuuuusssssssss
Wuuuuussssssss
Booooooommmm
Booooooommmm
Booooooommmm
Ledakan-ledakan besar kembali terdengar saat ketiga jurus itu menyerang para iblis. Mereka tidak membantai habis semua musuh satu persatu, sementara beberapa dari mereka berhasil kabur menggunakan giok teleportasi.
Swuuuuuusssss
Booooooommmm
Booooommmmmm
Lima meteor kembali menghantam Benua langit. bersamaan dengan itu, peperangan juga berakhir.
" Kumpulkan semua pasukan yang mati, dan bakar mayat para iblis." Ucap Ling Wu.
" Baiklah." Jawab mereka semua.
" Kita kumpulkan para warga yang selamat, lalu membagi wilayah mereka masing-masing." Ucap Ling Wu.
Kembali ke Alam Langit...
" Kakak bangun." Ucap Ling Yue.
" Yue'er, jangan sedih. dia hanya terluka, sebentar lagi pasti akan sembuh." Ucap Sui Chu.
" Apakah tombak miliknya yang membagi benua Awan biru menjadi lima pulau?" Tanya Sui Chu.
Dia lalu mengambil tombak Ling San yang sebelumnya dia temukan di wilayah tengah.
__ADS_1
" Untungnya, tombak ini mengenaliku." Ucap Sui Chu.
" Andai saja tombak itu tidak mengenaliku, mungkin tombak ini akan terus menancap disana sampai dia bangun." Ucapnya.